Senter News
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Sidang lapangan di depan objek perkara

Sidang lapangan di depan objek perkara

Menggugat RP 45 Miliar, KPK “Rampas” Lahan dan Rumah RE Siahaan

Penulis: Redaksi Senternews.com
20 Desember 2023 | 22:10 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTER NEWS

Pengadilan Negeri Kota Siantar gelar sidang lapangan terkait dengan gugatan RE Siahaan sebesar Rp 45 miliar kepada para  KPK sebagai Tergugat I, Tergugat II Biro Hukum Kementrian Keuangan dan Tergugat III Menteri Keuangan RI. Badan Pertanahan Nasional, Rabu (20/12/2023) sekira jam 11.00 Wib.

Sidang lapangan untuk meninjau objek perkara rumah dan bangunan milik RE Siahaan di Jalan Sutomo, Kota Siantar itu sempat molor satu jam. Sementara, sebelum sidang digelar jam 10.00 Wib, RE Siahaan sebagai Penggugat didampingi penasehat Hukum menyatakan bahwa KPK telah merampas rumah dan bangunan miliknya.

“Berdalih hukum KPK rampas asset RE Siahaan. Perampasan sepadan dengan tindak pidana korupsi,” kata Daulat Sihombing didampingi RE Siahaan saat menanti kehadiran Majelis Hakim untuk melakukan sidang lapangan.

Sebelum dilakukan penyitaan yang diistilahkan Daulat Sihombing sebagai perampasan itu, sidang pada tingkat Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Tinggi (PT) dan  putusan Mahkamah Angung (MA) menguatkan putusan dan ada keputusan lain soal penyitaan.

“Kalau putusan di semua tingkatan tidak ada yang dipalsukan atau  semua sama. Tapi ketika implementasi surat perintah penyitaan KPK, ada menyadur putusan MA yang berbeda,” kata Daulat Sihombing.

Dijelaskan, pada penyitaan asset RE Siahaan ada penambahan beberapa frase atau redaksi  terhadap amar putusan berkaitan dengan uang pengganti Rp miliar yang apabila tidak dibayar dikenakan penjara 4 tahun dan RE Siahaan malah menjalani hukuman 4 tahun tersebut.

”Itu yang dirobah jadi berbeda. Sehingga muncul penafsiran baru. Harta benda milik RE . seolah-olah  terkait dengan tindak pidana korupsi. Padahal, itu tidak ada pada penyidikan, penuntutan maupun putusan,” tegas Daulat Sihombing.

Sementara, RE Siahaan mempertegas lagi,  putusan PN, PT dan  MA yang dieksekusi KPK 27 Maret 2013, dikatakan  bila mana  tidak dibayar dalam tempo satu bulan, maka diganti pidana 4 tahun dan itu dikatakan sudah selesaia atau tidak ada masalah karean RE menjalani hukuman tambahan karena tidak membayar uang pengganti.

“Saat dua setengah tahun saya menjalani hukuman di Rutan , rumah malah disita. Itu masalahnya. Tapim sebelum penyitaan, saya diminta untuk menandatanganinya dan dengan tegas saya tolak  karena tidak  berdasarkan hukum,” beber RE Siahaan.

Setelah putusan dieksikusi dan RE menjalani hukuman tambahan, menurutnya sudah selesai dan  tidak ada lagi  putusan maupun surat menyurat. Tidak ada lagi sita menyita berdasarkan surat KPK tahun 2015. Karena KPK dengan tegas menyatakan, tidak membayar uang pengganti satru bulan setelah putusan, maka dipidana  4 tahun.

“Saat saya di dalam Rutan, rumah itu sudah pindah tangan. Padahal,  sertifikat tanah ada pada saya. Saya tidak menyaksikan penyitaan rumah itu. Setelah saya selesai menjalani masa hukuman, kebetulan tiba Covid-19, setelah itu baru saya melakukan gugatan,” beber RE.

Dijelaskan juga, pembuktian surat berita acara pelaksanaan putusan atas vonis PN tahun 2013, sama sekali tidak dikeluarkan KPK dalam pembuktian dan yang doiserahkan kepada Kantor lelang malah surat yang sudah berubah dari putusan MA. Surat yang berubah itu tahun 2015. Dan penyitaan tumah dilakukan tahun 2016.

“Putusan MA yang memperkuat putusan PN dan PT Tahun 2013 itu sudah bekekuatan hukum tetap atau inkrah dan tidak ada lagi putusan di atas inkrah. Kalau ada lagi putusan di atas inkrah, berarti itu melawan hukum,” katanya.

“Bahkan , dalam persidangan   gugatan saya di PN Siantar, surat putusan tahun 2013 itu  tidak diserahkan KPK sebagai bukti. Apakah itu disembunyikan atau segala macam, saya tidak mengetahui,” ujar RE Siahaan.

Lebih lanjut dijelaskan, saat penyerahan RE Siahaan ke Rutan sebagai terpidana  surat tahun 2013 itu juga tidak ada diserahkan ke kantor lelang. Sehingga, itu menurutnya sangat luar biasa. Harusnya, surat tahun 2013 itu ada di kantor lelang. Karena tidak ada tetapi yang ada surat tahun 2015, maka dilakukan pelelangan terhadap asset milik RE.

”Kenapa surat tahun 2013 itu tidak diserahkan kepada kantor lelang?” tanya  RE Siahaan seperti terperangah yang kembalai menyatakan bahwa  surat penyitaan tahun 2015  sangat berbeda dengan putusan MA tahun 2013 . “Jadi, kalau mengamati dinamika itu, saya optimis rumah dan lahan milik saya akan kembali,” imbuhnya.

TINJAU OBJEK PERKARA

Usai berbincang-bincang dengan berbagai dinamika tentang penyitaan lahan dan rumah milik RE Siahaan yang dinilai sangat kontroversial, akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar tiba di lokasi objek sengketa perkara.

Sidang lapangan dipimpin Majelis Hakim Ketua, Reni Pitua Ambarita didampingi hakim anggota Katerina dan Naswi Firdaus. Turut dihadiri RE Siahaan didampingi Daulat Sihombing sebagai Penggugat. Hadir juga pihak Tergugat I KPK, Tergugat II Biro Hukum Kementrian Keuangan dan Tergugat III Menteri Keuangan RI. Badan Pertanahan Nasional.

Setelah sidang dilakukan secara terbuka di depan objek perkara yang sudah berubah menjadi tiga rumah toko (Ruko) bertingkat, dipastikan bahwa obek perkara memang ada. Dan, itu diakui pihak penggugat dan para Tergugat.

“Karena objek perkara memang jelas ada , berarti persidangan tetap akan dilanjutkan pada tanggal 3 Januari 2024 mendatang dengan menghadirkan saksi dari pihak Penggugat,” kata  Majelis Hakim Ketua, Reni Pitua Ambarita mengakhiri sidang lapangan.  Dan, sidang akan dilanjutkan, Rabu 3 Januari 2023 dengan agenda menghadirkan dua saksi dari pihak penggugat.

Terpisah, Daulat Sihombing  mengatakan dua orang saksi yang akan dihadirkan,  ahli hukum pidana dan ahli lelang.  Kalau soal ketidak hadiran Tergugat IV sebagai pemenang lelang, dikatakan  tidak ada pengaruh terhadap proses pengadilan dan sidang lapangan.

Diinformasikan, dalam gugatan RE Siahaan sebesar Rp 45 miliar dijelaskan, KPK sebagai Tergugat I  dalam perbuatan melawan hukum itu dikatakan, pihak yang melakukan penyitaan atau perampasan terhadap objek tanah yang di atasnya bangunan milik RE Siahaan. Padahal, tidak ada dalam putusan pidana.

Tergugat  II Menteri Keuangan RI cq. Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Siantar melakukan pelelangan terhadap objek rumah milik RE Siahaan atas permintaan KPK.

Terkait keterlibatan Tergugat III BPN Kota Siantar, mengubah sertifikat tanah milik RE Siahaan atas nama Esron Samosir sebagai Tergugat IV yang sejak awal tidak pernah hadir,  pada persidangan, sebagai  pembeli atau pemenang lelang. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

Sweeping ruang kerja Walikota
HEADLINE

Aksi Gerakan Rakyat Melawan “Sweeping” Ruangan Kerja Walikota Siantar

27 Agustus 2026 | 18:30 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena Walikota Wesly Silalahi tidak kunjung datang menemui pengunjukrasa dan sempat diinformasikan berada di ruangan kerjanya, massa aksi...

Read moreDetails
PKL di halaman rumah dinas Walikota
HEADLINE

Unjukrasa PKL Bawa Keranda Tolak Relokasi, Terobos Rumah Dinas Walikota Siantar

27 Agustus 2026 | 17:43 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Dengan mengusung spanduk, poster dan pengeras suara dan keranda, ratusan massa  dari Ikatan Pedagang Kaki Lima Pematangsiantar...

Read moreDetails
Warga perlihatkan korban yang diduga karena sarang burung walet
HEADLINE

Sarang Walet Ambil Korban, DPRD Siantar Minta Pemko Bongkar Bangunan

19 Agustus 2026 | 17:20 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS    Komisi I  DPRD Pematangsiantar  marah saata melakukan   Rapat  Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat dan Pemko Pematangsiantar. Berlangsung ...

Read moreDetails
HEADLINE

Aliansi CS KERAS Soal Dugaan Korupsi Eks Rumah Singgah Covid-19, Desak Kejari Siantar Periksa Walikota

22 Juni 2026 | 15:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah  berunjukrasa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Aliansi CS KERAS (Control Sosial- Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap)...

Read moreDetails
HEADLINE

Pasar Dwikora (Pajak Parluasan) Siantar Membara, Ratusan Kios Terbakar

18 Juni 2026 | 07:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Menjelang subuh buta, Kamis (18/06/2026) sekira pukul 02.49 WIB, kobaran api di  Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan Kota...

Read moreDetails
HEADLINE

Kejatisu Ambil Alih Kasus Dugaan “Mark Up” Eks Rumah Singgah Covid-19 Kota Siantar Senilai Rp14,5 Miliar

29 Mei 2026 | 18:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Informasi terbaru perkembangan kasus dugaan mark up Eks Rumah Singgah Covid 19 kota Siantar senilai Rp14, 5 miliar...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Polres Simalungun: Jangan Mudah Percaya Informasi Viral di Media Sosial

20 September 2026 | 11:20 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Tandatangani Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi

19 September 2026 | 09:07 WIB
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar dan Kemenkum RI Rapat Harmonisasi Rancangan Perwa Tentang Master Plan Kota Cerdas Kota Pematangsiantar

18 September 2026 | 16:40 WIB
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga SE Anggota DPRD Siantar Antisipasi Penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Langsung Fogging

18 September 2026 | 15:10 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Salurkan Bantuan bagi Korban Angin Puting Beliung

18 September 2026 | 09:48 WIB
ANEKA RAGAM

Kapolres Siantar:  AKBP Dhana Noer Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Sah Udur  Siitinjak 

18 September 2026 | 09:44 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres  Simalungun, AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Gantikan AKBP Marganda Aritonang

18 September 2026 | 09:31 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Buron 2 Bulan, Pelaku pencurian 3 Unit HP Diringkus Tim Jatanras Polres Simalungun  

18 September 2026 | 09:09 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Temuan Jasad Pemuda di Marihat Bandar Dievakuasi Polres Simalungun

18 September 2026 | 09:07 WIB
ANEKA RAGAM

Bencana Alam dan Panggilan Ruhani Manusia untuk Kembali kepada Allah

18 September 2026 | 09:05 WIB
ANEKA RAGAM

Siaga Bencana dan Teror, PLN UP3 Pematangsiantar Simulasi Tanggap Darurat

17 September 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Luncurkan Aplikasi SIMARATUR

17 September 2026 | 18:27 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata