SIANTAR, SENTERNEWS
Setelah melakukan pemerataan lokasi kebakaran Pasar Dwikora Parluasan Kota Siantar yang terbakar, Kamis (18/06/2026), penggalian menggali parit, Pemko Pematangsiantar sedang melakukan pemasangan parit box terbuat dari semen atau Box Culvert.
Selain itu, Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Perumda Tirtauli telah turun ke lokasi untuk menentukan pemasangan jaringan air dalam rangka pembuatan hidrant sebagai sarana untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran.
Fakta tersebut dibenarkan Bolmen Silalahi, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya yang tetap stand by di lokasi kebakaran pasar Dwikora Parluasan. “Ada beberapa tahapan pembangunan yang sudah dilakukan dan tahap selanjutnya akan dilakukan,” katanya.
Upaya Pemko melalui dinas terkait dikatakan berusaha mempercepat pembangunan lokasi Pasar Dwikora yang terbakar. Hanya saja, tentu butuh kerja ekstra. Karena, pekerjaan yang dilakukan pada dasarnya butuh ekstra.
”Kalau pemasangan parit box direncanakan bisa selesai bulan ini untuk selanjutnya, dilakukan peasangan pipa jaringan iar untuk hidrant. Termasuk memasang sarana prasarana untuk Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR),” katanya lagi.
Lebih lanjut dijelaskan, terkait dengan pembangunan kios yang modelnya terbuka menggunakan baja ringan baru yang akan dilakukan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baru dapat dimulai setelah selesai pemasangan parit box dan jaringan air.
Dijelaskan juga, Jalan Mufakat yang semula sempit dan sulit dilalui truk, sudah ditata. Sehingga, truk pengangkut material pemangunan Pasar Dwikora Parluasan sudah bebas keluar masuk.
“Sebagian badan Jalan Mufakat itu rencananya akan dijadikan lokasi parkir dan ini tentu kewenangan dari Dinas Perhubungan. Begitu juga soal perbaikan Jalan Mufakat rencannya dilakukan Dinas PUTR,” kata Bolmen.
Terpisah sejumlah pedagang berharap agar pembangunan Pasar Dwikora Parluasan yang terbakar dapat dipercepat. Sehingga, para pedagang dapat berjualan kembali. Kalau pun ada pedagang yang mulai berjualan, terpaksa harus menggunakan kios darurat yang menggunakan tenda apa adanya.
“Kalau pembangunan kios bisa dipercepat dan selesai paling lama satu setengah bulan lagi, pedagang tentu dapat berjualan kembali. Jangan sempat pembangunan kios belum juga selesai menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata pedagang bermarga Sinaga. (In)






