Senter News
Senin, 23 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Warga yang menemui lurah

Warga yang menemui lurah

Orang Miskin Dipermainkan Soal Bansos

Penulis: Redaksi Senternews.com
2 Februari 2024 | 19:43 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR,SENTER NEWS

Soal penyaluran bantuan sosial (Banasos) dari pemerintah di Kota Siantar  ternyata menuai permasalahan karena terindikasi dimanfaatkan untuk kepentingan politik  jelang Pemilu 2024 yang disebut-sebut  melibatkan Lurah maupun RT.

Akibatnya, orang miskin yang sebelumnya sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bansos banyak diabaikan.  Terbukti, sejumlah masyarakat sebagai KPM tidak diberi undangan mengambil beras dari Kantor Pos sebagai program Badan Pangan Nasional (Bapanas) di kantor  Lurah  Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, Jumat (2/2/2024).

Ketika diselusuri lebih jauh lagi, penyebab warga tidak menerima undangan itu karena beberapa hal.  Antara lain,  bagi KPM yang sudah tercantum sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kemudian, ada yang tidak diberi undangan  karena ikut unjuk rasa bersama mahasiswa beberapa hari lalu ke Kantor Walikota.

“Saya dan beberapa orang warga tidak diberikan undangan. Kalau katanya yang menerima undangan untuk mengambil beras yang tidak masuk program PKH maupun BNPT, tapi ada juga yang masuk PKH atau BNPT, justru mendapat undangan,” kata ibu rumah tangga boru Pasaribu berstatus janda anak tiga.

Sementara, bagi masyarakat yang ikut berunjukrasa sebelumnya sudah diintimidasi bahwa namanya akan dicoret sebagai penerima Bansos. Sedangkan alasan masyarakat ikut unjukrasa,  karena dipaksa membeli sembako dari E Warung. Sementara, sembako dari E Warung itu tidak sesuai kebutuhan dan kualitasnya  juga rendah.

“Ini saya sudah bawa Kartu Keluarga. Katanya saya tidak termasuk sebagai penerima beras karena ikut unjuk rasa,” kata ibu rumah tangga lainnya didampingi beberapa warga di depan kantor Lurah Martoba.

Selanjutnya, warga yang tidak mendapat undangan untuk mengambil beras tersebut melihat Lurah  Martoba, Ade Kurnia Harchan yang datang ke kantornya. Kemudian, mempertanyakan masalah yang mereka hadapi.

Setelah melakukan dialog, Lurah akhirnya meminta Kartu Keluarga (KK) asli yang dibawa warga. Kemudian,  mengatakan bahwa masyarakat yang tidak menerima undangan itu  akan diteliti lagi. Kalau namanya ada tercantum maka akan diberi undangan.

Saat sejumlah awak media langsung konfirmasi kepada Lurah Martoba, Ade Kurnia Harchan,  sempat membenarkan bahwa warga yang sudah masuk program BNPT dan PKH tidak berhak mendapatkan beras melalui program Bapanas itu.

Namun, ketika dijelaskan ada warga yang masuk BNPT dan PKH tetap menerima undangan untuk mengambil beras di Kantor Pos sebanyak 10 Kg, Mingu (11/2/2024), Lurah seperti berkelit akan meneliti nama-nama tersebut.

“Kalau soal data, kita menerima dari Kantor Pos,” ujarnya sembari mengaku bingung   mengapa ada warga yang sebelumnya ada mendapatkan beras tetapi untuk bulan Februari ini tidak dapat.

Kemudian, dikatakan juga ada warga dari kelurahan lain yang justru datang ke Kelurahan Martoba dan ada nama yang ganda tetapi alamatnya berbeda. Dikatakan juga, selama ini  tidak ada perbaikan data yang jumlahnya sebanyak 722 Kepala Keluarga.

Namun,  kalau nama warga tidak terdaftar sebagai penerima beras tetapi sebelumnya memang selalu mendapatkan berass itu, pihak kelurahan dapat mengeluarkan surat keterangan  sebagai solusi untuk dibawa ke Kantor Pos.

Suasana di dalam kantor lurah

Ketika dikonfirmasi lagi ada warga yang tidak menerima undangan karena turut unjuk rasa beberapa hari lalu, Lurah mengatakan tidak ada intimidasi. Namun, mengaku ingin mengetahui siapa saja warga yang ikut unjuk rasa itu.

“Ya, saya ingin mengetahui siapa saja warga yang ikut unjuk rasa. Tujuannya ingin bertanya apa tujuan warga melakukan unjukrasa,” kata Lurah yang juga mengaku belum mengetahui nama warga yang ikut unjukrasa tersebut.

Kemudian, kalau alasan warga yang berunjukrasa karena harus membeli sembako dari E Warung, Lurah mengatakan ketentuannya memang demikian.  Kemudian, ketika dikatakan bahwa E Warung sudah dihapus sesuai  Surat Edaran dari Kementrian Sosial, Lurah tidak mengetahuinya.

Namun soal E-Warung dikatakan sesuai petunjuk dari Dinas Sosial yang mengeluarkan izin untuk E-Warung yang dikelola relawan kelurahan.

Sementara, di kelruahan lain, mencuat masalah bahwa pembagian Bansos terindikasi dimanfaatkan untuk kepentingan politik  menuju Pemliu, dibenarkan warga dari Kecamatan Siantar Martoba.  Masalahnya, saat menerima undangan dari pihak Kelutrahan, ada yang melampirkan kartu nama salah seorang Caleg dari partai politik tertentu.

“Kita mendapatkan bukti adanya kartu nama seorang Caleg itu dan sudah kita dokumentasi,” ujar warga sembari mengatakan bahwa mereka diarahkan untuk memilih Caleg  sesuai dengan kartu nama tersebut.

Masalah pembagian Bansos tersebut ternyata sudah sampai kepada Komisi I DPRD Siantar yanag menanangani masalah sosial. Untuk itu, pihaknya akan mempelajri masalah dimaksud untuk memanggil camat yang juga menyertakan Lurah.

“Ya, kita akan melakukan rapat internal di Komisi I dulu dalam rangka menanggapi munculnya masalah soal pembagian Bansos itu,” kata Ketua Komisi I, Andika Prayogi Sinaga. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, Resmi Diserahkan DPRD Siantar ke  Kejagung  

5 Maret 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siantar, resmi...

Read moreDetails
Juru Bicara  Fraksi DPRD Siantar
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Rp 14,5 Miliar, Mayoritas Fraksi Setuju ke Kejagung

26 Februari 2026 | 22:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar yang...

Read moreDetails
Pansus serahkan hasil kerja kepada pimpinan DPRD S|iantar
HEADLINE

Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Menyalahi & Pansus DPRD Siantar Minta Disampaikan ke Kejagung

26 Februari 2026 | 14:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait  pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar lebih yang dilakukan Pemko Siantar diminta  agar dilaporkan kepada...

Read moreDetails
HEADLINE

Meski Kenaikan NJOP 1.000 Persen Sudah Ditinjau, Malah Ada Tambah Naik

13 Februari 2026 | 08:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari hasil peninjauan kembali terkait kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (JOP) yang dilakukan Pemko Siantar, ada yang mengalami...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Perempuan Warga Siantar Timur Meninggal Ditabrak Kereta Api

22 Maret 2026 | 19:12 WIB
ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Halaman Kantor Bupati

22 Maret 2026 | 08:54 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata