Oleh : M Azrim Karim SH MH
Momen pergantian tahun bukan sekedar seremoni kalender, melainkan ruang untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri) yang mendalam.
Saat ini kita berada di gerbang tahun yang baru. Dalam perspektif keislaman, pergantian tahun harus dimaknai sebagai sarana peningkatan kualitas diri, hal yang harus diingat kembali sebagai alarm yakni tentang jatah usia kita di dunia.
Karena itu, momentum ini adalah saat yang tepat untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri). Islam juga mengajarkan bahwa menyusun rencana perbaikan diri adalah bentuk ikhtiar untuk menjadi hamba yang lebih dicintai Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hasyr ayat 18 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”
Ayat ini adalah perintah tegas bagi kita kembali melihat ke belakang untuk (evaluasi) kehidupan yang dijalankan sebelumnya sebagai sarana untuk menyusun strategi ke depan (perencanaan).
Menyusun rencana perbaikan diri adalah bentuk ikhtiar untuk menjadi hamba yang lebih dicintai Allah SWT.
Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai patron untuk merefleksi diri dan menyusun rencana awal tahun berbasis nilai-nilai Islam:
1.Muhasabah:
Menilai Masa Lalu dengan Kejujuran: Sebelum melangkah ke depan, tengoklah ke belakang. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk bekal setelah mati” (HR. Tirmidzi).
Evaluasi Ibadah: Apakah shalat lima waktu sudah tepat waktu dan khusyuk? Bagaimana kedekatan dengan Al-Qur’an di tahun lalu?
Evaluasi Akhlak: Bagaimana hubungan kita dengan orang tua, keluarga, dan tetangga? Apakah lisan kita masih sering menyakiti orang lain?
Evaluasi Amanah: Sudahkah kita menjalankan tanggung jawab pekerjaan atau studi dengan integritas?
2.Meluruskan Niat (Tajdidun Niyat):
Rencana sehebat apa pun akan hampa tanpa niat yang benar. Pastikan setiap target di tahun 2026 diniatkan untuk beribadah kepada Allah (Lillahi Ta’ala). Misalnya, ingin sehat agar bisa lebih kuat beribadah, atau ingin sukses finansial agar bisa lebih banyak bersedekah.
3.Menyusun Target yang Terukur (Istiqomah):
Islam sangat mencintai amalan yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit. Dalam menyusun rencana, gunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) yang diselaraskan dengan syariat:
Peningkatan Spiritual: Menargetkan satu hari satu halaman Al-Qur’an atau konsisten melakukan shalat tahajud dua rakaat seminggu sekali.
Pembersihan Hati: Berkomitmen untuk mengurangi ghibah (menggunjing) dan memperbanyak istighfar.
Pengembangan Diri: Mempelajari ilmu agama melalui kajian rutin atau membaca literatur Islam yang kredibel di situs seperti Rumaysho atau Muslim.or.id.
4.Tawakal dan Doa sebagai Puncak Ikhtiar:
Setelah rencana tersusun rapi, langkah terakhir adalah menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Perencanaan adalah tugas manusia, sedangkan takdir adalah hak prerogatif Allah.
Doa: Jangan lupa memohon keteguhan hati. Gunakan doa yang diajarkan Nabi: “Ya Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbii ‘Ala Diinik” (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).
Aksi: Segera mulai tanpa menunda (taswif). Mulailah dari hal terkecil hari ini juga.
Ingatlah, sebaik-baik rencana adalah rencana yang diniatkan karena Allah. Dan sehebat apa pun rencana kita, jangan pernah melupakan kekuatan doa dan tawakal. Kita merencanakan, dan Allah-lah yang menentukan. Namun, Allah sangat mencintai hamba-Nya yang berusaha memperbaiki diri (mujahadah). Semoga di tahun 2026 ini, Allah memberikan kita kekuatan untuk istiqomah, hati yang lebih bersih, dan amal yang lebih berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya.
Marilah kita sadari bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri adalah hidayah yang mahal. Tidak semua orang diberikan umur sampai hari ini. Maka, jadikanlah rencana-rencana kebaikan yang telah kita susun sebagai bukti syukur kita atas umur yang diberikan.
Mulailah perbaikan dari hal yang paling kecil, namun dilakukan secara konsisten (istiqomah). Karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang rutin meskipun sedikit. Marilah kita berdoa kepada Allah agar tahun 2026 ini menjadi tahun kemenangan bagi iman kita, tahun keberkahan bagi keluarga kita, dan tahun kejayaan bagi umat Islam. (Penulis: Dosen STAI SAMORA Pematangsiantar)






