SIANTAR, SENTER NEWS
Perubahan cuaca ekstrim seperti saat ini, masyarakat dihimbau harus selalu waspada. Pasalnya dapat membuat anak dan remaja terjangkit penyakit Mumps (Gondongan) yang disebabkan virus golongan paramyxovirus.
Dari hasil penelusuran media ini, ternyata sudah ditemukan sejumlah anak tingkat PAUD dan SD yang mengalami penyakit Mumps atau Gondongan. Hanya saja, bagi siswa yang terkena diperbolehkan untuk tidak masuk sekolah.
Seperti disampaikan Rado Damanik Kasi Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Kota Siantar. Bahkan, anak terkena Gendongan tersebut dikatakan mengalami batuk, demam dan selera makannya berkurang.
“Ya, kita menemukan anak yang terkena Gendongan itu dan rata-rata sembuh sekitar 2 minggu. Tapi, bagi yang belum sembuh, kita minta supaya dibawa ke dokter. Paling penting lagi, menjaga kebersihan dan diberi vitamin untuk meningkatkan imun pada tubuh,” kata Rado Damanik.
Lebih lanjut dikatakan, sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Siantar telah menerima surat edaran dari Dinas Kesehatan Kota Siantar. Prihal Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Gondongan (MUMPS). Tertanggal 15 November 2023.
“Sekarang kita masih tetap melakukan pemantauan di sekolah tingkat PAUD dan SD melalui kepala sekolah dan para guru,” kata Rado Damanik sembari mengatakan bahwa untuk siswa tingkat SMP belum ada yang terditeksi Gndongan.
Sementara, Dinas Kesehatan bukan hanya menyurati Dinas Pendidikan. Tetapi termasuk Kepala Kementerian Agama Kota Siantar dan Kepala CabangDinas Pendidikan Wilayah VI Siantar Simalungun.
Surat Dinas Kesehatan Kota Siantar No 400.7.23.4/2.989/DKKKXI, Hal Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Gondongan (MUMPS). Tertanggal 15 November 2023. Ditandatangani Kadis Kesehatan Kota Siantar, drg Irma Suryani MKM.
Menyatakan, sehubungan perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh dan menyebabkan mudah terjangkit penyakit Mumps (Gondongan) yang disebabkan virus golongan paramyxovirus pada usia anak dan remaja, maka kepada pihak terkait diminta mensosialisasikannya kepada siswa PAUD, TK/ RA, SD/ MI, SMP/MTs, SMA/ MA dan SMK.
Sosialisasi yang dilakukan dalam rangka melakukan upaya pencegahan. Seperti, rutin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir (memastikan sarana cuci tangan berfungsi dengan baik). Kemudian, tidak berbagi peralatan mandi dan makanan dengan penderita. Menerapkan etika batuk (Jika menderita flu dan batuk agar menggunakan masker);
Selanjutnya, apabila mengalami gejala (pipi bengkak di satu atau kedua sisi nyeri saat mengunyah/ menelan makanan, demam hingga 39 °C, mulut kering, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri perut, mudah lelah dan hilang nafsu makan) segera periksa diri ke dokter.
Waspada terhadap gejala lebih serius yaitu sakit kepala hebat, kesadaran
menurun dan kejang. Terakhir, agar Satuan Pendidikan berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat guna pencegahan penyebaran penyakit Mumps. (In)






