SIANTAR, SENTERNEWS
Melalui Pendidikan Dasar Kader Ulama (PDKU) yang digelar Komisi Pendidikan, Pemuda dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar diharap dapat menjadi bekal pengetahuan untuk melahirkan ulama.
Seperti disampaikan ketua MUI Pematangsiantar, Drs H M Ali Lubis Ketua MUI Pematangsiantar pada pembukaan PDKU Angkatan 2, di aula MUI, Jalan Kartini, Pematangsiantar, Minggu (09/08/2026).
“PDKU memberi pengetahuan yang diharap menjadi bekal peserta menjadi ulama meski melalui PDKU saja tidak cukup. Karena para peserta dituntut untuk terus belajar lebih banyak. Sekaligus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Drs H M Ali Lubis.
Para peserta diminta memperbanyak membaca Al Quran supaya lebih cerdas memberi pencerahan kepada masyarakat dan itu dapat dilakukan melalui PDKU dengan nara sumber yang sangat paham pada bidangnya masing-masing.
Ketua Komisi Pendidikan, Pemuda dan Kaderisasi Maajelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar, H Ahyar M Pd, sekaligus Direktur PDKU melaporkan, peserta PDKU sebanyak 20 orang. Berasal dari 10 Perguruan Tinggi di Pematangsiantar. Di antaranya dari UISU, STAI Samora, Universitas HKBP Nomensen , Murni Teguh dan lainnnya.
PDKU berlangsung mulai Agustus sampai Nopember dengan 35 kali pertemuan setiap Sabtu dan Minggu dengan materi enam bidang studi.
“Selain itu, peserta diberi pendidikan komputerisasi selama 10 kali pertemuan secara gratis di AMIK Tunas Bangsa yang dikelola Sekretaris Umum MUI Pematangsiantar, Bapak H Ahmad Ridwansyah Putra,” kata H Ahyar.
Sementara, Ketua Dewan Pembina MUI Pematangsiantar, H Rafii Nasyir mengingatkan peserta PDKU agar bercermin kepada kehidupan Nabi Muhammad SAW yang mampu berkomunikasi dengan umat Islam dan non Islam. Sehingga, berhasil mewujudkan kehidupan harmonis karena saling menghormati.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi amal jariah kepada seluruh panitia yang telah melaksanakan PDKU ini,” ujar H Rafii Nasyir.

Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Pematangsiantar H Tarmizi menyambut positif kegiatan PDKU karena sangat stretegis mempersiapkan generasi muda untuk memperluas wawasan demi bangsa dan negara.
“Kemajuan informasi teknologi di ruang digital saat ini membutuhkan sosok yang mampu memahami agama secara benar, moderat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Perwakilan Perguruan Tinggi melalui DR M Zein dari UISU menyatakan, ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan harus sejalan dengan iman dan akhlak. Karena, ulama tidak hanya mengetahui tentang agama. Tetapi, mampu mengkaitkan ilmu melalui keteladanan, kebijaksanaan demi kemasyaralatn bagi umat.
“Perguruan Tinggi tentu mengapresiasi PDKU ini dan diharap menjadi titik awal proses panjang kaderisasi ulama,” ujarnya.
Sementara, Walikota Pematangsiantar diwakili M Hamdani Lubis, Staf Ahli Bidang pembangunan yang membuka PDKU menyatakan, kegiatan tersebut tentu sangat spesial karena ada peserta dari Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar.
“Terimakasih kepada MUI yang terus berkomitmen melaksanakan kegiatan keagamaan sebagai investasi yang sangat panjang dan PDKU tidak sekedar memahami agama. Tetapi menjawab berbagai persoalan masyarakat. Sehingga, para peserta diharap dapat menjadi teladan bagi umat,” ujar Hamdani.
Ke depannya, Pemko Pematangsiantar siap untuk terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi keagamaan yang diantara seperti MUI agar terus berjalan dengan baik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, anggota DPRD Pematangsiantar, Nurlela Sikumbang dan M Tigor Harahap yang juga sebagai nara sumber PDKU, Kapolres Pematangsiantar diwakili AKP Juni Hendrianto SH MH, perwakilan beberapa Perguruan Tinggi, para Ketua Komisi MUI Pematangsiantar dan kecamatan, para orang tua peserta PDKU serta perwakilan organisasi Islam. (In)






