SIANTAR, SENTERNEWS
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun (PSS-S) menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran Pasar Dwikora Parluasan, Kota Siantar, Kamis (18/6/2026) sekira pukul 03.14 WIB.
Karena kejadian itu telah menimbulkan kerugian besar dan nasib pedagang yang kiosnya terbakar jadi memprihatinkan untuk kelanjutan matapencaharian,. Apalagi berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi masyarakat sekitar kawasan pasar sebagai pusat perekonomian.
“GMKI PS-S minta aparat kepolisian maupun Pemko Pematansgiantar, melakukan langkah cepat, terukur, dan transparan untuk menjawab keresahan masyarakat pasca terjadinya kebakaran,” kata Ketua GMKI PS-S, Yova Ivo Cordiaz Purba.
Ditegaskan juga, setiap informasi yang diperoleh dari proses investigasi harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi maupun informasi yang menyesatkan.
Yova mengatakan Pasar Dwikora Parluasan juga pernah mengalami kebakaran besar tahun 2011. Dan, saat ini terjadi lagi kejadian serupa. “Selain proses investigasi, kami mendesak Pemko Siantar segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat dan pemulihan pasca kebakaran,” kata Yova.
Pemko juga harus melakukan pendataan menyeluruh terhadap pedagang terdampak, menghitung kerugian yang dialami korban, menyediakan lokasi relokasi sementara, serta menyusun program pemulihan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Kemudian, kejadian itu harus menjadi evaluasi terhadap sistem keamanan dan keselamatan pasar tradisional di Kota Siantar.
Selanjutnya, Pemko bersama instansi terkait perlu melakukan audit menyeluruh terhadap instalasi listrik, sarana pemadam kebakaran, jalur evakuasi, serta mekanisme mitigasi bencana yang ada di kawasan pasar.
Sebagai organisasi kader yang memiliki komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, GMKI PS-S juga mendesak agar Pemko memastikan hak-hak pedagang terdampak menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pasca kebakaran. (Rel)







