SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Polres Simalungun melalui Polsek Gunung Malela bersama Tim Identifikasi (Inafis) dan Satreskrim Polres Simalungun tangani kasus penemuan mayat wanita di areal PTPN IV Kebun Bangun, Nagori Nusa Harapan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons cepat setiap laporan yang masuk dari warga, sekaligus mengungkap secara transparan penyebab suatu kejadian yang meresahkan masyarakat,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Rabu (09/09/ 2026).
Dijelaskan, temuan mayat itu bermula saat personel Polsek Gunung Malela mendapatkan informasi dari masyarakat, Selasa (08.09/ 2026), sekira pukul 10.00 WIB.Persisnya di Afdeling I TBM 2023 Perumnas Blok M 03 C, PTPN IV Kebun Bangun.
Setelah dilakukan identifikaasi, korban diketahui bernama Tiorna Haloho (59) warga Nagori Nusa Harapan. “ Korban sempat dibawa ke Puskesmas Batu Anam, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesampainya di puskesmas,” ucap AKP Verry Purba.
Menindaklanjuti laporan tersebut, AKP Verry Purba menerangkan, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B Siahaan SH MH, bersama Kanit Reskrim IPDA Roy F. D. Rumapea SH dan Kanit Intel IPDA Andre Siregar langsung menuju lokasi kejadian sekaligus berkoordinasi dengan Satreskrim dan Inafis Polres Simalungun.
“Kapolsek Gunung Malela bersama jajarannya langsung bergerak menuju TKP dan berkoordinasi dengan Satreskrim serta Tim Inafis Polres Simalungun guna melakukan olah TKP secara menyeluruh,” ungkap AKP Verry Purba.
Dari hasil olah TKP, tim menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi. Di antaranya, satu tas samping berisi uang dan balsem, satu bilah parang, satu keranjang belanjaan, serta satu botol racun rumput merek Gramoxone. Ditemukan pula bekas muntahan di dekat posisi korban.
“Dari olah TKP, botol racun rumput hanya berjarak sekitar 15 sentimeter dengan mulut korban,” kata AKP Verry Purba.
Sementara, sejumlah saksi mengatakan, korban pertama kali ditemukan dua karyawan PTPN IV Kebun Bangun yang tengah melintas di areal perkebunan. Keduanya kemudian mencari bantuan warga sekitar hingga akhirnya keluarga korban tiba di lokasi.
“Saksi menerangkan bahwa saat ditemukan, korban dalam kondisi tergeletak sambil merintih kesakitan dan dari mulutnya terdapat buih. Suami korban, Irianto Siagian, yang datang ke lokasi sempat menanyakan kondisi korban, namun korban hanya mampu memberikan isyarat tangan sebelum akhirnya dibawa ke puskesmas,” ujar AKP Verry Purba.
Guna memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan visum luar dan dalam.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, penyebab kematian diduga kuat akibat mati lemas atau asfiksia yang disebabkan oleh intoksikasi atau keracunan,” ungkap AKP Verry Purba.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilaksanakan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai prosesi keagamaan yang dianut.
“Kasus ini akan terus kami dalami lebih lanjut guna memastikan kepastian penyebab kejadian,” kata AKP Verry Purba.(In)






