SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Di tengah suasana penuh kekhidmatan di bulan Ramadhan, ancaman informasi palsu atau hoaks justru kian marak berseliweran di media sosial. Untuk itu, Polres Simalungun turun melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat agar lebih bijak bermedia sosial, Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan tersebut menurut Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, bagian dari komitmen Polri melayani dan melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan fisik. “Termasuk juga dari bahaya kejahatan digital yang kian nyata,” katanya, Sabtu (21/02/2025).
Saat sosialisasi, Humas Polres Simalungun mengingatkan masyarakat bahwa di era serba cepat seperti sekarang, informasi datang tanpa jeda, dari pagi hingga larut malam. Dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya, dari satu unggahan ke unggahan berikutnya. Sayangnya, kecepatan penyebaran informasi ini tidak selalu diimbangi dengan keakuratan isinya.
“Tidak semua yang viral itu benar. Justru banyak informasi yang cepat menyebar karena mengandung unsur provokatif, sensasional, atau menyentuh emosi. Masyarakat perlu diajak untuk berhenti sejenak sebelum menekan tombol bagikan,” ucap AKP Verry Purba.
Polres Simalungun mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat, untuk menerapkan langkah-langkah sederhana dalam menyaring informasi.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri. Tahan juga jari kita dari ikut-ikutan menyebar informasi yang belum kita pastikan kebenarannya. Ini bukan soal takut hukum saja, tapi soal tanggung jawab kita sebagai warga yang baik,” tutur AKP Verry Purba.
Polres Simalungun menegaskan, pihaknya akan terus aktif melakukan sosialisasi di berbagai titik di wilayah Kabupaten Simalungun selama bulan Ramadhan.
Masyarakat yang memiliki pertanyaan atau ingin melaporkan konten yang diduga hoaks dapat langsung menghubungi Polres Simalungun melalui saluran komunikasi resmi yang tersedia.
“Ingat, jadi netizen cerdas bukan hal yang sulit. Cukup Baca- Cek-Pikir – Baru Sebar,” ujar AKP Verry Purba. (In)






