SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Perang sarung sebagai suatu tradisi yang biasa dilakukan sebagian masyarakat, khususnya anak muda, menjelang atau selama Ramadan, jangan sempat terjadi di Kabupaten Simalungun.
“Perang sarung awalnya dianggap permainan, sering kali berujung pada perkelahian, cedera, hingga mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” kata Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Selasa (03/03/2026).
Dijelaskan, perang sarung biasanya dilakukan dengan cara memukul-mukulkan sarung yang sudah digulung atau dibentuk seperti cambuk. Yang dipukul biasanya bagian tubuh seperti kaki, tangan, atau punggung.
Meski dianggap sebagai permainan atau tradisi turun-temurun, permainan ini sering berakhir dengan perkelahian karena ada yang terpukul terlalu keras sampai luka, ada yang tersinggung dan membalas dengan lebih keras, akhirnya jadi perkelahian massal.
Ada juga kasus perang sarung melibatkan orang-orang yang tidak terlibat. Misalnya ada warga yang lewat tiba-tiba kena pukulan sarung, atau ada anak kecil yang ikut-ikutan dan terluka. Ini sangat tidak bertanggung jawab.
“Ramadan bukan tentang siapa yang paling berani, tetapi tentang siapa yang mampu menjaga diri,” tegas Kasi Humas Polres Simalungun yang juga menyatakan, Ramadan adalah bulan suci untuk beribadah, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan.
“Kami akan melakukan patroli intensif selama Ramadan untuk mengantisipasi perang sarung atau gangguan kamtibmas lainnya. Kalau kami temukan kelompok melakukan perang sarung dan mengganggu ketertiban, kami akan tindak tegas,” tegas Kasi Humas.
Humas juga mengajak orang tua untuk berperan aktif mengawasi anak-anaknya dan mengarahkan mereka untuk ikut kegiatan positif di masjid atau di rumah. Demikian juga tokoh agama seperti ustadz, diminta memberi ceramah dan pencerahan kepada anak-anak muda tentang bahaya perang sarung dan pentingnya mengisi Ramadan dengan kegiatan bermanfaat.
“Jadikan Ramadan ini lebih bermakna dan membawa berkah. Polres Simalungun siap mengawal Ramadan yang damai dan penuh berkah!” pungkas AKP Verry Purba berharap, Ramadan 1447 H di Simalungun berjalan dengan damai, khusyuk, dan jauh dari gangguan seperti perang sarung yang tidak bermanfaat. (In)







