Senter News
Selasa, 19 Mei 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE

Aliansi Majelis Rakyat Berdaulat, Sampaikan Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19

Penulis: Redaksi Senternews.com
19 Mei 2026 | 17:34 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTERNEWS

Aksi unjukrasa  Aliansi Majelis Rakyat Berdaulat (Oposisi Sipil) yang mengusung slogan “Makzulkan Walikota Pematangsiantar” bergerak dari Pelataran Tugu Sang Naualuh Damanik, Jalan Sang Naualuh Damanik, Kota Siantar, Selasa (19/05/2026) sekira pukul 11.00 WIB.

Di sepanjang jalan Sutomo, massa yang jumlahnya mencapai seratusan, terdiri dari kelompok GMNI, HMI dan masyarakat, konvoi di belakang mobil pickup menyusung sound sistim. Dan, massa aksi juga mengusung spanduk, bendera serta puluhan poster.

Di depan kantor pintu gerbang Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, unjukrasa dengan koordinator aksi Mora Matondang berhenti dan Niko Gurning dari GMNI serta Jihan Akbar Nasution dari HMI melakukan orasi secara bergantian.

Jelang beberapa saat, pihak Kejaksaan Negeri Siantar melalui M Reza Kurniawan yang mengaku mewakili Kepala Kejari menerima pengunjukrasa. Meski awalnya sempat terjadi perdebatan, massa aksi akhirnya menyampaikan catatan tertulis dalam map warna merah jambu terkait dugaan korupsi di Pemko Siantar. Bahkan, diduga melibatkan Walikota Siantar.

“Dugaan korupsi yang kami sampaikan sudah hasil kajian dan kami minta supaya ditindaklanjuti,” kata Niko Gurning didampingi Mora Matondang.

Setelah menerima berkas tertulis dalam map,  M Reza Kurniawan mengatakan, akan menyampaikannya kepada atasan. Kalau soal tindaklanjut, tentu ada proses yang dilakukan.

“Terimakasih atas aspirasi yang sudah disampaikan dan saya akan menyampaikannya kepada atasan,” kata M Reza Kurniawan.

Terkait berkas yang disampaikan pengunjukrasa itu, sesuai dengan pernyataan sikap pengunjukrasa. Di antaranya terkait dugaan mark up pembelian eks rumah singgah Covid-19, dugaan keterlibatan Walikota terkait tindak pidana mafia proyek, pencucian uang dan lainnya.

Sebelum meninggalkan Kejari, massa aksi mendesaak agar aspirasi mereka segera ditindaklanjuti. Apabila tidak juga ditindaklanjuti, siap menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

Dari Kantor Kejaksaan Negeri, massa aksi bergerak ke Polres Siantar yang hanya berjarak beberapa meter.  Namun, tidak langsung melakukan orasi meski pintu gerbang Polres Siantar sudah dijaga puluhan personel lengkap menggunakan seragam.

Massa aksi sejenak berteduh dari terik panasnya matahari di bawah pohon pulau jalan sembari tetap melakukan orasi “kecil-kecilan”.

Sejam kemudian, pengunjukrasa baru merapatkan barisan menghadap pintu gerbang dan mempertanyakan sudah sejauh mana laporan mereka terkait pemukulan seorang mahasiswa saat berlangsung Musda KNPI Pematangsiantar di Siantar Hotel beberapa hari lalu.

Pada kesempatan tersebut, massa aksi menyatakan ingin bertemu Kapolres. Namun yang menerima, Kasat Reskrim AKP Sandi Riz Akbar.

Soal pemukulan mahasiswa yang berlangsung saat Musda KNPI lalu tersebut, dikatakan sedang dalam proses. Bahkan, dalam waktu dekat akan memanggil saksi-saksi.

Usai dari Polres Siantar, massa aksi bergerak ke kantor DPRD Siantar yang ternyata pintu gerbangnya tertutup rapat dan dijaga puluhan personel Polres Siantar. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Unjuk Rasa Majelis Rakyat Berdaulat di Kantor DPRD Siantar dan Kantor Walikota ”Memanas” 

19 Mei 2026 | 18:16 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah  dari kantor Kejaksaan Negeri Siantar dan Polres Siantar, massa Aliansi Majelis Rakyat Berdaulat (Oposisi Sipil) dengan slogan,...

Read moreDetails
HEADLINE

Kaum Ibu Korban Koperasi “Bodong” Mengadu dan Menjerit di Depan PN Siantar, Desak BNI Kembalikan Rp4,2 Miliar  

27 April 2026 | 17:53 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Puluhan kaum ibu berterik-teriak dan menjerit di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Minta agar kasus Koperasi Swadharma...

Read moreDetails
Gubernur Sumut dan Walikota Siantar
HEADLINE

Kalah Telak ! Pemprov Sumut , Dinas Pendidikan, Pemko Siantar & SMA Negeri 5 Kota Siantar, Wajib Bayar Ganti Rugi Rp40,7 Miliar

19 April 2026 | 21:52 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Setelah kalah telak lagi karena Peninjauan Kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA) sesuai Putusan Nomor 44 PK/Pdt/2026 terkait...

Read moreDetails
Duduki ruang Rapat Gabungan DPRD Siantar
HEADLINE

Unjuk Rasa Himapsi dan Saling: “Duduki Kantor DPRD Siantar dan Terobos Kantor Walikota” 

13 April 2026 | 16:47 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Unjukrasa Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Indonesia (Himapsi) serta Sahabat Lingkungan (Saling) “memanas”. Massa aksi sempat menduduki kantor...

Read moreDetails
HEADLINE

Dumas “Mark Up” Pembelian Eks Rumah Singgah Rp14,5 Miliar: Kejari Siantar Periksa Sejumlah Pejabat Pemko

2 April 2026 | 15:23 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Pengaduan masyarakat (Dumas) soal dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid 19 senilai Rp14,5 miliar yang disampaikan...

Read moreDetails
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata