SIANTAR, SENTERNEWS
Untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Siantar, butuh 42 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Namun, yang beroperasi hanya 24 SPPG dan 18 SPPG lagi masih dalam proses izin dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Data itu disampaikan Koordinator Wilayah SPPG Kota Siantar, Dinda Lestari Damanik. “Kendala 18 SPPG yang belum memiliki izin itu hanya tinggal melengkapi beberapa persyaratan, dan tahun 2026 diperkirakan sudah punya izin,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Dijelaskan, terkait pelaksanaan program nasional MBG di Kota Siantar itu, tidak memiliki kendala berarti. Artinya masih tetap berlangsung lancar. Hanya saja, masih ada sekolah swasta yang menolak MBG.
“Kalau ada sekolah menolak MBG, itu hak mereka dan sudah kita laporkan kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Sumatera Utara,” kata Dinda yang tidak menjelaskan mengapa sekolah tersebut menolak MBG.
Meski penyalurkan MBG pada umumnya tidak ada masalah, Dinda pernah menerima laporan tentang adanya SPPG yang menyertakan buah kurang berkualitas. Sehingga, SPPG itu diberi teguran agar benar-benar memenuhi standart mutu MBG.
“Kalau soal bahan baku untuk MBG, SPPG tidak membeli dari pasar. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan bahan baku pangan di pasar. Misalnya, ayam dan telur maupun sayur mayur langsung diperoleh dari sumber asal,” kata Dinda.
Penyaluran MBG ke sekolah dikatakan mendapat pengawasan dari pihak sekolah dan pihak personel Koramil.Terkait kenaikan harga bahan untuk MBG yang terjadi, selalu dikoordinasikan dan sejauh ini belum terjadi masalah.
Saat sekolah sedang libur seperti sekarang, ada kesepakatan antara SPPG dengan pihak sekolah bahwa MBG tidak disalurkan. Karena, tidak dapat dijamin berapa banyak siswa yang hadir ke sekolah mengambil MBG.
“Sebagai pengganti, SPPG dialihkan kepada ibu hamil, menyusui dan Balita yang ada di wilayah SPPG tersebut. Namun jumlahnya tidak sebanyak pelajar penerima manfaat,” kata Dinda.
Terpisah, Sugiarto sebagai pimpinan Yayasan Mutiara Biru sebagai mitra pengelola SPPG yang memiliki dapur di Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala penyaluran MBG.
“Saat belum memasuki hari libur, kami menyalurkan MBG kepada 2.500 siswa di Taman Siswa. Mulai dari pengadaan bahan baku, porsi, gizi diawasi kepala dapur yang memiliki sertifikat didampingi ahli gizi. Penyalurannya juga aman,” kata Sugiarto.
Terkait pengalihan MBG di masa libur, SPPG menyalurkan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang ada di sekitar Kelurahan Timbang Galung II sebanyalk 70 orang.
“Pihak SPPG sudah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan MBG disalurkan relawan Posyandu kepada penerima manfaat,” katanya berharap agar program Presiden Prabowo Subianto itu tetap dilaskanakan dengan baik. Karena mampu menggairahkan perekonomian masyarakat.
Selain itu, juga mampu merekrut tenaga kerja. Apalagi setiap SPPG membutuhkan 47 orang dengan honor atau gaji yang berjalan lancar karena anggaran dari pusat tidak pernah terlambat asal proposal yang diajukan tepat waktu. (In)






