Senter News
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Samro Himtihani Nasution

Samro Himtihani Nasution

Jangan Tunggu Kehilangan Untuk Berbakti Kepada Orang Tua

Penulis: Redaksi Senternews.com
16 Oktober 2026 | 08:57 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh: Samro Himtihani Nasution

Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian ketika kesempatan berbuat baik dan berbakti kepada orang tua telah berlalu dan penyesalan datang tanpa dapat mengembalikan waktu.

Banyak diantara kita yang mengalami hal tersebut. Tanpa sadar, kita sejak buaian ibu dan ayah, sampai dewasa lalai untuk berbakti. Hanya sekedar menanyakan kabar orang tua karena merasa sibuk dengan pekerjaan ataupun hidup masing-masing.

Kita sering baru menyadari betapa berharganya seseorang setelah kehilangan dirinya. Ketika orang tua masih hidup, kita merasa masih memiliki banyak waktu. Kita menunda mengunjungi mereka karena kesibukan.

Kita menunda menelepon karena pekerjaan. Kita terkadang menjawab pertanyaan mereka dengan nada tinggi karena merasa lelah. Kita bahkan bisa merasa terganggu ketika mereka terlalu banyak bertanya atau mengulang cerita yang sama.

Orang tua adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT hadirkan dalam kehidupan kita. Kehadiran mereka sering kali kita anggap sebagai sesuatu yang biasa. Kita terbiasa mendengar suara ibu, melihat wajah ayah, menerima nasihat mereka, dan merasakan perhatian mereka.

Karena sudah terbiasa, terkadang kita lupa bahwa semua itu adalah nikmat yang tidak selamanya Allah titipkan kepada kita.

Namun, ketika mereka telah tiada, semuanya berubah. Suara mereka tidak lagi terdengar. Tangan mereka tidak lagi dapat kita cium. Nasihat mereka tidak lagi dapat kita dengarkan secara langsung. Saat itulah penyesalan sering muncul.

Kita mungkin berkata dalam hati, “Seandainya dulu saya lebih sering datang,” .”Seandainya dulu saya lebih sering menelepon,”. “Seandainya dulu saya tidak membentak,” .”Seandainya dulu saya lebih banyak meluangkan waktu.”

Tetapi waktu tidak dapat kembali. Karena itu, jangan tunggu kehilangan untuk berbakti kepada orang tua.

Perintah Allah untuk Berbakti kepada Orang Tua

Islam memberikan kedudukan yang sangat tinggi kepada orang tua. Bahkan, Allah SWT  menyandingkan perintah berbuat baik kepada orang tua dengan perintah menyembah-Nya.

Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23).

Ayat ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua bukan sekadar tradisi atau kewajiban sosial. Birrul walidain merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

Allah kemudian memberikan penekanan khusus ketika orang tua memasuki usia lanjut: “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

Allah melarang perkataan yang sangat ringan, yaitu “ah”. Jika berkata “ah” saja dilarang, tentu membentak, memaki, merendahkan, atau menyakiti hati orang tua lebih patut kita hindari.

Pengorbanan orang tua tdak akan pernah selesai kita balas. Cobalah kita mengingat kembali masa kecil.

Ketika kita belum mampu berjalan, ibu menggendong kita. Ketika kita belum mampu makan sendiri, ibu menyuapi kita. Ketika kita sakit, orang tua merasa khawatir. Ketika kita menangis, mereka berusaha menenangkan. Ketika kita membutuhkan pendidikan, mereka berusaha memenuhi kebutuhan kita.

Seorang ayah mungkin bekerja sejak pagi hingga malam. Ia menanggung lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga. Seorang ibu mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengurus rumah dan anak-anak.

Mereka tidak selalu meminta balasan, mereka hanya ingin melihat anaknya tumbuh menjadi manusia yang baik.

Ketika kita masih kecil, orang tua memberikan waktunya untuk kita. Ketika mereka sudah tua, mungkin keadaan justru berbalik. Mereka membutuhkan waktu kita.

Dahulu mereka mengantar kita ke sekolah, sekarang mungkin kita yang harus mengantar mereka ke dokter.

Dahulu mereka membimbing kita ketika belajar berjalan, sekarang mungkin kita yang harus menggandeng tangan mereka ketika berjalan.

Dahulu mereka menjaga kita ketika sakit, sekarang mungkin mereka yang membutuhkan kita ketika tubuh mereka mulai lemah.

Inilah kehidupan, masa akan berubah karena itu, jangan merasa keberatan ketika orang tua membutuhkan perhatian kita.

Berbakti Tidak Selalu Berarti Memberikan Materi

Sebagian orang menganggap bahwa berbakti kepada orang tua hanya dapat dilakukan dengan memberikan uang atau memenuhi kebutuhan materi mereka. Padahal, berbakti memiliki makna yang jauh lebih luas.

Berbakti dapat dilakukan dengan berbicara lembut. Berbakti dapat dilakukan dengan mendengarkan cerita mereka. Berbakti dapat dilakukan dengan mengunjungi mereka. Berbakti dapat dilakukan dengan membantu pekerjaan mereka. Berbakti dapat dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga. Berbakti dapat dilakukan dengan memberikan perhatian. Berbakti dapat dilakukan dengan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.  Bahkan, tersenyum kepada orang tua dan menunjukkan kasih sayang juga merupakan bagian dari akhlak yang baik.

Tidak semua orang tua membutuhkan uang dalam jumlah besar. Terkadang yang mereka butuhkan hanya satu hal sederhana, kehadiran anaknya, mereka ingin melihat anaknya datang, mereka ingin mendengar suara anaknya, mereka ingin tahu bahwa anaknya masih mengingat mereka.

Maka, jika orang tua kita masih hidup, jangan hanya bertanya, “Apa yang bisa saya berikan kepada mereka?”.

Tanyakan juga: “Berapa banyak waktu yang sudah saya berikan untuk mereka?” Jangan Menunggu Mereka Tua untuk Mulai Berbakti, kita tidak pernah mengetahui berapa lama Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bersama orang tua.

angisan setelah kehilangan tidak dapat menggantikan kesempatan untuk berbakti ketika mereka masih hidup.

Mungkin kita pernah terlalu sibuk dengan pekerjaan, pendidikan, teman, atau urusan pribadi sehingga melupakan mereka. Membuat mereka kecewa dengan kata-kata dan perbuatan yang tanpa  sadar dilakukan.

Jika itu pernah terjadi, jangan biarkan kesalahan tersebut berlanjut. Jangan gengsi untuk mendatangi mereka,  mencium tangan mereka, minta maaf yang tulus.

Sebagai anak, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga hubungan dengan mereka selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat Allah.

Jika orang tua kita telah meninggal dunia, bukan berarti bakti kita kepada mereka berhenti. Kita masih dapat mendoakan mereka.

Allah SWT mengajarkan sebuah doa: “Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangiku ketika aku masih kecil.” (QS. Al-Isra’: 24)

Doa ini mengajarkan kepada kita bahwa hubungan seorang anak dengan orang tua tidak berhenti hanya karena kematian.

Selama kita hidup, kita dapat terus mendoakan mereka. Kita dapat memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sahabat mereka,  meneruskan kebaikan yang dahulu mereka ajarkan. Dan, kita dapat berusaha menjadi anak saleh yang membawa kebaikan bagi mereka.

Pada akhirnya, kita semua akan mengalami kehilangan, tidak ada orang tua yang hidup selamanya begitupun sebaliknya. Karena itu, jangan tunggu kehilangan untuk menyadari bahwa mereka berharga. Sebab ketika orang tua masih berada di samping kita, kita memiliki kesempatan yang tidak ternilai untuk menunjukkan cinta, penghormatan, dan rasa terima kasih.

Kelak, ketika mereka telah tiada, yang tersisa bukan lagi kesempatan untuk memperbaiki masa lalu, yang tersisa adalah doa, amal, dan kenangan. Maka selama Allah masih memberikan kesempatan, Berbaktilah hari ini, selagi mereka masih ada.

Penulis sendiri merasakan bahwa kehilangan orang tua, dalam hal ini seorang ayah, adalah rasa sakit yang tidak pernah benar-benar bisa dibayangkan sebelum  mengalaminya sendiri.

Ketika ayah masih ada, mungkin menganggap kehadirannya sebagai sesuatu yang biasa. Namun, setelah kepergiannya, barulah menyadari betapa berharganya suara, nasihat, senyum, dan kebersamaannya.

Ada kerinduan yang tak lagi bisa terobati dengan pertemuan, ada kata kata yang tak sempat terucap, dan ada kesempatan yang tak mungkin terulang.

Dari kehilangan ini, penulis belajar bahwa jangan pernah menunda berbakti kepada orang tua, sebab ketika mereka telah tiada, yang tersisa hanyalah kenangan, penyesalan, dan doa yang terus kita panjatkan. (Penulis: Dosen STAI SAMORA Pematangsiantar)

ShareSendShare

Berita Terkait

ANEKA RAGAM

Seser Titik Rawan Gangguan Kamtibmas, Polres Siantar Gelar KRYD Tiga Pilar

19 Oktober 2026 | 17:31 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, Polres Pematangsiantar, gelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Tiga Pilar di wilayah  Polres Pematangsiantar, Minggu...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Selama SLTA Sederajat Berlakukan PJJ, MBG Dihentikan

19 Oktober 2026 | 17:11 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berpotensi mengancam kesehatan,  Dinas Pendidikan Sumatera Utara berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh...

Read moreDetails
Pihak SBSI dan jukir
ANEKA RAGAM

Pengelolaan Parkir RS Vita Insani Siantar Diganti Sepihak, Jukir Tak Gajian

16 Oktober 2026 | 19:19 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Soal pengelolaan parkir Rumah Sakit (RS) Vita Insani Pematangsiantar yang pergantiannya  dinilai sepihak, bahkan tiba-tiba,  berdampak terhadap...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Rakor Pemko Pematangsiantar Soal Asap,  Siantar Siaga Darurat

16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena dampak sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin mengkhawatirkan, Pemko Pematangsiantar gelar rapat koordinasi (Rakor)...

Read moreDetails
Timbul Simanjuntak
ANEKA RAGAM

Kontrak PPPK Paruh Waktu Akan Diperpanjang, Tidak Masuk Kerja Dievaluasi

15 Oktober 2026 | 18:10 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS   Karena masa kontrak akan habis bulan November 2026, sebanyak 33 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lingkungan ...

Read moreDetails
Ketua Kosgoro 57 Pematangsiantar langsung turun membagikan masker
ANEKA RAGAM

Antisipasi Asap Karhutla, Kosgoro 57 Siantar Bagikan Ribuan Masker

15 Oktober 2026 | 17:03 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Prihatin dengan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah memasuki  Pematangsiantar dan mengancam kesehatan, Pimpinan Daerah Kolektif...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Seser Titik Rawan Gangguan Kamtibmas, Polres Siantar Gelar KRYD Tiga Pilar

19 Oktober 2026 | 17:31 WIB
ANEKA RAGAM

Selama SLTA Sederajat Berlakukan PJJ, MBG Dihentikan

19 Oktober 2026 | 17:11 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Keluhan Kepling kepada Kapolres Simalungun: Mulai Layanan 110, Pengurusan SIM, Remaja Ngelem, Balap Liar dan Kawin Siri  

19 Oktober 2026 | 09:03 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Mewakili Kapolda Sumut Hadiri Haul ke-17 TGB

18 Oktober 2026 | 09:35 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Polsek Bandar Huluan Temukan 4 Kardus Rokok Ilegal  

18 Oktober 2026 | 09:33 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Seriusi Perbaikan Jalan Penghubung Huta Bayu Raja–Bosar Maligas

17 Oktober 2026 | 19:42 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Banjir Genangi Badan Jalan di Bosar Maligas, Kapolsek dan Personel Turun Bantu Warga

17 Oktober 2026 | 08:47 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus KORMI Simalungun

16 Oktober 2026 | 21:12 WIB
SEREMONIAL

Kapolres Siantar Bersama Jajaran Gelar Sholat Jumat Keliling

16 Oktober 2026 | 20:51 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Coffee Morning Bersama Insan Pers, Wujudkan Polri Humanis

16 Oktober 2026 | 19:35 WIB
ANEKA RAGAM

Pengelolaan Parkir RS Vita Insani Siantar Diganti Sepihak, Jukir Tak Gajian

16 Oktober 2026 | 19:19 WIB
ANEKA RAGAM

Rakor Pemko Pematangsiantar Soal Asap,  Siantar Siaga Darurat

16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata