SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, klarifikasi terkait pemberitaan yang menyatakan, Bupati Simalungun beserta Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar telantarkan bangunan relokasi Pasar Serbelawan.
Klarifikasi yang disampaikan, Jumat (3/7/2026) menyatakan, informasi tersebut tidak sesuai kenyataan di lapangan. Karena sejak tahap pembangunan hingga bangunan selesai dikerjakan, Pemerintah Kecamatan senantiasa melaksanakan berbagai upaya agar para pedagang segera menempati tempat relokasi yang telah disiapkan pemerintah.
Dijelaskan, pasca kebakaran Pasar Serbelawan, para pedagang memohon kepada pemerintah agar dibangunkan tempat relokasi agar dapat berjualan kembali. Terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.
“Pemerintah segera merespons permintaan tersebut dengan membangun lokasi relokasi yang layak dan representatif,” ujar Siti Aminah.
Kemudian, bangunanrelokasi sebanyak 131 unit kios yang selesai dibangun Pemkab Simalungun dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Bahkan, dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai, meliputi jaringan listrik, air bersih, sarana sanitasi, serta tata letak lingkungan yang dirancang bebas dari genangan air maupun bahaya banjir.
Dipaparkan juga, pemerintah kecamatan telah melakukan sosialisasi dan rapat koordinasi bersama para pedagang. Dan, tanggal 4 Februari 2026, diadakan pertemuan khusus dengan pedagang yang mayoritas berdagang kain, untuk membahas tata cara pembagian unit kios.
Tanggal 6 Februari 2026, saat pemerintah bersama perwakilan pedagang meninjau lokasi dan melakukan pembagian kios melalui sistem undian nomor, sebagian pedagang ada keberatan karena menginginkan penempatan yang sama persis seperti posisi di pasar lama sebelum terbakar.
Selanjutnya, tanggal 13 Februari 2026 kembali dilakukan rapat koordinasi. Dihadiri para pedagang beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan. Hasilnya dicapai kesepakatan bersama, dan para pedagang menyetujui hasil pembagian kios yang ditetapkan.
“Setelah kesepakatan itu tercapai, kami berharap para pedagang segera menempati bangunan tersebut untuk kembali berdagang. Namun hingga saat ini, sebagian besar pedagang belum juga menempati kios yang telah disiapkan,” jelas Siti Aminah.
Untuk untuk mencari jalan keluar terbaik agar bangunan relokasi dapat segera difungsikan sebagaimana mestinya, Pemerintah Kecamatan akan kembali rapat koordinasi bersama para pedagang, Senin, 6 Juli 2026.
Sementara, pengelola Pasar Serbelawan, Darma Saragih membenarkan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah kecamatan untuk mendorong pemanfaatan bangunan tersebut. Bahkan, senantiasa membuka akses gerbang bangunan relokasi dan terus melaksanakan pengawasan terhadap seluruh fasilitas yang ada.
Tentang dugaan bangunan dijadikan lokasi kegiatan negatif, Darma Saragih membantah bahwa hal itu tidak benar. “Kami selaku pengelola terus melakukan pemantauan dan penjagaan secara rutin di lokasi tersebut,” tegasnya.
Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar mengharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat menyikapi setiap informasi yang beredar dengan bijak dan senantiasa merujuk pada fakta yang sebenarnya.
Untuk itu, semua pihak diharapkan turut mendukung upaya pemerintah mengembalikan roda perekonomian dan aktivitas perdagangan di Pasar Serbelawan.(Rm)






