Senter News
Sabtu, 21 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Pedagang rojer di Pasar Horas

Pedagang rojer di Pasar Horas

Pakaian Eks Luar Negeri Dilarang Masuk, Pedagang Rojer Sedih  

Penulis: Redaksi Senternews.com
18 November 2025 | 08:50 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTERNEWS

Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perdagangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa melarang pakaian eks luar negeri (Ballpress) masuk ke Indonesia, membuat para pedagang  rojer (pakaian eks luar negeri) di Kota Siantar bersedih.

“Larangan pakaian eks luar negeri masuk ke Indonesia, sangat  menyedihkan. Karena, ini sudah menjadi sumber pencarian menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak,” kata Boru Situmorang, pedagang roger di Pasar Horas Siantar, Selasa (18/11/2025).

Dijelaskan, saat ini,  ballpress yang dijual pedagang, berasal dari Bandung Jawa Barat. Sudah jarang sekali dari Tanjung Balai. Selain harganya mahal, ditambah lagi dengan biaya transportasi maupun biaya lain-lain termasuk soal pengamanan di jalan.

Karenanya, bukan saja pedagang roger harus menambah modal. Lebih dari itu para agen ballpress semakin berkurang dan membuat pedagang kesulitan mendapatkan pakaian eks luar negeri tersebut untuk dijual.

“Biasanya, menjelang Natal dan Tahun Baru barang agak sulit. Tapi, sekarang, bukan hanya sulit tapi juga mahal,”  kata Boru Situmorang sembari mengatakan, soal razia pakaian eks luar negeri memang sudah tidak pernah lagi dilakukan pada dua tahun terakhir.

Dijelaskan, berjualan roger juga dapat menekan tingkat pengangguran. Masalahnya, setelah  anak-anak tamat SMA atau ada  putus kuliah, tidak sedikit di antara mereka berjualan pakaian eks luar negeri karena sulitnya mencari pekerjaan.

Karena itu, pemerintah diharap membuat kebijakan yang dapat membantu pedagang rojer. Harapan itu juga disampaikan para pedagang roger di Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan. Apalagi saat ini ballpress semakin terbatas masuk ke Siantar.

“Yang saya jual ini hanya sisa-sia ball  lama. Padahal, kalau sebelum-sebelumnya seperti menjelang Natal dan Tahun Baru, tetap bisa mendapatkan ball walaupun harganya  agak naik,” kata pedagang Boru Hutabarat.

Karena persediaan barang terbatas, harga menjadi naik dan penjualan juga berkurang. “Kalau begini terus, mau makan apa kami dan apakah anak-anak kami harus putus sekolah atau putus kuliah?” tanya pedagang lainnya.

Sementara, ada pedagang berpendapat, pelarangan ballpres masuk ke Indonesia terindikasi berbau politik “dagang”. Dengan adanya pelarang, barang menjadi langka dan harganya mahal. Paling diuntungkan hanya para saudagar dan pemasok ilegal yang mampu mengatur  oknum-oknum keamanan “nakal”.

”Dari dulu  pakaian eks luar negeri selalu dilarang masuk. Tapi, nyatanya tetap banyak beredar. Kalau katanya main ”kucing-kucingan, benar juga dan dibalik semua itu, ada oknum-oknum tertentu yang  diuntungkan,” kata pedagang rojer.

Seperti diketahui, masyarakat kota Siantar banyak sebagai peneggemar “rojer”. Selain kalangan menegah ke bawah, juga orang-orang “berduit”. Selain harganya  lebih murah dari pakaian baru, kualitasnya juga terjamin apalagi memiliki merek-merek terkenal.

Sekedar informasi,  jumlah pedagang roger di Kota Siantar diperkirakan sampai 300-an. Menyebar di sejumlah lokasi Kota Siantar. Selain di Pasar Horas dan Pasar Dwikora sekitarnya, kios-kios penjual roger juga berjejer di Jalan Vihara dan lainnya. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, Resmi Diserahkan DPRD Siantar ke  Kejagung  

5 Maret 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siantar, resmi...

Read moreDetails
Juru Bicara  Fraksi DPRD Siantar
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Rp 14,5 Miliar, Mayoritas Fraksi Setuju ke Kejagung

26 Februari 2026 | 22:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar yang...

Read moreDetails
Pansus serahkan hasil kerja kepada pimpinan DPRD S|iantar
HEADLINE

Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Menyalahi & Pansus DPRD Siantar Minta Disampaikan ke Kejagung

26 Februari 2026 | 14:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait  pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar lebih yang dilakukan Pemko Siantar diminta  agar dilaporkan kepada...

Read moreDetails
HEADLINE

Meski Kenaikan NJOP 1.000 Persen Sudah Ditinjau, Malah Ada Tambah Naik

13 Februari 2026 | 08:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari hasil peninjauan kembali terkait kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (JOP) yang dilakukan Pemko Siantar, ada yang mengalami...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Maling Dua Sepeda Gunung Senilai Rp 44 Juta Diringkus Polsek Perdagangan

18 Maret 2026 | 18:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Mendorong Terjemahkan dan Pengamalan Al-Qur’an

18 Maret 2026 | 18:25 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun dan Forkopimda Tinjau Pospam dan Posyan

18 Maret 2026 | 18:22 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata