SIANTAR, SENTERNEWS
Dari 98 kota di Indonesia, Kota Siantar ternyata memiliki urutan kelima terbawah atau terendah soal serapan anggaran APBD 2025 dengan besaran 54,61 persen.
Data dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri yang bertugas mengelola keuangan daerah itu juga tertanggal 14 November 2025. Bahkan, Kota Siantar berada pada urutan paling bawah di Sumatera Utara.
“Pada Mei 2025 serapan anggaran Kota Siantar berada pada urutan ke empat se Indonesia dan data sampai 14 November naik satu tingkat atau berada pada urutan ke empat paling bawah,” kata Ilhamsyah Sinaga anggota DPRD Siantar, Sabtu (22/11/2025).
Dijelaskan, posisi kota Siantar itu dinilai cukup memprihatinkan. Berada dua tingkat di bawah Kota Medan. Bahkan, kalah dibanding Kota Gunung Sitoli pada urutan ke dua belas paling bawah se Indonesia.
Dijelaskan juga, posisi Kota Siantar itu sebagai indikasi rendahnya kinerja Pemko dalam penyusunan anggaran. Bahkan disebutnya tidak matang. Ditambah lagi dengan kualitas SDM yang meragukan.
Dalam waktu tak sampai sebulan lagi atau sampai tanggal 20 Desember mendatang sebagai tutup buku, Ilhamsyah meragukan Pemko Siantar dapat lebih memaksimalkan serapan anggaran APBD Siantar sebesar Rp1,21 triliun.
Djelaskan juga, dalam melaksanakan fungsi pengawasan, DPRD sudah berkali-kali menyampaikan rekomendasi atau peringatan kepada Walikota agar Pemko dapat meningkatkan penyerapan anggaran.
Kemudian, pada beberapa mingu terakhir, DPRD Siantar melakukan rapat setiap Senin dan Kamis. Harapannya untuk memaksimalkan kinerja Pemko mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Walikota.

Terpisah, Andika Prayogi Sinaga mengatakan prihatin dengan serapan anggaran APBD Siantar 2025 itu. Dengan rendahnya serapan anggaran, sangat berpotensi menciptakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) menjadi besar.
“Kalau anggaran yang sudah ada saja tidak mampu digunakan dengan maksimal, ini tentu menjadi rapot merah bagi Kota Siantar dan jangan berharap bayak kepada pemerintah pusat menyalurkan anggaran lebih untuk Siantar,” katanya.
Karenanya, di sisa waktu yang semakin singkat, seluruh OPD Pemko Siantar harus lebih intens meningkatkan serapaan anggaran tersebut. “Tapi, jangan justru ingin memaksimalkan serapan anggaran, ada yang berurusan dengan hukum, jangan,” katanya mengakhiri.
Sementara, Kamis malam (24/11/2025), Walikota Wesly Silalahi melalui rapat paripurna menjawab pandangan umum fraksi atas Nota Pengantar Rancangan (R) APBD Siantar 2026 mengatakan, realisasi belanja APBD Siantar 2025 sudah mencapai 63,02 persen dan realisasi pendapatan mencapai 68,07 persen.
Namun demikian, Walikota menyatakan akan lebih meningkatkannya sehingga dapat mencapai target semaksimal mungkin pada akhir tahun anggaran. (In)







