Senter News
Sabtu, 16 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Ilustrasi PKH

Ilustrasi PKH

Temuan BPK: 48 ASN Terima Bansos

Penulis: Redaksi Senternews.com
23 Januari 2024 | 21:40 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR,SENTERNEWS

Sesuai  temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Tahun 2023,  sebanyak 781 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan sosial (Bansos) pemerintah bermasalah. Bahkan, sebanyak 48 orang diantaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain ASN, penerima Bansos bermasalah atau tidak layak menerima, juga pekerja  dengan gaji di atas Upah Minimum Propinsi (UMP) sebagai peserta BPJS  sebanyak 704 KPM. Kemudian warga yang masuk tanggungan yayasan atau sejenisnya sebanyak 9 orang. Ironisnya, sebanyak 79 orang meninggal masih masuk data KPM.

Jenis Bansos yang diterima KPM bermasalah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendapatkan uang tunai, bantuan sembako, Penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Fakta tersebut disampaikan Koordinator Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan (TKSK) Kota Siantar, Armansyah Nasution. “Temuan BPK itu masih terus diselusuri,” ujarnya, Selasa (23/1/2024), sembari mengatakan, data soal 48 ASN sebagai KPM, telah disampaikan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Siantar.

Untuk itu, ASN yang selama ini  menerima bantuan pemerintah, dituntut  melalui Pengembalian Ganti Rugi (PGR) dan uangnya kembali kepada negara.  ASN dimaksud masih aktif. Ada   di lingkungan Pemko Siantar maupun  pindah ke  luar Kota Siantar dan luar propinsi.

“Kategori yang masuk ASN itu bukan saja langsung sebagai KPM. Tetapi, bagi orang tua yang anaknya sudah masuk ASN juga,” ujar Armansyah yang belum mengetahui apakah sudah ada ASN yang membayar ganti rugi atas bantuan yang diterimanya selama ini.

Terkait temuan BPK soal penerima Bansos bermaslah itu, membuat Armansyah Nasution dipanggil pihak Kejaksaan Negeri Kota Siantar.  “Saya langsung membeberkan mekanisme terkait dengan penyaluran bantaun itu. Yang akan ditanya selanjutnya bukan penerima, tetapi siapa yang mengusulkan,” ujarnya.

Kemudian, soal 781 KPM yang bermasalah akan digantikan masyarakat yang selama ini  sudah didata dan layak sebagai penerima bantuan. Pemutahiran data dilakukan mulai 1 sampai 14 Maret 2024. Selanjutnya, dikirimkan kepada Kementrian Sosial.

Sesuai dengan Ketentuan dari Kementrian Sosial, setiap bulan dapat dilakukan pergantian data. Hanyaa saja, di Kota Siantar selama ini belum ada yang diganti. Karena, mekanisme pergantian itu  harus sesuai usulan dari pihak kelurahan yang bekerja sama dengan RT dan Kepala Lingkungan masing-masing.

“Kalau hitungan kita, KPM yang tidak layak lagi sebagai penerima bantuan pemerintah, sebenarnya lebih dari temuan BPK. Jadi, semua akan dibersihkan. Tapi, khusus temuan BPK itu akan langsung dikeluarkan dari data,” kata Armansyah Nasution.

Dijelaskan juga,  di Kota Siantar ada sekitar 14 ribu  KPM penerima Bansos. Karena, diperkirakan banyak yang sudah tidak layak lagi. Saat dilakukan pembersihan atau pendataan ulang tanggal 25 Februari 2024 melalui rapat, akan melibatkan pihak terkait.

“Bagi yang sudah tidak layak dilakukan kajian melalui Musyawarah Kelurahan atau Muskel. Untuk itu pihak kelurahan diminta  berani mencoret atau mengeluarkan yang tidak layak menerima itu dari data KPM,” katanya.

Sementara, soal 48 orang ASN yang sempat menerima bantuan pemerintah yang mayoritas masuk dalam PKH, belum berhasil dikonfirmasi kepada Timbul Simanjuntak sebagai kepala BKPSDM Kota Siantar.

Menurut seorang pegawai yang menjaga piket di depan kantor  BKPSDM Kota Siantar itu, yang bersangkutan sedang berada di luar. Demikian juga dengan Kepala Inspektorat Kota Siantar, Herri Okstarizal tidak bisa dihubungi karena telepon selulernya tidak aktif. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Kaum Ibu Korban Koperasi “Bodong” Mengadu dan Menjerit di Depan PN Siantar, Desak BNI Kembalikan Rp4,2 Miliar  

27 April 2026 | 17:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Puluhan kaum ibu berterik-teriak dan menjerit di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Minta agar kasus Koperasi Swadharma...

Read moreDetails
Gubernur Sumut dan Walikota Siantar
HEADLINE

Kalah Telak ! Pemprov Sumut , Dinas Pendidikan, Pemko Siantar & SMA Negeri 5 Kota Siantar, Wajib Bayar Ganti Rugi Rp40,7 Miliar

19 April 2026 | 21:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah kalah telak lagi karena Peninjauan Kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA) sesuai Putusan Nomor 44 PK/Pdt/2026 terkait...

Read moreDetails
Duduki ruang Rapat Gabungan DPRD Siantar
HEADLINE

Unjuk Rasa Himapsi dan Saling: “Duduki Kantor DPRD Siantar dan Terobos Kantor Walikota” 

13 April 2026 | 16:47 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Indonesia (Himapsi) serta Sahabat Lingkungan (Saling) “memanas”. Massa aksi sempat menduduki kantor...

Read moreDetails
HEADLINE

Dumas “Mark Up” Pembelian Eks Rumah Singgah Rp14,5 Miliar: Kejari Siantar Periksa Sejumlah Pejabat Pemko

2 April 2026 | 15:23 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pengaduan masyarakat (Dumas) soal dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid 19 senilai Rp14,5 miliar yang disampaikan...

Read moreDetails
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Kabupaten Simalungun Berada di Kluster Performa Menengah Atas dengan Skor 3,56 dan Siap Melangkah Lebih Tinggi

16 Mei 2026 | 13:31 WIB
ANEKA RAGAM

STAI Samora Pematangsiantar Dukung Penuh Festival Anak Soleh Indonesia XIII

15 Mei 2026 | 19:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

IRT Meninggal Duduk dan Membusuk di Rumahnya, Dievakuasi Polsek Gunung Malela

15 Mei 2026 | 14:11 WIB
ANEKA RAGAM

Warga Heboh! Buaya Ditemukan di Tengah Jalan 

14 Mei 2026 | 21:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Lompat Tembok Rumah dan Kabur ke Ladang Ubi, Residivis Sabu Dibekuk Polsek Dolok Batu Nanggar

14 Mei 2026 | 20:30 WIB
ANEKA RAGAM

Krisis Kepercayaan Diri Mahasiswa Muslim di Era Digital: Analisis Ketergantungan Smartphone Dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer

14 Mei 2026 | 20:01 WIB
SEREMONIAL

Demi Peningkatakan Kemampuan Mahasiswa, STAI Samora Siantar Seminar “Public Speaking For Gen Z”

14 Mei 2026 | 08:59 WIB
ANEKA RAGAM

Kelompok Cipayung dan OKP di Siantar Tolak Hasil Musda KNPI XIV dan Desak Musda Luar Biasa

13 Mei 2026 | 22:35 WIB
ANEKA RAGAM

Meski Hujan Deras, Unjukrasa  di Kantor PLN Pematangsiantar Memanas

13 Mei 2026 | 16:55 WIB
ANEKA RAGAM

Simulasi Sispamkota : Personel Polres Siantar dan Pengunjukrasa Terlibat Bentrok  

13 Mei 2026 | 15:34 WIB
SEREMONIAL

Wisuda Lansia Dihadiri Walikota Siantar

13 Mei 2026 | 08:17 WIB
ANEKA RAGAM

PC FSP KEP SPSI Siantar Simalungun Demo di Depan Kantor Kanwil DJP Sumut II dan PT PLN Siantar

12 Mei 2026 | 21:41 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata