SIANTAR, SENTER NEWS
Di Kota Siantar penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah merata di 53 kelurahan. Sehingga, masyarakat perlu kesiapsiagaan dan waspada untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus yang lebih tinggi karena dapat mengakibatkan kematian.
Wali Kota melalui Surat Edaran No 400.7/6771/IX/2023 tertanggal 21 September 2023 tentang Kesiapsiagaan, menyatakan bahwa Kota Siantar merupakan salah satu daerah endemis infeksi terjadinya peningkatan kasus yang siginifikan dan menyebar d i53 kelurahan delapan kecamatan se Kota Siantar.
Melalui Surat Edaran Wali Kota itu dijelaskan, Tahun 2022 sampai Agustus 2023, ditemukan 124 kasus DBD dengan Angka Kesakitan/Incident Rate (IR) 47,5 per 100,00 penduduk. Maka, dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumut, 6 Desember 2023 tentang Kesiapsiagakan Menghadapi Potensi Peningkatan Kasus DBD dan sebagai upaya mewujudkan visi Wali Kota, Sehat, Sejahtera dan Bekualitas, kepada para camat dan lurah diintruksikan melakukan beberapa upaya.
Antara lain, meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus sekali seminggu. Melalui kegiatan, Menguras, Menutup dan Memanfaatkan/Mendaur ulang barang bekas. Plus mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan anti nyamuk. Memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
Selanjutnya, mengaktifkan dan memperkuat Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (GIRIJ ) untuk mewujudkan peran anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik dan melakukan GIRIJ di perkantoran, sekolah dan tempat-tempat umum.
Kemudian, meningkatkan sureveilans kasus dan sureveilans faktor resiko terhadap kejadian DBD. Diantaranya melalui Kegiatan Pemantau Jentik Berkala (PJB). Selanjutnya, meningkatkan sumber daya dan pelibatan lintas sektor untuk pencegahan dan pencegahan penyakit DBD. Meliputi peningkatan sumber daya manusia (SDM)
Terakhir, Fogging atau pengasapan merupakan tindakan yang dilakukan hanya untuk membunuh nyamuk AedesAgypti dewasa. Sehingga hal tersebut bukan menjadi penyelesaian masalah penularan DBD.
Seperti diketahui, nyamuk AedesAgypty saat di musim hujan seperti sekarang merupakan masa lebih cepat berkembang biak. Bahkan, menurut Dinas Kesehatan mulai Januari hingga Juli 2023, tercatat 76 kasus DBD. Bahkan, seorang diantaranya meninggal.
Pernyataan itu disampaikan Administrator Kesehatan Ahli Muda Penanggungjawab DBD di Dinas Kesehatan Kota Siantar, Lasmaria Siahaan beberapa hari lalu kepada wartawan. Sedangkan untuk bulan Agustus dikatakan masih dalam pendataan.
“Semua pihak harus bekerja sama untuk waspada terhadap DBD dalam rangka menekan penularan akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dengan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. (In)






