SIANTAR, SENTER NEWS
Karena, Gen Z dan kaum milenial banyak tertarik melakoninya, dunia modeling semakin berkembang. Tidak hanya di ibu kota dan kota-kota besar di Indonesia. Tetapi, merambah ke daerah Sumatera Utara. Termasuk di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.
Seperti yang diperankan, Amelia Dewi Fatima Hasibuan atau akrab disapa dengan panggilan Keke Barbie. Kelahiran tahun 2001, di Kampung Jawa, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun.
Perhatiannya ke dunia modeling berawal dari sekedar mengamati model yang melenggak-lenggok di atas catwalk. Memasuki usia 15 tahun mulai tertarik dan menjadi hobby. Sehingga, tidak segan bergaya di depan cermin maupun kamera.
Hobby itu ternyata mendapat suporot positif dari orang tua untuk mengantarkan perempuan berparas cantik dan bodi seksi ini menjadi model. Bahkan, dengan percaya diri, bersedia diajak phothograper sebagai model. Seperti di Creative Mind tahun 2018 dan Model Sumatera Utara tahun 2019.
“Ya, awalnya hanya sekedar hobby. Selanjutnya setiap diajak pemotran, saya bersedia dan senang hati mengikutinya. Kemudian, mengikuti beberapa event,” kata putri bungsu dari dua bersaudara ini.

Hasil pemotretan itu ternyata mendapat respon positif dari berabagai kalangan. Apalagi wajah Amelia Dewi Fatima Hasibuan disebut mirip Barbie. Sehingga, namanya panggilan Keke ditambah dengan Keke Barbie.
“Orang tua dan teman-teman memberi support yang baik kepada saya dan saya semakin mencintai dunia modeling. Bahkan bercita cita menjadi model profesional sampai tingkat internasional,” ujarnya sembari menyembulkan sekuntum senyum di sela bibir merekah.
Untuk meraih obsesi menjadi model professional, Keke Barbie begitu bersemangat. Selain menambah wawasan dengan berselancar di dunia maya mengamati model-model top nasional dan internasional, juga belajar di sekolah modeling di Sisi Lensa Production Profesional Studio & Cinema di Kota Siantar hingga akhirnya memperoleh sertifikat.
Selanjutnya, tahun 2022 datang tawaran kontrak selama 5 tahun dari Media Cetak dan Online Umagz terbitan Jakarta dalam bidang Entertaimen : Memeragakan Produk, Pemotretan Produk dan Show & Event.
“Sebagai kecintaan terhadap dunia model, saya punya obsesi mendirikan kelas model untuk menghasilkan talent talent model yang baru. Sehingga, secara tidak langsung dapat memperluas lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Untuk menjadi model professional yang merambah ke tingkat nasional apalagi internasional, Keke mengaku memang tidak mudah karena persaiangan tentunya cukup ketat. Bahkan, tidak hanya harus sekedar berparas cantik dan tampil seksi. Lebih dari itu harus punya atitute yang baik dan sopan serta berpendidikan.

“Melalui dukungan orangtua dan keluarga, semoga saya dapat meraih cita cita menjadi model profesional. Dan saya dapat menggapai mimpi itu sebagai kelas model yang melahirkan talent talent model serta menjadi inspirasi bagi Gen Z dan kaum milenial,” katanya mengakhiri. (Ab)






