Senter News
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Sri Wahyuni S Pd M Pd  

Sri Wahyuni S Pd M Pd  

Memaknai Kemerdekaan “In This Economy”

Penulis: Redaksi Senternews.com
21 Agustus 2026 | 09:55 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh : Sri Wahyuni S Pd M Pd  

Frasa ”in this economy” sering muncul di media sosial ketika seseorang melihat harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya pendidikan yang semakin mahal, lapangan pekerjaan yang semakin kompetitif, atau daya beli masyarakat yang menurun.

Frasa tersebut menjadi ungkapan sederhana untuk menggambarkan kenyataan bahwa hidup saat ini terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Di tengah kondisi seperti itu, setiap kali bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan, muncul pertanyaan yang patut direnungkan, apakah kemerdekaan masih memiliki makna ketika banyak orang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup?

Ketika banyak orang masih berperang bukan melawan penjajah tetapi melawan isi dapur mereka sendiri?

Pernyataan bahwa kemerdekaan hanya seremonial dan bukan kesejahteraan mencerminkan kritik mendalam terhadap realitas sosial ekonomi, di mana perayaan seringkali lebih meriah daripada distribusi kemakmuran yang merata.

Meskipun upacara adalah penghormatan sejarah, substansi kemerdekaan sejati seharusnya membebaskan dari kemiskinan dan ketidakadilan.

Banyak pihak menekankan bahwa kemerdekaan bukan semata seremonial, melainkan mandat sejarah untuk mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera.

Upacara bendera tetap penting sebagai bentuk nasionalisme dan pengingat perjuangan pahlawan, bukan sekadar perayaan hura-hura.

Esensi kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh rakyat merasakan kebebasan dari kemiskinan, ketidakadilan, dan tekanan, menjadikannya sebuah proses perjuangan yang berkelanjutan.

Pandangan Islam dalam Memaknai Kemerdekaan

Islam mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan suatu bangsa. Kemerdekaan juga berarti memiliki kebebasan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bekerja secara halal, menjaga kehormatan diri, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, meskipun kondisi ekonomi sedang sulit, makna kemerdekaan tidak boleh hilang. Justru dalam keadaan sulit, nilai-nilai Islam menjadi pegangan agar manusia tetap memiliki harapan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6) Ayat ini tidak mengatakan bahwa kemudahan datang setelah kesulitan, tetapi bersama kesulitan.

Artinya, setiap ujian selalu disertai peluang, hikmah, dan jalan keluar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang beriman.

Kemerdekaan Tidak Diukur dari Isi Dompet

Sering kali seseorang merasa tidak merdeka karena kondisi ekonominya. Padahal Islam mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada banyaknya harta, tetapi pada ketakwaannya.

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, tetapi hidupnya dikuasai oleh keserakahan, utang konsumtif, dan kecemasan yang tidak pernah selesai.

Sebaliknya, tidak sedikit orang yang hidup sederhana, tetapi hatinya tenang karena yakin bahwa rezeki berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemerdekaan sejati adalah ketika seseorang tidak diperbudak oleh hawa nafsu, gaya hidup berlebihan, dan kecintaan terhadap dunia.

Rasulullah  bershallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Hadits ini sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Di era media sosial, seseorang mudah merasa miskin bukan karena kekurangan, tetapi karena terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Islam mengajarkan qana’ah, yaitu merasa cukup terhadap rezeki yang halal sambil terus berikhtiar memperbaiki kehidupan.

Bersyukur Bukan Berarti Berhenti Berjuang

Sebagian orang memahami syukur sebagai menerima keadaan apa adanya tanpa usaha. Padahal syukur dalam Islam selalu berjalan berdampingan dengan ikhtiar.

Petani tetap menanam meskipun musim tidak menentu. Pedagang tetap berusaha meskipun daya beli menurun. Guru tetap mengajar dengan penuh dedikasi. Mahasiswa tetap belajar meskipun peluang kerja semakin kompetitif.

Semua itu merupakan bentuk syukur yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Ayat itu mengajarkan bahwa perubahan memerlukan usaha. Kemerdekaan harus diisi dengan produktivitas, kreativitas, dan kerja keras yang dilandasi kejujuran.

Tantangan Ekonomi Tidak Boleh Menghilangkan Kepedulian

Kondisi ekonomi yang sulit sering kali membuat orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Padahal Islam justru mengajarkan solidaritas ketika keadaan sedang berat.

Zakat, infak, sedekah, dan wakaf merupakan instrumen yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan agar kesulitan ekonomi tidak hanya dipikul oleh individu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Ketika sebagian masyarakat mengalami kesempitan, mereka yang memiliki kelebihan harta diperintahkan untuk membantu. Kemerdekaan akan terasa lebih bermakna apabila masyarakat saling menguatkan.

Membeli produk usaha kecil, membantu tetangga yang kesulitan, membuka peluang kerja, atau sekadar berbagi makanan merupakan bentuk nyata mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai Islam.

Jangan Sampai Terjajah oleh Mentalitas Konsumtif

Salah satu tantangan terbesar “in this economy” bukan hanya mahalnya harga barang, tetapi juga budaya konsumtif.

Banyak orang membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan karena mengikuti tren, fomo, gengsi, atau tekanan media sosial. Islam mengajarkan keseimbangan dalam menggunakan harta.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Ayat itu tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mengandung prinsip hidup sederhana dan tidak boros.

Kemerdekaan ekonomi dimulai dari kemampuan mengelola rezeki dengan bijaksana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari pemborosan.

Mengisi Kemerdekaan dengan Optimisme

Islam melarang umatnya berputus asa. Seberat apa pun keadaan ekonomi, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terus berusaha.

Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa bangsa ini pernah melewati masa yang jauh lebih berat, yaitu penjajahan, kelaparan, peperangan, dan keterbatasan.

Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, semua itu dapat dilalui karena adanya persatuan, semangat, dan keyakinan akan masa depan.  Nilai yang sama harus terus dihidupkan pada masa kini.

Kita membutuhkan generasi yang bekerja keras, berwirausaha secara jujur, meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi untuk hal yang produktif, serta menjadikan agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan ekonomi.

Kesimpulan 

Memaknai kemerdekaan “in this economy” berarti menyadari bahwa tantangan ekonomi memang nyata, tetapi tidak boleh menghilangkan rasa syukur, semangat bekerja, dan kepedulian terhadap sesama.

Kemerdekaan bukan jaminan bahwa hidup akan selalu mudah. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk berikhtiar tanpa penjajahan, beribadah tanpa tekanan, dan membangun masa depan dengan nilai-nilai yang diridai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai Muslim, kita diajarkan untuk menghadapi kesulitan dengan iman, menjawab tantangan dengan kerja keras, serta menguatkan masyarakat melalui solidaritas.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti sebagai peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi menjadi kekuatan moral yang melahirkan pribadi yang tangguh, keluarga yang sejahtera, dan bangsa yang bermartabat.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, marilah kita menjaga keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, usaha adalah kewajiban, dan kepedulian kepada sesama adalah ciri masyarakat yang benar-benar merdeka.

Itulah makna kemerdekaan yang selaras dengan ajaran Islam. (Penulis :  Dosen STAI Samora Pematangsiantar)

 

ShareSendShare

Berita Terkait

Dr Henry Sinaga
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Protes! Hasil Ekspos Kenaikan NJOP 1000 Persen Bukannya Turun, Tapi Bertambah Naik

4 November 2026 | 08:11 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari ekspos hasil peninjauan kembali terkait dengan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 1.000 persen, Pemko Pematangsiantar  dinilai...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Dishub Pemko Siantar Lakukan Pengamanan Lalulintas  di 22 Titik

3 November 2026 | 18:56 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) lakukan pengamanan lalu lintas rutin di 22 titik. Termasuk di Jalan Medan depan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Partai Gerindra Siantar Turut Mengawasi: Program MBG Pakai Prasmanan?

3 November 2026 | 18:32 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Karena  dapat memberdayakan perekonomian masyarakat, menekan pengangguran serta bermanfaat kepada masyarakat, Partai Gerindra  Pematangsiantar tetap melakukan pengawasan terhadap program...

Read moreDetails
Ruko dan gedung eks SMA Negeri 4
ANEKA RAGAM

Ruko dan Eks SMA Negeri 4 Pematangsiantar Milik Moei Tioe & Hermawanto Dieksekusi 

3 November 2026 | 16:14 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Rumah toko (Ruko) di Jalan Cipto, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, dan eks bangunan SMA Negeri 4 Jalan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Sepakat Bahas R-APBD 2027 dan 3 Ranperda 

2 November 2026 | 20:01 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS DPRD Pematangsiantar  akhirnya  sepakat melakukan pembahasan Rancangan (R) APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2027 dan tiga Rancangan Peraturan...

Read moreDetails
Komisi 3 DPRD  Siantar
ANEKA RAGAM

DPRD Siantar Soroti Proyek Dinas PUTR, Selain Ada Berhenti Sebulan, Juga Tak Berkualitas

2 November 2026 | 19:34 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS DPRD Pematangsiantar melalui Komisi 3 soroti berbagai proyek fisik yang dilakukan Dinas  Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Pematangsiantar....

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Saat Kumpul Bersama Wakapolres Simalungun, Warga Sampaikan Soal Pencurian, Test Urine Pelajar dan Knalpot Brong,

5 November 2026 | 09:45 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Lantik 15 Pangulu dan 93 Anggota Maujana Nagori

4 November 2026 | 21:39 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Warga Pergoki Alat Berat Gunduli Hutan Hatonduhan Simalungun, Kayu Diduga Dijual ke Siantar

4 November 2026 | 21:18 WIB
SEREMONIAL

TP PKK Kota Pematangsiantar Raih Dua Penghargaan di Jambore Kader PKK se-Sumut

4 November 2026 | 15:36 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Presiden, Menteri Kehutanan dan Kapolri Didesak Tindak Perusak Hutan di Kabupaten Simalungun & DPRD Sumut Sudah Terima Data

4 November 2026 | 14:45 WIB
ANEKA RAGAM

Dr Henry Sinaga Protes! Hasil Ekspos Kenaikan NJOP 1000 Persen Bukannya Turun, Tapi Bertambah Naik

4 November 2026 | 08:11 WIB
ANEKA RAGAM

Dishub Pemko Siantar Lakukan Pengamanan Lalulintas  di 22 Titik

3 November 2026 | 18:56 WIB
ANEKA RAGAM

Partai Gerindra Siantar Turut Mengawasi: Program MBG Pakai Prasmanan?

3 November 2026 | 18:32 WIB
ANEKA RAGAM

Ruko dan Eks SMA Negeri 4 Pematangsiantar Milik Moei Tioe & Hermawanto Dieksekusi 

3 November 2026 | 16:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Massa GERMALAK dengan Security PT SIPEF Nyaris Bentrok,  Kapolres Simalungun Berhasil Lakukan Mediasi

3 November 2026 | 09:36 WIB
SEREMONIAL

Wali Kota Siantar Terima Audiensi Kakanwil  DJP Sumut II

2 November 2026 | 20:53 WIB
SEREMONIAL

Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Pematangsiantar Silaturahmi Dengan Dandenpom I/1 Pematangsiantar

2 November 2026 | 20:53 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata