SIANTAR, SENTERNEWS
Bagi yang hobby rekreasi air di alam bebas dan suka kejutan, silahkan menjajal sungai Bah Bolon Kota Siantar melalui arung jeram. Karena, di lokasi-lokasi tertentu, sensasinya begitu menantang untuk menguji adrenalin.
Seperti yang dilakukan Dinas Pariwisata Kota Siantar dengan menyertakan para pejabat Pemko Siantar dan sejumlah jurnalis menggunakan 6 unit perahu karet dengan ketentuan 6 orang per perahu. Dilengkapi berbagai peralatan pengaman, Sabtu (2/12/2023).
Sebelumnya, di Café Bah Bolon samping Rumah Dinas Walikota, Jalan MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, para peserta lebih dulu mendapat pengarahan dari Siantar Rafting tentang teknis arung jeram menggunakan perahu karet.
Para peserta dari Pemko Siantar, Plt Kadis Pariwisata Hamam Soleh, Kepala Inspektorat Harri Okstarizal, Kepala Bappeda Dedi Idris Harahap dan sejumlah ASN beberapa OPD Pemko Siantar. Jurnalis, Alija dari Tribun Medan, Imran Nst dari SenterNews.Com dan Rivai Bakkara dari News Cornel.
Setelah menggunakan pengaman dan berdoa menurut agama maupun kepercayaan masing-masing, para pengarung bergerak menuju lokasi start di Sitio-Tio, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari. Saat diiringi hujan gerimis, para peserta yang memegang kayuh masing-masing, naik ke perahu yang mengapung di tepi sungai berair bening dan sejuk.
Baru berkisar 20 meter dibawa arus, para peserta langsung berhadapan dengan arus deras diantara bebatuan curam. Sehingga, kaum perempuan dengan spontan langsung berteriak bahkan ada menjerit karena sensi yang dirasakan begitu menantang.
Tidak itu saja, ditemukan sejumlah arus deras lainnya yang butuh konsentrasi untuk dilalui apalagi pemandu di bagian depan perahu dan peserta wajib mengayuh sesuai komando yang duduk pada bagian belakang perahu.
Tidak jarang perahu berbenturan dengan batu-batu besar di tepi dan di tengah sungai. Sehingga bergoyang keras bahkan seperti nyaris tenggelam sehingga perahu dimasuki air. Setelah itu, saat perahu memasuki air rada tenang, para peserta dapat menarik nafas lega.
Memasuki jembatan Rindam di Kelurahan Setia Negara, rintik hujan mulai reda dan perahu berhenti di tepi sungai dengan pemandangan alam nan hijau. Pengarung ada berselonjor di tepi sungai berpasir. Bahkan, air Perumda Tirta Uli yang mengalir dari pipa, mengarah ke sungai langsung dimanfaatkan untuk mengguyur tubuh. Bahkan, ada langsung meminumnya.
Plt Kadis Pariwisata Hamam Soleh mengatakan, jalur yang dilalui sebelumnya bukan hanya menantang. Lebih dari itu memang butuh ketrampilan para pemandu agar perahu dapat mengapung dengan baik.
“Tadi, pemandu di perahu kita ada yang terjun ke sungai setelah perahu berbenturan dengan batu besar. Itu seperti suatu kejutan. Padahal, memang sengaja dilakukan,” ujar Hamam Soleh yang duduk di tepi sungai berpasir sambil mengisap rokok kretek berfilter.
Canda dan tawa terdengar riang dari para peserta dengan menturkan perasaan masing-masing saat melewati arus deras yang dinilai cukup ekstrim. Termasuk dari Kepala Inspektorat Harri Okstarizal dan Kepala Bappea Dedi Idris Harahap.
Selanjutnya, ada yang terjun dari perahu untuk berenang ria di air tenang dan minta diabadikan melalui poto. Kemudian, arung dilanjutkan dengan menjajal arus yang cukup menantang lainnya.
Saat akan memasuki Jembatan Merah Rindam, sejumlah warga yang mengetahui ada kelompok melakukan arung jeram, malah melambaikan tangan. Demikian juga setelah melewati jembatan Merah memasuki areal belakang pemukiman warga.

Sementara, sejumlah kaum ibu yang mencuci dan beberapa pemancing serta anak-anak yang bermain tepi sungai melambaikan tangan seperti memberi semangat. Dan para peserta arung membalas lambaian tangan itu dengan ceria.
Berkisar 40 menit kemudian, perahu memasuki lokasi finis di bawah café Bah Bolon. Tak jauh dari jembatan tua bangunan Belanda di samping Rumah Dinas Walikota. Kemudian, satu persatu turun dengan wajah ceria. Duduk di bawah tenda sambil menikmati nasi bungkus dengan lahap meski lauknya begitu sederhana.
“Tahun depan, kita akan jajal lagi sungai Bah Bolon agar masyarakat mengetahui bahwa Kota Siantar punya potensi yang sangat pantas diberdayakan. Ajak semua orang untuk menikmati sensasi sungai Bah Bolon, ” kata Hamam Soleh mengakhiri.
Sementara, Indra Coy sebagai pemandu arung jeram Siantar Rafting mengatakan, soal arung jeram sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, sungai Bah Bolon sempat dijadikan sebagai lokasi pelatihan gabungan Mapala Sumut dan para pelajar di Kota Siantar.
Untuk kategori arung jeram Sungai Bah Bolon menurutnya sangat layak bagi pemula meski tetap harus dipandu secara professional. “Kalau pemula dan masyarakat umum ingin melakukan arung jeram, silahkan menghubungi Siantar Refting yang kantornya di cafe Sungai Bah Bolon ini,” ujarnya mengakhiri. (In)






