SIANTAR, SENTERNEWS
Kenaikan harga plastik seperti kantong kresek maupun plastik kiloan (bening) mencapai 100 persen pada beberapa pekan terakhir, membuat pedagang mengeluh bahkan resah meski belum begitu berdampak luas terhadap hasil penjualan.
Seperti disampaikan sejumlah pedagang di Pasar Horas Kota Siantar yang menggunakan kantong kresek dan plastik kiloan. “Kenaikan harga plastik memang membuat kita pedagang resah apalagi naiknya begitu tinggi,” kata Hasibuan, salah seorang pedagang kebutuhan pokok, Selasa (21/04/2026).
Meski terjadi kenaikan harga plastik, pedagang mengaku tetap mudah mendapatkannya karena ada langsung mengantar ke kios. Kemudian, kenaikan harga plastik tidak membuat pedagang menaikkan harga dagangan.
“Kantong kresek yang semula seharga Rp6.500 per pak naik mencapai Rp16 ribu,” kata Hasibuan sembari mengatakan, plastik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi pedagang. Namun, belum berencana mengganti plastik yang praktis digunakan dengan bahan non plastik.
Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Siantar, Herbet Aruan mengatakan, dampak kenaikan harga plastik pada dasarnya belum begitu luas. “Dampaknya memang ada. Tapi, belum mempengaruhi penjualan,” katanya.
Dijelaskan, kenaikan harga plastik terjadi karena perang Iran kontra AS dan Israel membuat pasaran bahan baku plastik yang bersumber dari bagian minyak bumi menjadi berkurang dan terhambat.
“Kita belum ada menerima keluhan dari pelaku UMKM terkait kenaikan harga plastik itu. Artinya, belum ada pedagang menaikkan harga dagangan yang dikemas menggunakan plastik atau menjadikan kantong kresek untuk barang dagangan yang dibeli,” ujarnya.
Untuk itu, para pedagang dan pelaku UMKM dihimbau menggunakan bahan non plastik seperti kertas dan kain dan itu pernah dikampanyekan beberapa waktu lalu karena plastik merupakan sampah yang sulit dilebur dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.
“Soal pengurangan penggunaan bahan plastik sudah kita kampanyekan beberapa waktu lalu dan saat inilah pedagang mengurangi ketegantungan dengan bahan plastik,” ujarnya mengakhiri. (In)






