Senter News
Minggu, 22 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS ANEKA RAGAM

Pakaian Rojer Dilarang, Pedagang Mulai Meradang

Penulis: Redaksi Senternews.com
4 April 2023 | 16:11 WIB
Rubrik: ANEKA RAGAM
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTER NEWS

Larangan masuknya pakaian eks luar negeri yang di Siantar disebut rojer, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No 18 tahun 2021 ke Indonesia karena dinilai mematikan industri tekstil dalam negeri, membuat pedagang rojer di Kota Siantar mulai meradang dan resah.

Informasi yang dihimpun, ada sekitar 250 orang pedagang rojer di Kota Siantar. Selain di Pasar Horas dan Pasar Dwikora Kota Siantar juga berjualan di lokasi tertentu termasuk menggunakan kios dan rumah. Bahkan ada yang berjualan ke pekan-pekan di Kabupaten Simalungun.

Akibat adanya larangan, pedagang kesulitan mendapatkan ball rojer untuk dijual lagi secara eceran. Kalau pun ada sangat terbatas dan harganya juga naik. Karena situasi itu juga, harga jual untuk eceran kepada konsumen juga menjadi naik.

“Kalau rojer tidak bisa masuk lagi ke Siantar, gawat kalilah karena banyak kepala keluarga menggantungkan hidup dengan menjual rojer. Artinya, pengangguran akan bertambah,” ujar boru Sinaga salah seorang pedagang rojer di Pasar Horas, Selasa (4/4/2023).

Lebih lanjut dikatakan, usaha menjual pakaian eks luar negeri saat ini memang tidak seperti masa-masa sebelumnya seperti tahun 2000-an ke bawah. Saat ini dikatakan bahwa penjualan pakaian rojer semakin berkurang karena jumlah pedagang rojer juga bertambah banyak.

“Ya, pedagang rojer sudah tidak berjaya lagi seperti dulu, Bahkan, ada yang malah tidak buka dasar. Kalaupun laku, penjualan sudah terbatas,” ujar pedagang rojer boru Simanjuntak di Pasar Dwikora sembari mengatakan bahwa usaha yang digelutinya itu meupakan satu-satunya sumber untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara, sejumlah warga kota Siantar berpendapat, pakaian rojer termasuk sepatu banyak diminati. Selain memiliki kualitas tinggi, harganya juga terjangkau dibanding dengan membeli pakaian baru di toko atau perbelanjaan.

“Kalau di Siantar ini ada istilah “rojer hunter” atau pemburu rojer. Kalau dapat yang bagus dijual lagi dengan harga lebih tinggi atau untuk dipakai juga. Pokoknya, pakaian rojer selalu diburu apalagi bermerek dan berkualitas,” ujar Hamzah, mahasiswa USI Kota Siantar.

Menurutnya, keberadaan pakaian rojer, memiliki nilai plus dan minus. Di satu sisi, dapat menciptakan lapangan kerja dan menjadi sumber pencaharian. Kemudian, masyarakat yang tergolong kurang mampu untuk membeli pakaian baru bisa terbantu untuk membeli rojer.

”Kalaulah Menteri Perdagangan melarang pakaian import masuk ke Indonesia karena akan mematikan industri tekstil dalam negeri, seharusnya pemerintah mendorong industri untuk memproduksi pakaian yang berkualitas dan modis dengan harga terjangkau,” ujar Hamzah mengakhiri.

Terpisah, Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Siantar, Herbert Aruan mengatakan, untuk mengantisipasi munculnya pengangguran karena pakaian rojer sudah dilarang masuk, pihaknya Akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar beralih kepada usaha lain.

Namun, untuk membina pedagang pakaian bekas agar beralih ke usaha lain, pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan belum memiliki program. Hanya saja, kalau ada anggaran tahun depan, dapat dilakukan pembinaan yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja.

“Kita akan menghimbau pedagang pakaian bekas luar negeri itu beralih mengelola usaha lain karena pakaian bekas impor dilarang. Kita juga masih menunggu surat edaran Menteri Perdagangan untuk melakukan sosialisasi,” ujar Herbert Aruan. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

Lapak pedagang  ikan laut  di Pajak Parluasan  banyak tutup
ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pada  hari kedua  lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 M, Minggu (22/03/2026), suasana di balairung pedagang ikan...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Walikota Siantar Wesly Silalahi  bersama Unsur Forkopimda lepas Pawai Takbir Keliling Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026...

Read moreDetails
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Dengan mengusung sekitar 1000 obor, ribuan umat Islam Kota Siantar, tumpah ruah memenuhi jalan melaksanakan pawai takbiran malam...

Read moreDetails
di Lapangan  SMA Negeri 4
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1447 H /2026 M yang dilaksanakan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Pematangsiantar khususnya di dua...

Read moreDetails
Raja Doli Lubis  dan Khairil Mansyah Sirait
ANEKA RAGAM

PMII dan HMI Siantar-Simalungun Tunggu Intruksi Aksi Soal “Perang Iran Kontra AS-Israel”

17 Maret 2026 | 10:20 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Pengurus Besar  Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sudah berunjukrasa...

Read moreDetails
Lapak eks Gedung IV Pasar Horas
ANEKA RAGAM

Jelang Idul Fitri di Siantar, Pedagang Tradisional “Menjerit”

17 Maret 2026 | 10:16 WIB

SIANTAR SENTERNEWS Meski Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, hanya tinggal menghitung hari, transaksi jual beli di pasar tradisional seperti...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Halaman Kantor Bupati

22 Maret 2026 | 08:54 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Maling Dua Sepeda Gunung Senilai Rp 44 Juta Diringkus Polsek Perdagangan

18 Maret 2026 | 18:26 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata