SIANTAR, SENTERNEWS
Melalui peringatan Dies Natalis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-79, PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi gelar aksi nyata melalui kritik sosial.
Organisasi kepemudaan ini langsung turun ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir,Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Rabu (27/05/2026).
Kegiatan itu merupakan bakti sosial di Rumah Belajar anak-anak pemulung, sebelum akhirnya melanjutkan refleksi ideologis pada Malam Fraternitas di Margasiswa Taktis PMKRI Pematangsiantar.
Aksi kemanusiaan itu diikuti para pengurus cabang, anggota PMKRI, berkolaborasi dengan para Frater dan Suster. Sekaligus membagikan bantuan logistik dan langsung terlibat dalam proses belajar mengajar bersama anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan pembuangan sampah tersebut.
Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi, Fransisco Mezgion Hutauruk, menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik terhadap Pemko Siantar.
Kondisi lingkungan dan akses pendidikan yang dialami anak-anak di sekitar TPA dikatakan sebagai potret nyata kegagalan negara menjamin hak hidup layak dan pendidikan yang sehat bagi generasi penerus.
“Sangat ironis dan menyakitkan melihat anak-anak kita harus mengejar mimpi di tengah kepulan asap pembakaran sampah dan bau menyengat yang mengancam kesehatan mereka,” katanya.
“Anak-anak harus menghirup racun setiap hari demi bisa mengecap bangku pendidikan alternatif? Kami menuntut kehadiran nyata pemerintah, bukan sekadar janji politik saat pemilu!” tegas Fransiscodi lokasi.
Tidak berhenti pada kritik kepada pemangku kebijakan, PMKRI Pematangsiantar juga mengetuk kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat Kota Siantar. Fransisco menyerukan himbauan darurat agar warga secara aktif mulai mengurangi produksi limbah rumah tangga sehari-hari. Terutama sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai dan menumpuk di TPA Tanjung Pinggir.
Setelah menuntaskan aksi lapangan di TPA Tanjung Pinggir, rangkaian kegiatan berlanjut ke Margasiswa Taktis PMKRI Cabang Pematangsiantar untuk menyelenggarakan Malam Fraternitas.
Puncak Malam Fraternitas diisi dengan diskusi interaktif membedah tema nasional yang diusung oleh Pengurus Pusat PMKRI: “Dari Viralitas ke Veritas: Meneguhkan Riset, Kepakaran, dan Kemanusiaan”.
Turut dihadiri tokoh senior PMKRI Cabang Pematangsiantar, Daud Hutagalung yang memberikan motivasi dan wejangan taktis yang membakar semangat para kader. Khususnya angkatan muda yang menjadi ujung tombak perhimpunan.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-79 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk tetap konsisten menjadi penyambung lidah rakyat yang tertindas sekaligus wadah pencetak kader intelektual populis yang berpihak pada kebenaran. (Rel)





