Oleh : Asmarani Nasution MSI
KERUKUNAN antar umat beragama menjadi topik yang sangat penting dalam menjaga harmoni dan stabilitas masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai kerukunan ini adalah dengan menjaga kearifan lokal dan memperkuat peran pemuda lintas agama.
Al Quran mengakui keragaman sebagai kehendak Allah, bukan kesalahan yang harus diseragamkan. QS. Al Hujurat ayat 13, yang artinya : “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya rang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Beda suku, bangsa, dan agama itu sunnatullah. Tujuannya lita’arafu, saling kenal dan bekerjasama, bukan saling menindas apalagi berniat menghapuskan satu kelompok demi kepentingan kelompoknya sendiri.
Kerifan lokal merupakan nilai-nilai yang telah ada dalam masyarakat dan menjadi identitas suatu bangsa. Nilai-nilai ini dapat menjadi dasar untuk membangun kerukunan antar umat beragama.
Al Quran tidaklah anti tradisi. Selama tidak bertentangan dengan Tauhid dan keadilan, adat yang baik justru dikuatkan. Dijelaskan dalam Al Quran Surat Al A’raf ayat 199, yang artinya: “Jadilah Engkau Pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”.
Al ‘Urf artinya kebiasaan baik yang dikenal masyarakat. Islam memerintahkan untuk menyerukan kepada hal yang ma’ruf, yaitu nilai lokal yang selaras dengan kebaikan universal yang di dalam fiqih di kenal sebagai salah satu dari macam-macam bentuk ijtihad para ulama yaitu ‘urf.
Penguatan peran pemuda lintas agama juga sangat penting dalam menjaga kerukunan. Pemuda memiliki energi dan semangat yang besar untuk membangun masyarakat. Dengan memperkuat peran pemuda lintas agama, kita dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dan toleransi.
Dialog lintas peradaban juga menjadi kunci dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Dengan berdialog, kita dapat memahami perbedaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan. Dialog lintas peradaban dapat dilakukan melalui berbagai cara. Seperti seminar, workshop dan kegiatan budaya.
Dalam konteks ini, kerukunan antar umat bergama yang tercipta dari memperkuat peran pemuda lintas agama dan dialog lintas peradaban. Dengan demikian, kita dapat menjaga kearifan lokal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan antar umat beragama itu sendiri.
A.Penguatan Peran Pemuda Lintas Agama
Pemuda memilliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Mereka dapat menjadi agen perubahan dan membangun masyarakat yang lebih harmonis.
Beberapa cara untuk memperkuat peran pemuda lintas agama adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerukunan dan toleransi, mengadakan kegiatan lintas agama dan budaya, juga meningkatkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan santun dalam berdialog diantara pemuda lintas agama.
Al Quran banyak memuji pemuda yang berani menegakkan kebenaran dan melakukan perubahan sosial secara ma’ruf. Banyak di bahas di dalam Al Qur’an seperti dalam surat Al Kahfi ayat 13 dan Al Quran Surat Yusuf ayat 22. Fase remaja adalah fase dimana kapasitas intelektual dan jiwa kepemimpinan remaja dibentuk.
Pemuda idealnya menjadi jembatan bukan pemicu api permusuhan dan konflik. Kolaborasi lintas agama diperbolehkan. Bahkan diperintahkan selama tujuannya al birr wat-taqwa maksudnya lakukan kebaikan sosial, bijaksana dalam memanfaatkan lingkungan, banyak melakukan kegiatan kemanusiaan, dan raihlah pendidikan terbaik untuk di sampaikan kepada lingkungan sosial.
B.Dialog Lintas Peradaban
Dialog lintas peradaban merupakan kunci dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Beberapa cara untuk meningkatkan dialog lintas peradaban adalah dengan mengadakan seminar dan workshop tentang kerukunan antar umat beragama.
Mencoba meningkatkan kerjasama antar lembaga agama dan budaya yang ada di setiap kawasan regional yang ada, juga mengadakan kegiatan budaya dan seni yang melibatkan berbagai agama yang menghasilkan kreasi masyarakat lintas budaya melalui ragam agama.
Dengan menjaga kearifan lokal, memperkuat peran pemuda lintas agama, dan meningkatkan dialog lintas peradaban. Kita dapat menjaga kerukunan antar umat beragama dan membangun masyarakat yang lebih harmonis. Al Quran tidak meminta kita meleburkan AKIDAH, tapi mewajibkan kita meleburkan kebaikan. Beda iman, tetap satu kemanusiaan. Kearifan lokal jadi “bahasa bersama” dan pemuda menjadi “ penerjemahnya”. (Penulis :Dosen STAI Samora Pematangsiantar)






