SIANTAR, SENTERNEWS
Kota Siantar terancam mengalami krisis air bersih karena sumber air Perumda Air Minum Tirta Uli yang ada selama ini, sudah kurang memenuhi kebutuhan 78.665 pelanggan. Karenanya, harus ditambah sumber mata air yang baru.
“Kita butuh tiga sumber air baru dan biaya yang dibutuhkan sekira Rp40 miliar,” kata Dirut Perumda Air Minum Tirta Uli Kota Siantar, Arianto ST MM, pada rapat kerja pembahasan Rancangan APBD Siantar 2026 dengan Komisi II DPRD Siantar, Senin (24/11/2025).
Rapat di ruang Komisi II yang dipimpin Hendra TP Pardede sebagai Ketua Komisi itu, turut dihadiri Direktur Teknik, Andarianto dan Direktur Umum, Muliadi, Wakil Ketua DPRD Siantar, Daud Simanjuntak serta para personel Komisi II.
Kalau melihat kondisi sumber air Perumda yang berada di sejumlah lokasi kota Siantar termasuk dari Kabupaten Simalungun, saat ini berasal dari 12 titik mata air dan 17 pompanisasi.
“Kalau melihat kondisi sekarang, cadangan air kita hanya bertahan untuk dua atau tiga tahun ke depan. Apalagi kota kita ini berbukit-bukit. Setelah kebutuhan di dataran rendah terpenuhi, baru dapat memberi pelayanan ke lokasi dataran yang tinggi,” kata Arianto.
Terkait kebutuhan anggaran Rp40 miiar untuk menambah sumber mata air yang baru, tahun 2025 sudah diajukan kepada pemerintah pusat. Namun, karena ada efesiensi anggaran, realisasinya terkendala.
Untuk itu, pihak Perumda tetap berkoordinasi aktif dengan pemerintah pusat agar Rp40 miliar itu dapat direalisasikan tahun 2027. Apalagi jumlah pelanggan dipastikan terus meningkat seiring bermunculannya perumahan sesuai dengan pertambahan penduduk.
Pada rapat tersebut, Daud Simanjuntak Wakil Ketua DPRD Siantar yang juga Koordinator Komisi II mengatakan, untuk tahun 2026 ada tambahan Dana Transfer Daerah (TKD) secara nasional termasuk dari Kementrian PUPR sebesar Rp649,99 triliun. Sehingga, nilainya menjadi Rp1300 tiriliun.
“Perumda harus aktif mengambil peluang ini. Tapi, bukan hanya untuk Perumda, OPD lain di Pemko juga harus aktif melakukan lobby ke pemerintah pusat dengan syarat harus melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan,” kata Daud Simanjuntak. (In)







