SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Polres Simalungun melalui Polsek jajaran melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan di SPBU yang ada di wilayah hukum Polres Simalungun. Tujuannya untuk memastikan stok BBM aman serta menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Belanjalah secukupnya sesuai kebutuhan karena stok kebutuhan pokok maupun BBM secara umum masih terjamin aman,” ucap Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Sabtu (07/03/2026).
Selain melakukan pengamanan di area SPBU, personel kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur antrean kendaraan untuk mengantisipasi kemacetan maupun potensi kecelakaan lalu lintas.
Polres Simalungun juga mengimbau masyarakat agar mengatur waktu melakukan pengisian BBM agar tidak menumpuk pada jam-jam tertentu. Tetapi mengisi BBM di luar jam sibuk sehingga antrean bisa lebih terurai dan pelayanan di SPBU bisa berjalan lebih cepat.
Pengamanan SPBU ini dilakukan personel Polsek yang didukung Polres Simalungun dan dibagi dalam tiga regu tugas. Setiap regu dipimpin oleh perwira pengawas serta pengendali wilayah guna memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur.
Sementara, pengawasan internal juga dilakukan Seksi Propam Polres Simalungun untuk memastikan seluruh personel yang bertugas menjalankan tugas secara profesional.
Terpisah, Kapolsek Bangun AKP Hengky Siahaan SH mengatakan, kehadiran polisi di SPBU merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat sekaligus upaya mencegah potensi gangguan keamanan.
“Personel kami turun langsung untuk melakukan monitoring dan pengamanan di SPBU. Selain memastikan situasi tetap tertib, kami juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap tenang saat mengisi BBM,” ungkap AKP Hengky Siahaan.
Dijelaskan, kepanikan masyarakat sering kali dipicu oleh informasi yang belum tentu benar. Karena itu, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas. Hindari membeli BBM atau kebutuhan lain secara berlebihan karena hal tersebut justru bisa memicu antrean panjang dan kepanikan di masyarakat,” jelasnya.
Terkait dengan monitoring, petugas kepolisian melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi 15 SPBU yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Simalungun.
Di antaranya SPBU Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa, Huta Bayu Kecamatan Hutabayu Raja, Janggar Leto Kecamatan Panombean Pane, dan Sinaksak Kecamatan Tapian Dolok.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di SPBU Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Naggar, Perdagangan Kecamatan Bandar, Kerasaan Kecamatan Pematang Bandar, Perlanaan Kecamatan Bandar, serta Sondi Raya Kecamatan Pematang Raya.
Monitoring juga mencakup dua SPBU di kawasan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, yakni SPBU Parapat I dan SPBU Parapat II, serta SPBU Balata Kecamatan Jorlang Hataran, SPBU Jalan Asahan Kecamatan Siantar, hingga SPBU AKR Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, petugas masih menemukan adanya antrean kendaraan masyarakat yang hendak mengisi BBM di beberapa SPBU. Namun kondisi tersebut masih dalam batas normal dan tetap terkendali.
“Memang ada beberapa SPBU yang terlihat antrean kendaraan, namun situasinya masih tertib dan terkendali. Dari hasil pengecekan kami di lapangan, stok BBM di seluruh SPBU wilayah hukum Polres Simalungun masih dalam kondisi aman,” ujar AKP Hengky Siahaan.
Hingga berakhirnya kegiatan monitoring pada Sabtu malam, situasi di seluruh SPBU yang berada di wilayah hukum Polres Simalungun dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif. (In)






