Senter News
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM

Apa Kata Mahasiswa dan Aktifis Siantar Soal Kabinet Bayangan?

Penulis: Redaksi Senternews.com
5 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTERNEWS

Soal Kabinet Bayangan yang menetapkan pola man-to-man marking, yaitu setiap “menteri” bertugas mengawal dan mengevaluasi kinerja kementerian pemerintah sesuai bidangnya masing-masing, terus bergelinding.

Bahkan, Kelompok Masyarakat Sipil (KMS) mulai mengonsolidasikan mekanisme pengawasan terhadap kebijakan pemerintah sebagai wadah penyampaian kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Sekaligus memperkuat jejaring pengawasan yang melibatkan akademisi, aktivis, dan masyarakat sipil.

Terkait dengan itu, sejumlah aktifis dan mahasiswa di Kota Pematangsiantar mengaku belum mengetahui lebih jauh terkait Kabinet Bayangan itu, kecuali melalui media  sosial dan pemberitaan nasional.  Sementara Kabinet bayangan berencana melakukan safari ke berbagai perguruan tinggi.

Untuk itu, hasil konfirmasi media ini, Rabu (05/08/2026), sejumlah mahasiswa dan aktifis turut  memberi tanggapan atas Kabinet Bayangan yang telah dirapatkan  tanggal 27 Juli 2026 di Jakarta dipimpin Feri Amsari selaku Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan itu.

“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap gagasan kabinet bayangan. Justru, munculnya gagasan tersebut harus dibaca sebagai konsekuensi logis dari demokrasi,” kata Yova Ivo Cordiaz Purba sebagai Ketua GMKI Cabang Siantar-Simalungun, Rabu (05/08/2026).

Dijelaskan, Kabinet bayangan tidak boleh hanya menjadi istilah politik. Tetapi harus menjadi alat kontrol terhadap kementerian, program, anggaran, dan keputusan pemerintah. Untuk itu, pemerintah perlu diingatkan untuk tidak menggunakan legitimasi elektoral sebagai alasan untuk kebal terhadap kritik.

“Ketika kekuasaan semakin besar, pengawasan terhadap kekuasaan juga harus semakin kuat. Kami melihat pemerintah hari ini terlalu mudah menjadikan angka pertumbuhan ekonomi dan besarnya anggaran sebagai ukuran keberhasilan. Padahal pertanyaan rakyat jauh lebih sederhana,” bebernya.

Untuk itu, Yova mempertanyakan apakah  lapangan pekerjaan semakin tersedia? Apakah daya beli masyarakat semakin kuat? Apakah guru semakin sejahtera? Apakah petani dan nelayan semakin terlindungi?  Apakah pelayanan publik semakin baik? Dan banyak pertanyaana lain yang menurutnya perlu dijawab dengan fakta.

Di sisi fiskal, APBN 2026 mengalokasikan Rp335 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis, Rp381,3 triliun untuk subsidi energi dan kompensasi, Rp83 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Rp63,5 triliun untuk TPG/TPD non-PNS.

“Pertanyaanya dengan anggaran sebesar itu, apa ukuran keberhasilannya dan siapa yang memastikan setiap rupiah benar-benar sampai kepada rakyat?” katanya sembari bertanya.

Ditegaskan, jangan sampai pemerintah sibuk mengatakan APBN sehat, sementara rakyat masih berhadapan dengan persoalan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, kualitas pendidikan, akses kesehatan, ketimpangan pembangunan, dan lemahnya pelayanan publik.

”Kami tidak sedang mengatakan bahwa seluruh program pemerintah gagal. Yang kami persoalkan adalah standar pertanggungjawabannya. Pemerintah harus berhenti meminta rakyat percaya hanya karena sebuah program memiliki anggaran besar,” tegas Yova.

Dikatakan juga, rakyat berhak melihat hasilnya, mengetahui indikator keberhasilannya dan  mengkritik ketika kebijakan tidak mencapai tujuan. “Dan rakyat berhak menuntut koreksi ketika uang negara tidak menghasilkan manfaat yang sepadan,”imbuhnya.

“Karena itu, gagasan Kabinet Bayangan harus menjadi instrumen untuk membongkar budaya pemerintahan yang merasa cukup dengan pencitraan program dan laporan administratif,” katanya lagi sembari tetap bertanya apakah  kebijakan pemerintah hari ini benar-benar berpihak kepada rakyat atau justru lebih banyak menguntungkan kelompok yang sudah memiliki kekuatan ekonomi dan politik?

KONTROL YANG POSITIF

Terpisah,  Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Efarina Pematangsiantar  Depandes Nababan mengatakan BEM Universitas Efarina Pematangsiantar secara resmi sudah menjadi bagian dari BEM Seluruh Indonesia. Disahkan melalui Muyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung tanggal 27 Juli sampai 1 Agustus 2026 di Semarang.

“Soal  Kabinet Bayangan belum ada diinformasikan secara internal BEM Seluruh Indonesia dan tidak juga ada dibahas pada Munas di Semarang,” katanya.

Namun demikian BEM BEM Universitas Efarina bisa saja melakukan diskusi internal soal Kabinet Bayangan bagaimana keberadaannya.

Sementara, mantan aktifis Kota Pematangsiantar, Prayuda Situmorang mengaku sudah mengetahui  soal Kabinet Bayangan melalui media sosial dan pemberitaan.

“Kiprah Kabinet Bayangan untuk melakukan kontrol terhadap pemerintahan saat ini sangat positif kalau demi perbaikan sosial, politik dan ekonomi,” katanya yang saat ini sudah menjadi praktisi hukum.

Sedangkan  pola “man-to-man marking” yang dilakukan Kabinet Bayangan harus mampu memberi  penilaian secara terbuka karena banyak menteri yang kinerjanya tidak baik apalagi saat ini sedang marak praktek korupsi  dan berbagai isu negatif lainnya.

Secara umum, soal Kabinet Bayangan memang belum begitu hangat diperbincangkan para mahasiswa dan aktifis secara vulgar. Sedangkan sekelompok masyarakat sipil mulai membahasnya secara kecil-kecilan. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

Andika Prayogi Sinaga SE
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga kepada Wali Kota Siantar: Kelurahan Jangan Persulit Warga Urus Dokumen Sertifikat

5 November 2026 | 18:43 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Saat rapat paripurna penyampaian pokok pikiran, anggota anggota DPRD Pematangsiantar, Andika Prayogi Sinaga SE mengatakan kepada Walikota Wesly...

Read moreDetails
Ketua DPRD sampaikan Pokir kepada Wali Kota
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Tetapkan Renja dan Sampaikan Pokok Pikiran kepada Wali Kota  

5 November 2026 | 17:46 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Melalui rapat paripurna, DPRD Pematangsiantar tetapkan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggran 2027 dan sampaikan pokok pikiran (Pokir) sebagai...

Read moreDetails
Dr Henry Sinaga
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Protes! Hasil Ekspos Kenaikan NJOP 1000 Persen Bukannya Turun, Tapi Bertambah Naik

4 November 2026 | 08:11 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari ekspos hasil peninjauan kembali terkait dengan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 1.000 persen, Pemko Pematangsiantar  dinilai...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Dishub Pemko Siantar Lakukan Pengamanan Lalulintas  di 22 Titik

3 November 2026 | 18:56 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) lakukan pengamanan lalu lintas rutin di 22 titik. Termasuk di Jalan Medan depan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Partai Gerindra Siantar Turut Mengawasi: Program MBG Pakai Prasmanan?

3 November 2026 | 18:32 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Karena  dapat memberdayakan perekonomian masyarakat, menekan pengangguran serta bermanfaat kepada masyarakat, Partai Gerindra  Pematangsiantar tetap melakukan pengawasan terhadap program...

Read moreDetails
Ruko dan gedung eks SMA Negeri 4
ANEKA RAGAM

Ruko dan Eks SMA Negeri 4 Pematangsiantar Milik Moei Tioe & Hermawanto Dieksekusi 

3 November 2026 | 16:14 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Rumah toko (Ruko) di Jalan Cipto, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, dan eks bangunan SMA Negeri 4 Jalan...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga kepada Wali Kota Siantar: Kelurahan Jangan Persulit Warga Urus Dokumen Sertifikat

5 November 2026 | 18:43 WIB
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Tetapkan Renja dan Sampaikan Pokok Pikiran kepada Wali Kota  

5 November 2026 | 17:46 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Saat Kumpul Bersama Wakapolres Simalungun, Warga Sampaikan Soal Pencurian, Test Urine Pelajar dan Knalpot Brong,

5 November 2026 | 09:45 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Lantik 15 Pangulu dan 93 Anggota Maujana Nagori

4 November 2026 | 21:39 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Warga Pergoki Alat Berat Gunduli Hutan Hatonduhan Simalungun, Kayu Diduga Dijual ke Siantar

4 November 2026 | 21:18 WIB
SEREMONIAL

TP PKK Kota Pematangsiantar Raih Dua Penghargaan di Jambore Kader PKK se-Sumut

4 November 2026 | 15:36 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Presiden, Menteri Kehutanan dan Kapolri Didesak Tindak Perusak Hutan di Kabupaten Simalungun & DPRD Sumut Sudah Terima Data

4 November 2026 | 14:45 WIB
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Protes! Hasil Ekspos Kenaikan NJOP 1000 Persen Bukannya Turun, Tapi Bertambah Naik

4 November 2026 | 08:11 WIB
ANEKA RAGAM

Dishub Pemko Siantar Lakukan Pengamanan Lalulintas  di 22 Titik

3 November 2026 | 18:56 WIB
ANEKA RAGAM

Partai Gerindra Siantar Turut Mengawasi: Program MBG Pakai Prasmanan?

3 November 2026 | 18:32 WIB
ANEKA RAGAM

Ruko dan Eks SMA Negeri 4 Pematangsiantar Milik Moei Tioe & Hermawanto Dieksekusi 

3 November 2026 | 16:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Massa GERMALAK dengan Security PT SIPEF Nyaris Bentrok,  Kapolres Simalungun Berhasil Lakukan Mediasi

3 November 2026 | 09:36 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata