SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Rentetan dua peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah, bangunan gereja, sekolah, serta kendaraan di wilayah hukum Polsek Dolok Panribuan dan Polsek Tanah Jawa, dengan total kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta, harus membuat masyarakat semakin waspada.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang SH SIK MM. Pasalnya, sebagian besar kejadian kebakaran dipicu faktor kelalaian dan masalah teknis, seperti korsleting listrik dan penggunaan tabung gas yang tidak aman.
Dengan adanya rentetan peristiwa kebakaran itu, Polres Simalungun berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Karena, kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,
“Kewaspadaan adalah kunci utama pencegahan,” kata AKBP Marganda Aritonang, ” kata Kapolres, Rabu (04/02/2026), sembari menyampaikan keprihatinan atas rentetan peristiwa kebakaran tersebut.
Kapolres menegaskan beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan masyarakat. Antara lain, warga diminta rutin memeriksa kondisi kabel listrik di rumah, memastikan tidak ada kabel terkelupas atau sambungan yang tidak standar.
Penggunaan stop kontak bertumpuk harus dihindari karena berpotensi menimbulkan panas berlebih yang memicu korsleting. Masyarakat diminta memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi baik sebelum digunakan.
Regulator harus terpasang dengan benar dan selang gas tidak bocor dan tidak meninggalkan kompor saat masih menyala. Kemudian, masyarakat diminta segera melapor ke pihak kepolisian atau pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran sekecil apa pun.
“Semakin cepat dilaporkan, semakin kecil potensi api meluas dan menimbulkan kerugian besar,” ucapnya.
Diinformasikan, rentetan kebakaran di kabupaten Simalungun, pertama di Dusun III Simpang Sosor, Nagori Saribu Jawa, Kecamatan Dolok Panribuan, Selasa malam (03/02/2025) sekitar pukul 23.10 WIB.
Peristiwa ini menghanguskan satu unit Gereja GPdI Betlehem, satu unit bangunan gereja lama, satu unit gedung TK/PAUD Betlehem, serta satu unit mobil minibus Carry milik Pdt. Hotmarisi Fernon Pakpahan.
Kapolsek Dolok Panribuan IPTU Ponijan Damanik SH menjelaskan, hasil olah tempat kejadian perkara bersama Tim Inafis Polres Simalungun, kebakaran diduga dipicu oleh api dari kompor masak yang menyambar tabung gas hingga terjadi ledakan.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp400 juta. Polisi juga memastikan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun konflik sosial di balik kejadian tersebut.
Kebakaran kedua, di Huta 2 Nagori Raja Maligas I, Kecamatan Hutabayu Raja, wilayah hukum Polsek Tanah Jawa, Selasa sore, (03/02/2026), sekitar pukul 19.30 WIB. Api melalap rumah semi permanen milik Nursaida boru Tampubolon (76), serta merambat ke dua rumah di sebelah kiri dan kanan milik Relly Sitanggang dan Mohammad Irfan.
Kapolsek Tanah Jawa KOMPOL Banuara Manurung SH mengatakan, kebakaran diketahui saat korban terbangun dari tidur di kamar dan melihat percikan api yang cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Akibat kebakaran itu, rumah utama korban mengalami kerugian sekitar Rp130 juta, sedangkan dua rumah lain masing-masing sekitar Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun tiga keluarga terdampak secara langsung. (In)






