SUMATERA UTARA , SENTERNEWS
Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai berbagai program pemerintah yang sedang dijalankan saat ini. Karena, hasil nyata dari kebijakan dan fondasi pembangunan, baru akan terlihat dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
Gary Siagian sebagai aktifis mahasiswa sekaligus pemerhati ketenagakerjaan di Tapanuli Utara mengatakan, pernyataan itu disampaikan Presiden melalui pidato politik dalam kegiatan kenegaraan yang juga menyinggung pembentukan Danantara sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional jangka panjang itu, perlu dikritisi.
Presiden juga menjelaskan, pemerintah tengah fokus memperkuat ekonomi nasional melalui sejumlah program strategis, mulai dari swasembada pangan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, membuka lapangan pekerjaan, hingga memperkuat dana kedaulatan negara atau sovereign wealth fund.
Terkait dengan itu juga, Gary Siagian menyatakan bahwa Presiden lupa dengan kesejahteraan rakyat. Karena, bahan pokok yang kian mahal serta ekonomi masyarakat, kian mencekik menjadi pokok persoalan yang harus di tangani Presiden.
“Namun hal yang tidak urgent yang notabennya lambat bersentuhan dengan masyarakat menjadi fokus pemerintahan Prabowo saat inI,” katanya, Senin (15/06/2026).
Lebih lanjut dijelaskan, program‐program Presiden Prabowo hanyalah program yang menghamburkan uang hingga triliunan namun hasilnya nihil atau tidak bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.
“Masyarkat sekarang bukan menunggu namun ingin perubahan secepatnya seperti janji Prabowo pada saat itu ekonomi kuat berasal dari desa kuat,” katanya.
Menurut Gary Siagian, jika kebijakan Presiden Prabowo seperti itu terus‐menerus, tidak akan sampai dua tahun lagi akan ada revolusi “Jilid Dua”, menyambung Reformasi tahun 1998. “Jika Presiden RI tidak sanggup, lebih baik mundur dari kepemimpinan. Karena masyarkat butuh bukti nyata bukan omon-omon,” katanya mengakhiri. (Rel)







