BINJAI, SENTERNEWS
Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal sebagai milik Indonesia, merupakan suatu kesatuan yang utuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI F-PAN H Nasril Bahar pada sosialisasi tentang Pilar Kebangsaan ke IX Tahun 2025 kepada ratusan peserta dari Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Binjai. Berlangsung di Aula Perguruan Muhammadiyah, Kota Binjai, Selasa (09/12/2025).
Pada kesempatan itu dijelaskan, Pancasila merupakan Dasar dan Ideologi negara yang memiliki nilai-nilai luhur bangsa dengn lima sila. Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
UUD 1945, merupakan konstitusi negara sebagai hukum dasar dan aturan tertulis yang mengikat seluruh warga negara dan penyelenggara negara. Sedangkan NKRI, bentuk negara Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 dengan wilayah dari Sabang sampai Merauke.
Kemudian, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Meski berbeda-beda suku, agama, ras dan budaya tetapi tetap satu. Bhinneka Tunggal Ika menjadi perekat atau suatu kekuatan dalam keberagaman.
Nasril Bahar menganalogikan suatu gedung yang tentunya harus memiliki pilar atau tiang besar yang berada di empat sisi. Kalau gedung tidak memiliki tiang yang besar, gedung itu tidak akan kokoh bahkan mudah rubuh.
“Demikian juga Empat Pilar Kebangsaan, menjadi acuan lengkap untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,” ujar Nasril Bahar melalui pemaparannya.
Ditegaskan juga, empat pilar kebangsaan harus dihayati dan diterapkan kaum muda atau milenial dalam kehidupan sehari-hari agar memiliki kecerdasan intelektual, karakter kuat, dan jiwa kebangsaan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
Usai pemaparan dilakukan tanya jawab yang berlangsung komunikatif. Dan, sosialisasi diharapkan menjadi suatu langkah strategis bagi anak muda agar tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham asing yang belum tentu sesuai atau malah bertentangan dengan kepribadian bangsa Indonesia. (In)






