SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Hanya sekitar 7 jam, kematian Chu Wen Lee Simanjuntak (37) yang sempat dinilai misterius, berhasil diungkap Polres Simalungun. Bahkan pelakunya sebagai teman korban sendiri, berhasil diamankan.
Diinformasikan, korban ditemukan mengapung di irigasi atau bondar Sipangan Bolon, Nagori Pulo Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Setelah temuan itu, personel Polsek Tanah Jawa langsung melakukan penyelidikan,” kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Jumat sore (13/2/2026).
Dijelaskan, Selasa malam (10/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, korban bersama pelaku BS (42) dan saksi RS berangkat bersama mengendarai dua unit sepeda motor ke Cafe Situmorang di Nagori Pulo Bayu.
Sesampai di cafe, mereka memesan minuman tuak dan tiga pasang bir. Minum bersama sekitar dua jam atau sampai pukul 01.30 WIB, Rabu (11/2/2026). Selanjutnya, muncul masalah karena korban bertanya dan meminta kunci sepeda motornya kepada pelaku.
Sementara, kunci motor itu sejak awal ada pada korban sendiri. Karena tersinggung, pelaku yang emosi mengambil botol bir hitam dari atas meja.
Botol yang masih berisi bir seperempat botol itu dipukulkan ke kepala korban. Selain botol bir pecah, kepala korban juga berdarah. Selanjutnya, saksi JS sebagai pemilik cafe berusaha melerai dan menyuruh korban pulang ke rumahnya.
Dengan kondisi berdarah, korban pergi mengendarai sepeda motornya dan kehilangan kesadaran. Pukul 06.50 WIB, Rabu pagi, Unit Lantas Polsek Tanah Jawa mendapat informasi adanya kecelakaan lalu lintas di jalan umum Huta III Pulo Bayu.
IPDA Okto Silitonga bersama Aipda Hengki Tambunan langsung menuju TKP sekitar pukul 08.00 WIB. di TKP korban sudah diangkat warga dari irigasi. Di atas bahu jalan pinggir parit, ditemukan juga satu unit sepeda motor Revo BK 6160 LT warna hitam dalam kondisi rusak.
Sementara, ditemukan bekas benturan di tebingan tanah dan serpihan kap sepeda motor. Setelah melakukan cek dan olah TKP, mengamankan sejumlah barang bukti dan mengambil keterangan saksi-saksi, korban dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih untuk autopsi.
“Berdasarkan simulasi dari keterangan-keterangan saksi, setelah korban dipukul pakai botol pulang ke rumah mengenderai sepeda motor dalam kondisi kepala berdarah dan kehilangan kesadaran sehingga terjatuh di pengairan sawah sekitar TKP,” ungkap AKP Verry.
Dari hasil penyelidikan, pada hari yang sma, BS sebagai pelaku diamankan di rumahnya,di Kelurahan Huta Bayu. Korban diketahui meninggalkan seorang istri.
Tersangka BS, kini ditahan dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polres Simalungun akan segera melaksanakan gelar perkara untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
“Kasus itu menjadi pengingat tragis bagaimana momen kebersamaan yang seharusnya menyenangkan bisa berakhir dengan tragedi akibat kesalahpahaman sepele dan emosi yang tidak terkontrol,” kata AKP Verry Purba mengakhiri. (In)






