SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih pimpin kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Simalungun.
Pada kegiatana yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar itu, Senin (16/3/2026), Bupati didampingi unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Ahmadi Rahman, Deputi Perwakilan Bank Sumut, serta Kecab Bulog Pematangsiantar, Berdian Damanik.
Peserta lainnya antara lain, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, BPS, PT PLN, serta PT Pertamina.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan launching Gebyar QRIS 2026. Tujuannya, mendorong inklusi keuangan digital, memperluas akses layanan pembayaran, meningkatkan literasi keuangan, dan memberikan perlindungan konsumen.
Bupati Simalungun melalui sambutannya mengatakan, merujuk pada Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden poin kedua tentang mendorong kemandirian bangsa melalui sektor pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Dikatakan, inflasi adalah indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia. Terutama pada Hari Besar Keagama Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri 1447 H/2026 M, perlu dirancang pola dan aksi untuk menjaga ketersediaan pasokan, stabilisasi harga, kelancaran distribusi, serta kesiapsiagaan menangani bencana.
Bupati juga menekankan, selama perayaan Idul Fitri, masyarakat dan pengunjung di Kabupaten Simalungun harus merasa aman dan nyaman. Baik yang singgah untuk silaturahmi maupun berwisata.
Bupati juga berharap seluruh tim dan instansi vertikal mengambil langkah strategis, responsif, dan tepat sasaran dalam menyikapi inflasi serta permasalahan yang muncul di bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan kesiapan pihaknya mendukung penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, digitalisasi ekonomi, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan sektor ekonomi produktif melalui kolaborasi daerah dengan Bank Indonesia. Ia juga memaparkan perkembangan kondisi ekonomi dan strategi pengendalian inflasi daerah.
Perwakilan PT Pertamina, Rifki, menyampaikan bahwa stok BBM dalam menghadapi Idul Fitri tetap aman dan terkendali, meskipun sebelumnya terjadi kekhawatiran masyarakat yang menyebabkan antrian panjang di SPBU.
Acara ditutup dengan pemotongan pita oleh Bupati Simalungun sebagai tanda dimulainya Gebyar QRIS 2026 Kabupaten Simalungun.(Rm)






