SIANTAR, SENTERNEWS
Pemasangan bendera Merah Putih selama sebulan penuh dalam rangka semarak HUT Kemerdekaan RI ke 81, tampaknya masih belum sesuai surat edaran agar dilakukan mulai tanggal 1 sampai 31 Agustus 2026.
Terbukti, meski di jalan protokol perkotaan areal perkotaan pemasangan bendera sudah mencapai 85 persen lebih, di sejumlah lokasi lain, malah belum maksimal. Diduga karena kesadaran masyarakat memang masih bermasalah.
Salah satu ruas jalan yang masih bermasalah itu, berada di sepanjang Jalan Sriwijaya, Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara yang rumah dan tempat usahanya dominan dimiliki etnis Tionghoa.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga yang melintas di sekitar lokasi membenarkan minimnya rumah dan tempat usaha memasang bendera Merah Putih. “Ya, kalau diperhatikan, pemasangan bendera Merah Putih memang minim disini,” ujar warga Kelurahan Melayu yang rumahnya masih di Kelurahan Melayu.
Warga tersebut enggan menyatakan bahwa kesadaran warga masih minim atau rasa nasionalismenya masih tipis. Karena, bukan tidak mungkin pemilik rumah tidak berada di tempat atau hanya sebagai tempat usaha atau ada faktor lain.
“Wah, kalau aku tak mau komentar mengapa pemasangan bendera Merah Putih di jalan Sriwijaya ini masih minim,” katanya yang tiada lain merupakan teman dekat awak media ini seperti enggan berpendapat.
Sebelumnya, Sekda Siantar Junaedi Antonius Sitanggang yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, soal pemasangan bendera Merah Putih itu merupakan anjuran yang sejatinya dilaksanakan. Namun, kalau di suatu kawasan banyak yang memasang bendera, tentu menjadi rangsangan bagi warga lainya untuk melakukan hala yang sama.
“Memang tidak ada sanksi bagi warga yang tidak memasang bendera. Karena itu, Camat hanya menghimbau melalui pendekatan persuasif kepada warganya supaya memasang bendera selama sebulan penuh,” kata Sekda.
Namun, kalau di suatu lokasi soal pemasangan bendera belum maksimal, itu menjadi suatu penilaian terhadap kinerja Camat setempat.
”Para Camat dituntut memaksimalkan pemasangan bendera kepda masyarakat di lingkungan kerjanya masing-masing dan itu menjadi suatu indikator pencapaian penilaian kinerja bagi kita,” katanya mengakhiri. (In)






