SIANTAR, SENTERNEWS
Etomidate, Narkotika Golongan II yang penggunanya dapat berprilaku sebagai zombie dan biasa digunakan kalangan menengah ke atas karena harganya sampai Rp2,5 juta per pod, ternyata sudah masuk kota Siantar.
Bahkan, ada dua orang tersangka yang berhasil diamankan dengan barang bukti, dua buah liquid vape (pod getar) jenis merk squid game berisi narkotika jenis estomidate dan satu buah stick vape merk djoy warna hijau serta satu buah vape biasa warna merah jambu.
“Etomidate, Narkotika Golongan II sudah masuk Siantar sekitar tiga bulan lalu,” ujar Kasatres Narkoba Polres Siantar, AKP Irwanta Sembiring, Senin (25/05/2026).
Dijelaskan, kedua pelaku berinisial HA alias Bokir (28), warga Kota Maksum Medan l, Kota Medan dan DEL (39) berstatus residivis narkoba, warga kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat.
Dijelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang langsung ditindaklanjuti Kanit II Satresnarkoba Ipda Indrawan S Sos berserta personil Satresnarkoba dengan melakukan penyelidikan di Jalan Wr Supratman, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (16/05/2026).
Selanjutnya sekira pukul 13.30 WIB dua lelaki yang dicurigai langsung diamankan. Ketika digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti termasuk 1buah handpone merk infinix warna putih dan satu buah handpone merk oppo warna hitam.
Setelah di interogasi HA mengaku, narkotika jenis etomidate miliknya itu diperoleh dari seorang lelaki-laki a.n black, warga salah satu kelurahan Kota Siantar. Ketika dilakukan pengembangan, yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi.
“Kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di kantor Sat Res Narkoba Polres Pematangsiantar untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Kasatres Narkoba.
Kasatres Narkoba Polres Siantar, AKP Irwanta Sembiring membenarkan, pengguna narkotika jenis etomidate dapat berprilaku sebagai zombie dan sangat berbahaya. Dan, satu pot harganya Rp2,5 juta.
”Satu pot itu digunakan untuk satiu kali pemakai. Tapi, bisa digunakan beberapa orang dengan cara santing-santingan,” kata AKP Irwanta Sembiring sembari mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan pengembangan jaringan terhadap pelaku narkotika jenis baru tersebut. (In)







