SIANTAR, SENTERNEWS
Setelah menerima informasi, Putri Riski Ramadhani (13), anak yatim piatu mengalami korban tabrak lari dengan kondisi cidera berat, Komisi Sosial dan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar langsung bergerak cepat melakukan penggalangan dana.
Gerakan kemanusiaan dengan tajuk “Open Donasi Operasi Anak Yatim”, penghuni Rumah Peduli Yatim, Jalan Kelapa Kuning, Kelurahan Bantan, Kota Siantar itu, ternyata direspon para pengurus MUI Pematangsiantar dan berbagai pihak untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Sehingga, terkumpul sebanyak Rp43 juta.
Selanjutnya, Sabtu (15/08/2026), Ketua MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis didampingi Sekretaris Umum, H Ahmad Ridwansyah Putra, menyerahkan Rp 43 juta itu kepada Novita Sari sebagai pengelola Rumah Peduli Yatim. Berlangsung di Kantor MUI Pematangsiantar. Turut disaksikan Mufti Siregar dan Surya Bakti SH MM dari Komisi Sosial dan Bencana dan Aris pengurus MUI lainnya.
“Dana yang kami berikan ini merupakan pemberian umat Islam yang tergerak hatinya membantu orang yang tertimpa musibah. Dan ini sangat baik karena masih banyak yang peduli kepada anak yatim, ” ujar H M Ali Lubis.
Kemudian, mengucapkan terimakasih kepada para donatur yang tentunya akan mendapat berkah dan rahmat dari Allah. “Tanpa kita sadari rahmat dan rezeki dari Alllah itu akan bercucuran kepada kita karena membantu anak yatim, ” imbuh Drs H M Ali Lubis.
Sekretaris MUI Pematangsiantar, H Ahmad Ridwansyah Putra mengapresiasi upaya Komisi Sosial dan Bencana dengan Ketua H Faidil Siregar SHi menghimpun dana yang telah diserahkan untuk dapat meringankan beban pengelola Rumah Peduli Yatim sebagai pengasuh korban.
“Semoga anak yatim kita yang sudah menjalani operasi itu, cepat sembuh dan dapat kembali bersekolah, ” kata Ahmad Ridwansyah Putra.
Sementara, Novita Sani sebagai pengelola Rumah Peduli Yatim yang menerima bantuan tampak terharu bahkan turut meneteskan air mata.
“Saat anak kami mengalami musibah, semula kami takut apalagi pengasuh Rumah Peduli Yatim semua perempuan. Ternyata kami tidak sendiri karena ada orang tua kami, ayah kami yang peduli, ” kata Novita Sani.
Dijelaskan, kondisi korban Putri Riski Ramadhani yang telah menjalani operasi pada bagian kepala di Rumah Sakit Efarina mulai menjalani penyembuhan.
Kecelakaan lalu-lintas terjadi di Panei Tongah Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, saat korban berangkat sekolah diangkut becak barang bersama sejumlah temannya, Senin (10/08/2026) sekira pukul 07.00 WIB.
“Setelah kecelakaan itu, anak didik tidak lagi pakai becak untuk ke sekolah. Tapi pakai angkot. Untuk mengurangi beban biaya lebih berat, kita sangat membutuhkan mobil untuk mengangkut anak berangkat sekolah, ” kata Novita Sani mengakhiri. (In)






