SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Susana di kawasan Pekan Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, ricuh. Pasalnya seorang pria berinisial RAF (35) yang disebut sebagai maling HP tampak bonyok Dimassakan, Minggu sore (08/03/2026).
Informasi yang dihimpun, pelaku awalnya terperogok mencuri dua unit ponsel di dalam toko pakaian milik seorang wanita. Namun, kejadian itu langsung diketahui pemilik toko berinisial EH (42) yang baru keluar dari kamar mandi.
Melihat pelaku mengambil dua unit HP dari atas meja. pemilik toko itu langsung berteriak sambil mengejar pelaku hingga akhirnya mengundang perhatian warga sekitar.
Entah karena panik atau memang tak sempat kabur, RAF akhirnya menyerahkan kembali kedua ponsel itu kepada EH. Namun, meski pelaku sudah diamankan, warga lainnya sempat menghujani pelaku dengan pukulan dan tendangan.
Namun, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, untung personel Polsek Perdagangan tiba di lokasi dan langsung memisahkan RAF dari kepungan massa yang sudah emosi. Pelaku akhirnya berhasil diamankan tanpa insiden lebih lanjut.
Kapolsek Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor SH MH., saat dikonfirmasi pada Senin malam (09/03/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, membenarkan seluruh kejadian tersebut.
“Anggota kami datang tepat waktu. Situasi massa sudah mulai tidak terkendali karena emosi melihat perbuatan pelaku. Kami segera mengamankan pelaku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” beber
Kapolsek Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor SH MH, Senin malam (09/03/2026).
Dijelaskan, dua ponsel yang berhasil dicuri RAF bernilai Rp3 juta. Masing-masing, Samsung Galaxy A16 warna hitam, dan iPhone 15 warna hitam-pink.
Sementara, kejadian itu sudah dilaporkan korban dan setelah melakukan plah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi, pelaku langsung diamankan ke Polsek Perdagangan.
“Pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. Kami harap masyarakat tetap mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian dan tidak main hakim sendiri,” ungkap Kapolsek.
Sementara, kasus tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga barang berharga, sekaligus membuktikan bahwa kehadiran aparat yang cepat dan responsif dapat mencegah situasi dari berkembang menjadi lebih berbahaya. (In)






