Sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Pematangsiantar Tahun 2025-2029, pembangunan tahun 2027 difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Untuk mewujudkan visi ‘Kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras’, mengusung tema ‘Pemajuan Ekonomi Rakyat, Kreativitas Lokal dan Keunggulan Produk Daerah”.
Tema itu menggambarkan komitmen bersama memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, peningkatan daya saing produk daerah, serta pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Arah kebijakannya, meliputi pengembangan UMKM, kuliner dan ekonomi kreatif berbasis budaya, digitalisasi pemasaran produk unggulan kelurahan, festival budaya dan ruang publik kreatif sebagai daya tarik ekonomi sosial.
Dalam berbagai kesempatan, Walikota Siantar Wesly Silalahi mengajak seluruh pemangku kepentingan memberi masukan, gagasan, dan pemikiran yang konstruktif demi menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih baik, tepat sasaran, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi.
Karenanya, pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menyentuh hajat hidup orang banyak. Sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2023 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Daerah.
Hal itu juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumut dengan visi Pembangunan “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara Unggul, Maju dan Berkelanjutan”.

Sehingga, pembangunan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup, kesempatan kerja dan ketahanan wilayah.
Dan, arah kebijakan pembangunan Provinsi Sumut tahun 2027, difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar sehat, terampil, dan produktif; meningkatkan konektivitas dan daya saing daerah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah serta meningkatkan pembangunan yang adil, inklusif, dan tangguh terhadap bencana.
MOMENTUM PENTING
Pasca UMKM Expo 2025 dan Pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pematangsiantar (Siantar-red) (2025-2030), pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terus menggeliat.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Parkir Pariwisata Kota Siantar, 12 November 2025 lalu itu menampilkan berbagai produk lokal dari tangan-tangan terampil pelaku usaha kota Siantar itu menjadi momentum penting untuk pengembangan UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM).
Walikota Siantar Wesly Silalahi yang menghadiri Expo 2025 menegaskan, Dekranasda sebagai organisasi nirlaba dengan Ketua Ny Liswati Wesly Silalahi sebagai mitra pemerintah memajukan produk industri lokal sebagai basis berbasis kerakyatan.

Kemudian, sebagai motor penggerak untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan produk kerajinan lokal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku industri kreatif di Kota Siantar.
Sedangkan UMKM Expo 2025 merupakan wadah promosi dan apresiasi bagi para pelaku UMKM agar produk unggulan lokal semakin dikenal luas dan memiliki daya saing tinggi.
Dan, UMKM Expo 2025, memiliki makna yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi kreatif dan pengembangan potensi daerah.
Sehingga, harus menjadi momentum menumbuhkan semangat wirausaha, memperkuat kolaborasi, dan mencintai produk lokal buatan Kota Siantar yang tentunya harus mampu menjadi “tuan” di daerahnya sendiri.
Ny Liswati Wesly Silalahi sebagai Ketua Dekranasda mengatakan, UMKM Expo 2025 merupakan event menumbuhkan rasa cinta budaya dan mengajak berbagai lapisan masyarakat mencintai produk UMKM Pematangsiantar.
Ucapan terimakasih bukan hanya kepada para pelaku UMKM yang begitu bersemangat menampilkan produk lokal. Demikian juga kepada pihak perbankan yang menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM di Kota Siantar.
TERUS MENGGELIAT
Setelah dikukuhkan sebagai Ketua Deskransda, Ny Liswati Wesly Silalahi yang juga Ketua TP PKK, turun ke lapangan mengunjungi sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
Selain melakukan peninjauan, juga mengapresiasi serta mendukung para pengusaha agar lebih banyak berinovasi dan berkreasi. Bahkan, siap memberi fasilitas sesuai kebutuhan.

Pada program Pemko melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Siantar memberi pinjaman dana bergulir dan itu sudah berlangsung sampai sekarang.
Tujuannya dalam rangka peningkatan produktivitas usaha dan permodalan yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha. Sehingga UMKM/IKM tumbuh, berkembang pesat, dan menyerap tenaga kerja.
Tercatat sejumlah UMKM yang saat ini terus berproduksi aktif. Antara lain usaha kerajinan tangan yang memproduksi souvenir yang diantaranya miniatur becak BSA sebagai salah satu ikon kota Siantar.
Gaby Ulos di Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari, Sony Ulos di Kelurahan Suka Maju Kecamatan Siantar Marihat. Samosir Tenun dan Gulo Tenun Ulos di Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.
Produksi kulit lumpia di Silomangi Kecamatan Siantar Marihat, Jamur Qory di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Siantar Martoba. Kue Sepit di Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Gerai Kampoeng Kita, dan VJ Cakes di Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat.
Selain itu, banyak lagi usaha yang kreatif yang dikelola sebagai usaha rumah tangga. Termasuk berbagai jenis kue-kue dan makanan dan beragam jenis kuliner yang memiliki cita rasa tinggi.
Ada ternak lebah madu Flora Nauli di Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari yang dikelola Aam Hasanuddin. Ramai dikunjungi sebagai wadah edukasi dan pusat penelitian berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.

Produksinya kerap ditampilkan pada berbagai bazar tingkat lokal, regional dan nasional. Dan Aam Hasanuddin sebagai pengelola terus melakukan pembelajaran kepada para peternak madu pemula sebagai binaan.
Ada juga cafe yang dikelola para anak muda di berbagai sudut kota sekitar kecamatan Siantar Barat, Sutomo Square, Cafe outdoor di sejumlah lokasi yang meramaikan suasana malam kota Siantar menjadi begitu menggeliat.
Pada dasarnya, Ny Liswati sebagai Ketua Deskranasda Kota Siantar mengaku bangga melihat UMKM yang terus berkembang sebagai penopang ekonomi kerakyatan yang telah bermitra dengan lembaga jasa keuangan. (***)






