Senter News
Rabu, 1 April 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Imran Nasution

Imran Nasution

Ketika Musim Kampanye Telah Tiba…

Catatan: Imran Nasution

Penulis: Redaksi Senternews.com
7 Desember 2023 | 09:52 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Ketika  musim kampanye tiba mulai 28 Nopember 2023 sampai 75 hari ke depan atau empat hari sebelum masa pencoblosan 14 Februari 2024,  Alat Peraga Kampanye (APK) begitu mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Siantar.

Terlepas dari apakah berbagai APK  itu dipasang sesuai zona atau di luar zona yang ditentukan dan diketahui atau tidak diketahui Bawaslu sebagai pengawas Pemilu, keberadaaan APK itu membuat kota Siantar seperti kehilangan rona meski selama ini memang selalu buram.

Kalau dicermati, para Caleg dari berbagai partai politik beragam warna yang ditampilkan di APK, tiada yang berwajah cemberut, murung apalagi menangis seperti anak kecil tidak diberi jajan. Semua ceria dan tersenyum sampai tampak gigi.

APK itu, mulai dari poster yang diikat di tiang listrik dan dipaku di pepohonan serta lainnya. Baliho terpampang di bilboard berbayar di lokasi strategis agar mudah dikenali meski selama ini entah dimana.

Spanduk di lokasi-lokasi tertentu malah ada dipasang melintang di badan jalan.  Ada striker di angkutan umum atau mobil pribadi untuk dibawa-bawa sesuai arah kemana roda berputar. Ada pula kartu nama dan kaos bergambar orang pakai nomor, dan slogan untuk dibagikan per orang dengan diam-diam atau terang-terangan.

Ketika musim kampanye tiba, ada pertemuan terbatas bertemu Caleg di ruang tertutup tapi pintu dan jendela tetap boleh terbuka. Setelah bubar, para peserta antri menerima  uang transportasi dengan jumlah sama rata, jauh atau dekat.

Ketika musim kampanye tiba, ada pertemuan tatap muka di tanah lapang dengan  memobilisasi massa pakai uang bensin atau apapun namanya, plus nasi bungkus. Bahkan, kalau diberi bonus berlipat, ada nekat kepalanya dibotaki dan rambutnya disisakan untuk dibuat angka sesuai nomor partai politik yang berkampanye.

Ketika tiba massa kampanye melalui pertemuan terbatas atau tatap muka di lapangan terbuka, janji-janji menyuara melalui visi dan misi. Padahal, banyak massa tidak mendengar karena yang penting “cair” dan bisa berjoget ria diiringi musik dangdut menampilkan penyanyi  bohay atau bodi aduhay.

Ketika masa kampanye tiba, kelompok anak-anak muda penganguran menunggu order untuk dimobilisasi sampai berkali-kali juga tak masalah dan tak pandang apapun partai politiknya. Sehingga, punya banyak kaos meski berbahan bagai jaring nyamuk. Namun, setelah kampanye bubar, ada kaos dijadikan kain lap atau kesek kaki.

Padahal, kampanye pada dasarnya sebagai pendidikan politik dari partai politik yang diawasi Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi pemilih untuk mencoblos Caleg di bilik suara sesuai pasal 5 PKPU No 15 tahun 2023.

Sementara, para Caleg sangat amat berharap agar dipilih pada hari pencoblosan di bilik suara Pemilu 2024 mendatang. Sehingga, dapat duduk di jajaran kursi legislatif  sebagai anggota dewan meski itu sisa kursi.  Baik untuk jatah daerah, propinsi maupun pusat.

Saat musim kampanye tiba, tidak sedikit atau banyak yang bagi-bagi uang atau sembako  supaya disebut orang baik. Sehingga, kalau ada orang membagi dengan ikhlas untuk membantu yang membutuhkan, malah dipelesetkan seperti Caleg di musim kampanye.

Saat masa kampanye tiba, peredaran uang biasanya lebih banyak dibanding hari atau bulan biasa. Sehingga pelaku ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput tampak menggeliat. Karena makanan dan minuman seperti cendol, kacang goreng, jagung bakar dan cilok serta lainnya laku dijual di tepi kerumunan massa.

Belum lagi, sebelum atau saat kampanye tiba, percetakan APK begitu lincah menerima orderan dengan syarat uang bayar di depan. Kalau  ditagih usai kampanye apalagi selesai Pemilu, tentu susah. Terutama kepada Caleg yang tak dapat kursi, malah  akan diajak berantam.

KURSI ITU MAHAL

Antara musim kampanye yang biasanya berlangsung lima tahun sekali, tentu berbeda dengan musim durian yang bisa tiba dua kali dalam setahun. Namun, meski berbeda, analoginya bisa dihubung-hubungkan jadi terhubung.

Misalnya, ada anggapan kalau rakyat bertemu Caleg dan pemberiannya jelas atau lumayan, disebut harum. Harum seperti aroma durian matang jatuh dari pohon. Kalau pemberiannya tanggung, duriannya mengkal dan harumnya hanya selintas. Bahkan, kalau tidak memberi sama sekali, disebut seperti durian busuk.

Sekedar mengingatkan dan Caleg pasti banyak mengingat, jangan berharap ada mendapat durian runtuh untuk mendapatkan kursi di jajaran legislatif tanpa mengeluarkan biaya.  Sehingga, tidak jarang ada Caleg berani gadaikan asset untuk biaya dan itu dianggap seperti berjudi. Kalau menang atau memperoleh kursi, tentu bersyukur asset bisa ditebus lagi. Tapi kalau kalah tumpur.

Masalahnya, kursi itu mahal. Kalau pun  ada kursi yang murah, tentu yang tidak empuk dan tidak bisa berputar seperti kursi anggota dewan yang membuat mata jadi ngantuk. Atau kursi yang murah itu, kursi rewot. Saat diduduki langsung ambruk karena empat kaki kursi patah sebelum digunakan.

Sekedar mengingatkan, setelah masa kampanye usai dan hari pencoblosan semakin dekat, biasanya atau bukan mustahil  ada melakukan serangan fajar atau serangan subuh bahkan serangan pagi untuk membagi uang secara praktis kepada pemilih sebelum mendatangi Tempat Pemilihan Suara (TPS).

Sekedar diingatkan lagi, setelah masa kampanye usai dan hari pencoblosan juga selesai dan  dilakukan perhitungan suara, akan banyak Caleg yang susah tidur menunggu hasil rekapitulasi suara. Apalagi lengah sedikit akan diserempet dan kursi yang sudah di depan mata bisa digeser ke tempat lain.

PENUTUP

Wahai para Caleg, meski sudah berusaha tapi belum rezeki, jangan cari kambing hitam karena kambing hitam banyak lari masuk hutan untuk bersembunyi. Kemudian, jangan berjalan sendiri sambil menendang-nendang kaleng rombeng sampai tak ingat pulang.

Ingat, orang-orang tua dulu yang bukan tua karena dikarbit mengatakan, kalau sudah garis tangan, rezeki tidak akan tertukar! (Penulis jurnalis berdomisili di Siantar) 

ShareSendShare

Berita Terkait

Pelatihan Keamanan Pangan (PKP) relawan SPPG
ANEKA RAGAM

Sempat Dihentikan BGN, 4 SPPG Penyedia MBG di Siantar Mulai Beroperasi

1 April 2026 | 08:09 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Empat unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang operasional sempat diberhentikan Badan Gizi...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Lakukan Kekerasan dan Rusak Barang Lansia, Oknum Pegawai RS Harapan Dituntut 5 Bulan Penjara

31 Maret 2026 | 16:59 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Oknum pegawai Rumah Sakit (RS), Harapan Kota Siantar, terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Kota Siantar. Pasalnya,...

Read moreDetails
Istri yang wajahnya disayat sang suami
ANEKA RAGAM

Suami “Sadis” Sayat Wajah Sang Istri, Berujung ke Polisi   

31 Maret 2026 | 16:58 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Karena mendapat penganiayaan dari suami berinisial An (28), sang istri YA (27) warga Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar...

Read moreDetails
Mobil Damkar
ANEKA RAGAM

Rumah Praktek Bidan Nyaris Terbakar

30 Maret 2026 | 20:44 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Rumah praktek bidan  Hj Nurhayati Nasution (44) berlantai dua di Jalan Purba Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat,...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Gapura Kelurahan Kristen Ambruk  Ditabrak  Truk

30 Maret 2026 | 18:00 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Pengendera sepeda motor, berinisial IH (40) mengalami luka pada bagian kaki akibat terkena gapura yang ditabrak truk Fuso...

Read moreDetails
Zainal Siahaan salami Walikota didampingi Wakil Walikota
ANEKA RAGAM

Rangkaian Apel Gabungan, Walikota Siantar Serahkan SK Pensiun ASN

30 Maret 2026 | 15:50 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Siantar dengan Walikota Siantar Wesly Silalahi sebagai pembina, dirangkai  dengan penyerahan...

Read moreDetails

Berita Terbaru

NASIONAL

Diskusi KN-LWF Indonesia, GMKI PSS, AMAN Tano Batak: “Pemuda Untuk Hutan, Hutan Untuk Masa Depan”

1 April 2026 | 17:23 WIB
ANEKA RAGAM

Sempat Dihentikan BGN, 4 SPPG Penyedia MBG di Siantar Mulai Beroperasi

1 April 2026 | 08:09 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Maling  Meteran Ditangkap Polsek Balata 

1 April 2026 | 08:08 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Puting Beliung Hantam Karang Anyar Simalungun, Puluhan Rumah Rusak & 1 Warga Luka Berat

1 April 2026 | 08:07 WIB
ANEKA RAGAM

Lakukan Kekerasan dan Rusak Barang Lansia, Oknum Pegawai RS Harapan Dituntut 5 Bulan Penjara

31 Maret 2026 | 16:59 WIB
ANEKA RAGAM

Suami “Sadis” Sayat Wajah Sang Istri, Berujung ke Polisi   

31 Maret 2026 | 16:58 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Saat Hujan Tiba Sampai Dini Hari, Kapolsek Tanah Jawa Tangani Pohon Tumbang di Jalan Tanah Jawa-Siantar

31 Maret 2026 | 09:30 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Polres Simalungun: Medsos Bukan Tempat Adu Emosi, Bijaklah Sebelum Bagi Informasi!

31 Maret 2026 | 09:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Sekitar 24 Jam: Tiga Pria Pembobol Rumah Polwan Dibekuk Polsek Bangun

31 Maret 2026 | 09:29 WIB
ANEKA RAGAM

Rumah Praktek Bidan Nyaris Terbakar

30 Maret 2026 | 20:44 WIB
ANEKA RAGAM

Gapura Kelurahan Kristen Ambruk  Ditabrak  Truk

30 Maret 2026 | 18:00 WIB
ANEKA RAGAM

Rangkaian Apel Gabungan, Walikota Siantar Serahkan SK Pensiun ASN

30 Maret 2026 | 15:50 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata