Senter News
Minggu, 20 September 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM
Sri Wahyuni S Pd M Pd  

Sri Wahyuni S Pd M Pd  

Memaknai Kemerdekaan “In This Economy”

Penulis: Redaksi Senternews.com
21 Agustus 2026 | 09:55 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

Oleh : Sri Wahyuni S Pd M Pd  

Frasa ”in this economy” sering muncul di media sosial ketika seseorang melihat harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya pendidikan yang semakin mahal, lapangan pekerjaan yang semakin kompetitif, atau daya beli masyarakat yang menurun.

Frasa tersebut menjadi ungkapan sederhana untuk menggambarkan kenyataan bahwa hidup saat ini terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Di tengah kondisi seperti itu, setiap kali bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan, muncul pertanyaan yang patut direnungkan, apakah kemerdekaan masih memiliki makna ketika banyak orang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup?

Ketika banyak orang masih berperang bukan melawan penjajah tetapi melawan isi dapur mereka sendiri?

Pernyataan bahwa kemerdekaan hanya seremonial dan bukan kesejahteraan mencerminkan kritik mendalam terhadap realitas sosial ekonomi, di mana perayaan seringkali lebih meriah daripada distribusi kemakmuran yang merata.

Meskipun upacara adalah penghormatan sejarah, substansi kemerdekaan sejati seharusnya membebaskan dari kemiskinan dan ketidakadilan.

Banyak pihak menekankan bahwa kemerdekaan bukan semata seremonial, melainkan mandat sejarah untuk mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera.

Upacara bendera tetap penting sebagai bentuk nasionalisme dan pengingat perjuangan pahlawan, bukan sekadar perayaan hura-hura.

Esensi kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh rakyat merasakan kebebasan dari kemiskinan, ketidakadilan, dan tekanan, menjadikannya sebuah proses perjuangan yang berkelanjutan.

Pandangan Islam dalam Memaknai Kemerdekaan

Islam mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan suatu bangsa. Kemerdekaan juga berarti memiliki kebebasan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bekerja secara halal, menjaga kehormatan diri, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, meskipun kondisi ekonomi sedang sulit, makna kemerdekaan tidak boleh hilang. Justru dalam keadaan sulit, nilai-nilai Islam menjadi pegangan agar manusia tetap memiliki harapan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6) Ayat ini tidak mengatakan bahwa kemudahan datang setelah kesulitan, tetapi bersama kesulitan.

Artinya, setiap ujian selalu disertai peluang, hikmah, dan jalan keluar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang beriman.

Kemerdekaan Tidak Diukur dari Isi Dompet

Sering kali seseorang merasa tidak merdeka karena kondisi ekonominya. Padahal Islam mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada banyaknya harta, tetapi pada ketakwaannya.

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, tetapi hidupnya dikuasai oleh keserakahan, utang konsumtif, dan kecemasan yang tidak pernah selesai.

Sebaliknya, tidak sedikit orang yang hidup sederhana, tetapi hatinya tenang karena yakin bahwa rezeki berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemerdekaan sejati adalah ketika seseorang tidak diperbudak oleh hawa nafsu, gaya hidup berlebihan, dan kecintaan terhadap dunia.

Rasulullah  bershallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Hadits ini sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Di era media sosial, seseorang mudah merasa miskin bukan karena kekurangan, tetapi karena terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Islam mengajarkan qana’ah, yaitu merasa cukup terhadap rezeki yang halal sambil terus berikhtiar memperbaiki kehidupan.

Bersyukur Bukan Berarti Berhenti Berjuang

Sebagian orang memahami syukur sebagai menerima keadaan apa adanya tanpa usaha. Padahal syukur dalam Islam selalu berjalan berdampingan dengan ikhtiar.

Petani tetap menanam meskipun musim tidak menentu. Pedagang tetap berusaha meskipun daya beli menurun. Guru tetap mengajar dengan penuh dedikasi. Mahasiswa tetap belajar meskipun peluang kerja semakin kompetitif.

Semua itu merupakan bentuk syukur yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Ayat itu mengajarkan bahwa perubahan memerlukan usaha. Kemerdekaan harus diisi dengan produktivitas, kreativitas, dan kerja keras yang dilandasi kejujuran.

Tantangan Ekonomi Tidak Boleh Menghilangkan Kepedulian

Kondisi ekonomi yang sulit sering kali membuat orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Padahal Islam justru mengajarkan solidaritas ketika keadaan sedang berat.

Zakat, infak, sedekah, dan wakaf merupakan instrumen yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan agar kesulitan ekonomi tidak hanya dipikul oleh individu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Ketika sebagian masyarakat mengalami kesempitan, mereka yang memiliki kelebihan harta diperintahkan untuk membantu. Kemerdekaan akan terasa lebih bermakna apabila masyarakat saling menguatkan.

Membeli produk usaha kecil, membantu tetangga yang kesulitan, membuka peluang kerja, atau sekadar berbagi makanan merupakan bentuk nyata mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai Islam.

Jangan Sampai Terjajah oleh Mentalitas Konsumtif

Salah satu tantangan terbesar “in this economy” bukan hanya mahalnya harga barang, tetapi juga budaya konsumtif.

Banyak orang membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, melainkan karena mengikuti tren, fomo, gengsi, atau tekanan media sosial. Islam mengajarkan keseimbangan dalam menggunakan harta.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Ayat itu tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga mengandung prinsip hidup sederhana dan tidak boros.

Kemerdekaan ekonomi dimulai dari kemampuan mengelola rezeki dengan bijaksana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari pemborosan.

Mengisi Kemerdekaan dengan Optimisme

Islam melarang umatnya berputus asa. Seberat apa pun keadaan ekonomi, seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terus berusaha.

Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa bangsa ini pernah melewati masa yang jauh lebih berat, yaitu penjajahan, kelaparan, peperangan, dan keterbatasan.

Dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, semua itu dapat dilalui karena adanya persatuan, semangat, dan keyakinan akan masa depan.  Nilai yang sama harus terus dihidupkan pada masa kini.

Kita membutuhkan generasi yang bekerja keras, berwirausaha secara jujur, meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi untuk hal yang produktif, serta menjadikan agama sebagai pedoman dalam mengambil keputusan ekonomi.

Kesimpulan 

Memaknai kemerdekaan “in this economy” berarti menyadari bahwa tantangan ekonomi memang nyata, tetapi tidak boleh menghilangkan rasa syukur, semangat bekerja, dan kepedulian terhadap sesama.

Kemerdekaan bukan jaminan bahwa hidup akan selalu mudah. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk berikhtiar tanpa penjajahan, beribadah tanpa tekanan, dan membangun masa depan dengan nilai-nilai yang diridai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai Muslim, kita diajarkan untuk menghadapi kesulitan dengan iman, menjawab tantangan dengan kerja keras, serta menguatkan masyarakat melalui solidaritas.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti sebagai peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, tetapi menjadi kekuatan moral yang melahirkan pribadi yang tangguh, keluarga yang sejahtera, dan bangsa yang bermartabat.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, marilah kita menjaga keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, usaha adalah kewajiban, dan kepedulian kepada sesama adalah ciri masyarakat yang benar-benar merdeka.

Itulah makna kemerdekaan yang selaras dengan ajaran Islam. (Penulis :  Dosen STAI Samora Pematangsiantar)

 

ShareSendShare

Berita Terkait

Poto bersama
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar dan Kemenkum RI Rapat Harmonisasi Rancangan Perwa Tentang Master Plan Kota Cerdas Kota Pematangsiantar

18 September 2026 | 16:40 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pemko Pematangsiantar dqn Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum RI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) gelar Rapat Harmonisasi Rancangan Peraturan...

Read moreDetails
Andika Prayogi Sinaga dan Fogging
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga SE Anggota DPRD Siantar Antisipasi Penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Langsung Fogging

18 September 2026 | 15:10 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah menerima laporan dari masyarakat terkait  kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Anggota DPRD Pematanagsiantar  Andika Prayogi Sinaga langsung...

Read moreDetails
Sertijab
ANEKA RAGAM

Kapolres Siantar:  AKBP Dhana Noer Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Sah Udur  Siitinjak 

18 September 2026 | 09:44 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Kapolres  Pematangsiantar resmi berganti. AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM  dipercaya menhggantikan  AKBP Sah Udur T M Sitinjak SH...

Read moreDetails
Samsuddin Siregar M PdI
ANEKA RAGAM

Bencana Alam dan Panggilan Ruhani Manusia untuk Kembali kepada Allah

18 September 2026 | 09:05 WIB

Oleh: Samsuddin Siregar.M.PdI Beberapa bulan terakhir, bumi seakan semakin sering berbicara dengan bahasa yang  selalu tidak kita pahami. Gunung memuntahkan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Siaga Bencana dan Teror, PLN UP3 Pematangsiantar Simulasi Tanggap Darurat

17 September 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR SENTERNEWS . Dengan melibatkan 70 peserta  yang terdiri dari pegawai, Tenaga Alih Daya (TAD), petugas Pelayanan Teknik (Yantek), security,...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

KPU Pematangsiantar Lakukan Survey Kepuasan Masyarakat

17 September 2026 | 18:17 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dalam rangka memaksimalkan kinerja menuju  tahapan Pemilu 2029 yang akan dimulai  tahun 2027, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Polres Simalungun: Jangan Mudah Percaya Informasi Viral di Media Sosial

20 September 2026 | 11:20 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Tandatangani Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi

19 September 2026 | 09:07 WIB
ANEKA RAGAM

Pemko Siantar dan Kemenkum RI Rapat Harmonisasi Rancangan Perwa Tentang Master Plan Kota Cerdas Kota Pematangsiantar

18 September 2026 | 16:40 WIB
ANEKA RAGAM

Andika Prayogi Sinaga SE Anggota DPRD Siantar Antisipasi Penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Langsung Fogging

18 September 2026 | 15:10 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Salurkan Bantuan bagi Korban Angin Puting Beliung

18 September 2026 | 09:48 WIB
ANEKA RAGAM

Kapolres Siantar:  AKBP Dhana Noer Kurniawan Resmi Gantikan AKBP Sah Udur  Siitinjak 

18 September 2026 | 09:44 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres  Simalungun, AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Gantikan AKBP Marganda Aritonang

18 September 2026 | 09:31 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Buron 2 Bulan, Pelaku pencurian 3 Unit HP Diringkus Tim Jatanras Polres Simalungun  

18 September 2026 | 09:09 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Temuan Jasad Pemuda di Marihat Bandar Dievakuasi Polres Simalungun

18 September 2026 | 09:07 WIB
ANEKA RAGAM

Bencana Alam dan Panggilan Ruhani Manusia untuk Kembali kepada Allah

18 September 2026 | 09:05 WIB
ANEKA RAGAM

Siaga Bencana dan Teror, PLN UP3 Pematangsiantar Simulasi Tanggap Darurat

17 September 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Luncurkan Aplikasi SIMARATUR

17 September 2026 | 18:27 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata