SIANTAR, SENTERNEWS
Masyarakat mulai ramai mengunjungi lapangan Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka Kota Siantar. Tujuannya untuk menukar lembaran uang nominal mulai Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5.000, Rp 2000 dan Rp 1000.
Kasir Bank Indonesia Cabang Pematang Siantar, Saut A Tambunan mengatakan, pelaksanaan penukaran uang melalui Kas Keliling itu selalu dilakukan setiap tahun saat menjelang hari besar keagamaan. Untuk tahun 2023, berlangsung mulai Senin (10/4/2023) sampai Kamis (13/4/2023). Selanjutnya dibuka lagi, Senin (17/4/2023) dan Selasa (18/4/2023).
Lokasi penukaran uang yang disebut KAS Keliling, selain di Lapangan Parkir Pariwisata, juga di pelataran Bank Indonesai Jalan H Adam Malik, Mega Land Jalan Sangnaualuh, Pasar Horas dan Pasar Parluasan. Untuk Kabupaten Simalungun, di Perdagangan, Beringin dan Tanah Jawa.
Penukaran uang itu bekerja sama dengan BRI, BSI, Bank Mandiri, Bank Sumut dan Mandiri Taspen. Terkait penukaran uang, masyarakat boleh mendaftar melalui website “pintar”. Saat melakukan penukaran, cukup hanya membawa identitas seperti KTP. Namun, untuk penukaran uang jumlahnya dibatasi.
“Penukaran uang pecahan Rp 20 ribu dibatasi hanya Rp 2 juta. Untuk lembaran Rp 10 ribu dibatasi sampai Rp 1 juta dan untuk pecahan Rp 5000 dibatasi sebanyak Rp 500 ribu, untuk Rp 2000 ribu sebanyak 200 ribu dan pecahan Rp 1000 dibatasi sampai Rp 100 ribu. Jadi total penukaran uang per orang Rp 3.800.000,” ujar Saut A Tambunan.
Dijelaskan, masyarakat yang paling banyak melakukan penukaran uang nomilal Rp 5000 dan Rp 2000. “Mungkin uang pecahan Rp 5000 dan Rp 1000 itu, untuk pengembalian uang kepada pembeli,” ujar Saut lagi.
Pantauan di lokasi penukaran uang, ada enam unit mobil berupa kas keliling dengan merek bank masing-masing. Setiap warga yang akan menukarkan uang dipersilahkan memilih bank mana untuk penukaran uangnya.
Ibu rumah tangga Hanisah (43) warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara mengatakan, penukaran uang yang difasilitasi Bank Indonesia itu sangat bermanfaat.”Saya menukar uang pecahan Rp 5000 dan Rp 2000 untuk keperluan jualan,” ujarnya.
Berbeda dengan pengakuan warga lainnya, menukar uang Rp 10 ribu dan Rp 5000 dengan jumlah total Rp 2 juta untuk persediaan Idul Fitri. “Ya, seperti biasa, kalau lebaran kita selalu bagi-bagi uang kepada anak-anak. Jadi, sekarang uangnya sudah ada. Tak perlu repot-repot lagi,” ujar seorang ibu rumah tangga. (In)






