SIANTAR, SENTERNEWS
Ibu rumah tangga yang biasa menggunakan minyak goreng merek “minyakita” mengeluh. Pasalnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 dan biasa dibeli dengan harga Rp16.500 sampai Rp 17.000 per kemasan 1 liter, melejit naik.
“Minyakita memang sempat langka dan harganya sekarang 19 ribu satu kemasan ukuran satu liter,” kata seorang pedagang di Pasar Horas Siantar, Selasa (14/04/2026).
Dijelaskan, kenaikan harga itu sudah berlangsung sekitar empat hari sebelumnya. Bahkan, persediaan sempat minim atau langka. Karena kondisi tersebut, harga minyak goreng curah juga menjadi naik Rp21 ribu per Kg yang sebelumnya sekitar Rp18 ribu perliter.
Terpisah, ibu rumah tangga mengaku, mahalnya harga Minyakita memang meresahkan. Namun, enggan membeli minyak goreng curah. Selain harganya mahal karena turut mengalami kenaikan, kualitasnya juga rendah.
“Kalau pakai minyak curah, dua kali pakai sudah hitam. Jadi, terpaksa beli minyak merek lain yang harganya memang agak mahal tetapi kualitasnya lumayan,” kata ibu rumah tangga, Nisa (32) warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Terkait kenaikan harga minyak goreng merek Minyakita, dibenarkan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Siantar, Herbert Aruan. Faktor penyebabnya dikatakan seperti teori ekonomi. “Apabila barang langka atau sedikit tetapi permintaan tetap, harga menjadi naik”.
”Kita sudah pertanyakan kepada pihak Bulog Pematangsiantar. Soal kelangkaan memang sempat terjadi. Namun, saat ini sudah ada penyaluran tahap pertama ke kios-kios binaan Bulog di Pasar Horas dan Pasar Dwikora,” ujar Herbert.
Dijelaskan, pihak penyaluran pertama itu diperkirakan masih kurang dibanding dengan permintaan. Untuk itu, Bulog masih tetap memesan Minyakita kepada industri. “kata pihak Bulog mereka sudah memesan minyakkita kepada dua industri,” imbuh Herbert.
Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk tidak panik apalagi membeli Minyakita dengan jumlah di atas kebutuhan. Karena, kondisi itu dapat memperburuk situasi.
“Harapan kita, dua atau tiga hari ini, setelah didistribusikan lagi ke kios-kios, harga stabil,” kata Herbert mengakhiri. (In)






