SIANTAR,SENTERNEWS
Kasus pengeroyokan yang menewaskan, Jaka Jannes Malau (24) di sekitar Taman Bunga, Jalan Merdeka, depan Kantor Walikota Siantar, Kamis (28/06/2026) berhasil diungkap Polres Siantar.
Pihak penyidik Polres Siantar menyatakan, kasus itu bermula dari perselisihan biaya pembuatan tato antara Marten Gunawan Haloloho dan Hengki Hutahaean. Namun, setelah tato selesai, terjadi perdebatan soal tarif.
Fakta tersebut disampaikan melalui konferensi pers di Mapolres.Langsung dipimpin kapolres Siantar, AKBP Sah Udur TM Sitinjak, Selasa (9/06/2026).
Ketegangan berlanjut hingga malam harinya, sejumlah orang mendatangi lokasi dan mengeroyok korban. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Dari enam pelaku yang diduga terlibat pengeroyokan, tiga sudah diamankan.
“Dua orang sudah ditahan dan menjalani proses hukum. Satu orang lainnya masih dirawat di rumah sakit sehingga belum bisa ditahan,” jelas AKBP Sah Udur sembari mengatakan barang bukti yang disita, flashdisk berisi rekaman video dan satu unit becak motor.
Sekedar informasi saat konferensi pers di Mapolres, ibu korban tiba-tiba datang dan mengaku sudah dipanggil Polres pekan lalu. Namun belum mendapat kabar perkembangan kasus anaknya.
“Saya datang dari Medan untuk minta penjelasan. Sudah seminggu berlalu belum ada kabar,” ujarnya dihadapan Kapolres yang langsung meminta personel mengarahkan ibu korban ke ruang penyidik untuk mendapat penjelasan lebih lanjut. (Ad)







