SIANTAR, SENTER NEWS
Masyarakat bertanya-tanya mengapa sejumlah jalan rusak belum juga diperbaiki. Sehingga, ada yang meletakan pot lengkap dengan bunga di atas jalan berlobang. Sedangkan badan jalan yang dikorek sampai berlobang petaj-petak belum juga diratakan.
Pot bunga yang diletakkan di lobang badan jalan, berada di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Siantar Utara, bukan hanya sikap protes kepada Pemko Siantar melalui dinas terkait agar segera diperhatikan. Lebih dari itu sebagai tanda kepada pengendera agar berhati-hati sehingga tidak mengalami kecelakaan lalulintas.
“Sudah seminggu lebih pot bunga di buat di lobang jalan itu. Karena sudah cukup dalam dan lebar, tentu sangat berbahaya. Untuk itu, kita letakkan pot bunga supaya pengendera mengetahui di situ ada lobang,” ujar seorang warga yang duduk di salah satu warung tepi jalan tak jauh dari lokasi, Sabtu (2/9/2023).
Sementara, badan jalan yang dikorek menjadi petak-petak yang cukup dalam berada di Jalan Pane simpang Jalan Vihara, Kecamatan Siantar Timur. Menurut warga sekitar, lobang-lobang yang cukup banyak dan panjang tersebut kerap menggangu pengendera untuk melintas.
Warga menjelaskan, karena lobang yang dikorek pihak Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Siantar sekitar sebulan lalu itu tidak kunjung diratakan, pengendera kerap menganggu arus lalulintas.
Apalagi pada pagi hari yang ramai dengan arus lalulintas. Baik dari arah simpang Jalan Vihara maupun dari Jalan Pattimura maupun sebaliknya. “Kalau kita naik kereta, terpaksa harus hati-hati. Tak tau kapan lobang itu diratakan,” ujar Parlin, warga Tomuan, Kelurahan Siantar Timur yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Parahnya lagi, kalau hujan tiba seperti beberapa hari terakhir, lobang hasil pengorekan yang dilakukan Dinas PUPR Kota Siantar itu rata dengan jalan. Bagi pengendera yang tidak pernah melintas di lokasi, bukan tidak mungkin terperosok ke dalam lobang.
“Masyarakat terutama pengendera tentu resah karena sudah hampir sebulan tidak juga diratakan. Tak tau kenapa terlalu lama diratakan. Harusnya, setelah dikorek langsung diratakan. Jadi, tidak seperti sekarang, lobang itu sangat berbahaya,” ujar Parlin lagi.
Soal jalan rusak di Kota Siantar ditemukan di sejumlah lokasi di seluruh Kecamatan Kota Siantar. Karena tak kunjung diperbaiki meski hanya sekedar tambal sulam, lobang tersebut semakin melebar. Namun, ada yang ditambal sulam, tidak berapa malah berlobang kembali.
Seperti di depan Hotel Sapadia menuju Jalan Sibolga atau simpang Jalan Pane. Karena banyaknya lobang, pengendera sulit memilih mana jalan yang rata. Demikian juga di pangkal Jalan Rajamin Purba dan Jalan Rakuta Sembiring mulai dari Simpang Jalan Sisingamangaraja.
Hal yang cukup mengherankan juga, perbaikan berupa pemeliharaan jalan di Jalan Naga Huta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari menurut masyarakat sekitar sangat tidak berkualitas. Karena, saat diperbaiki menggunakan batu kerikil yang kasar-kasar, aspal yang disiram malah begitu tipis. Sehingga, kembali rusak.
“Baru sekitar seminggu diperbaiki pakai batu kerikil. Tapi, sudah mulai terkikis air yang melimpah dari drainase,” ujar Fahri yang rumahnya berhadapan dengan jalan Naga Huta yang diperbaiki tersebut.
Ketika banyaknya jalan rusak dan ada badan jalan yang dikorek tetapi belum juga diratakan dikonfirmasi kepada Sopian Purba sebagai Plt Kadis PUPR Kota Siantar, dikatakan pihaknya sudah melakukan pendataan untuk segera diperbaiki.
“Kalau yang di Jalan Pane itu akan segera kita ratakan. Sedangkan soal jalan rusak yang sudah kita data, perbaikannya dilakukan setelah pengesahan Perubahan APBD Siantar 2023 ini,” ujarnya singkat melalui telepon seluler. (In)






