Momentum Walikota Pematangsiantar, Wesly Silalahi melakukan Kesepakatan Bersama dengan tiga perguruan tinggi terkait pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), jelas membuka nuansa baru.
Pastinya, dapat memberi manfaat signifikan bagi perkembangan suatu kota, terutama dalam mendorong pembangunan yang berbasis keilmuan dan partisipasi aktif akademisi. Sehingga Kota Pematangsiantar dapat lebih maju dari kondisi sebelumnya.
Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mencakup Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Ketiganya merupakan kesatuan yang utuh untuk dilaksanakan civitas akademika seperti dosen dan mahasiswa.
Ketiga perguruan tinggi yang menandatangani kesepakatan dengan Walikota itu, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung Pematangsiantar, Universitas Medan Area (UMA), dan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Trinity Parapat.

Pelaksanaan kesepakatan berlangsung di ruang kerja Walikota, lantai 2 Balai Kota Pematangisantar, Jalan Merdeka, Selasa (07/04/2026).
Pada dasarnya, Walikota bersedia menandatangani Kesepakatan Bersama pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dan peningkatan SDM, tentu karena dapat memperkuat kelembagaan pada kedua belah pihak.
Apalagi Kesepakatan Bersama merupakan pedoman dalam mensinergikan program dan kegiatan bersama untuk memperoleh hasil yang optimal dalam pengembangan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Pemko Pematangsiantar dan Perguruan Tinggi.
“Diharapkan Kesepakatan Bersama yang ditandatangani, nantinya dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat di Kota Pematangsiantar,” kata Wesly.
Harapan itu bukan tidak beralasan, pasalnya terkait Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan civitas akademi melalui kajian ilmiah, dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah kota (evidence-based policy) mengatasi persoalan sosial, teknologi, dan ekonomi, serta menciptakan inovasi baru untuk pembangunan kota.

Sehingga, tidak saja mampu menyelesaikan masalah. Lebih dari itu, meningkatkan kesejahteraan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya masyarakat kota Pematangsiantar dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
Melalui Pemberdayaan Masyarakat (Pengabdian), civitas akademika membantu menyelesaikan permasalahan di lapangan secara langsung. Baik melalui edukasi, pendampingan UMKM, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat marginal.
Sedangkan Penguatan Potensi Ekonomi Lokal, bersinergis mendorong komersialisasi hasil penelitian yang dapat meningkatkan pembangunan ekonomi kota secara keseluruhan.
Artinya, perguruan tinggi berperan sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih terpelajar, berbudaya, dan beradab.
Secara ringkas, Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadikan kampus sebagai mitra strategis pemerintah kota menciptakan solusi nyata bagi pembangunan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
SALING BERSINERGIS
Gambaran di atas, saling bersinergis dengan pernyataan pihak tiga Perguruan Tinggi yang telah menandatangani Kesepakatan Bersama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan SDM.
Ketua STIE Sultan Agung Pematangsiantar Dr Sherly SE MM mengatakan, pihaknya memiliki komitmen tinggi untuk memberikan kontribusi bagi Kota Pematangsiantar, terutama di bidang pendidikan.

Sehingga, Kesepakatan Bersama tersebut menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan Pendidikan di Kota Pematangsiantar. “Kami siap melakukan pengembangan sumber daya manusia atau memberikan pelatihan,” katanya.
Sementara, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STT Trinity Parapat Salomo Sihombing MTh menerangkan, pihaknya sebagai instansi pendidikan tinggi berbasis pembinaan spiritual mental, siap dilibatkan Pemko Pematangsiantar untuk pembinaan spiritual mental dan keagamaan.
Kemudian, penelitian dan pengabdian masyarakat. Termasuk pencerahan-pencerahan di bidang keagamaan. “Juga seminar-seminar berbasis spiritual mental,” tukasnya.
Sedangkan Wakil Rektor 4 Bidang Riset, Publikasi, dan Kemitraan UMA Ahmad Rafiki BBA (Hons) MMgt PhD CIMA mengatakan, kehadiran mereka di Kota Pematangsiantar terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, tentu dapat membuka peluang tentang pencapaian suatu tujuan sesuai dengan karakteristik Kota Pematangsiantar.
“Banyak hasil penelitian dosen UMA yang bisa bermanfaat bagi Kota Pematangsiantar,” ujar Ahmad Rafiki BBA optimis.
Melihat adanya pelaksanaan kerja sama daerah itu, pada dasarnya merupakan wujud mendukung peningkatan kesejahteraan daerah dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah.
Karenanya, Pemko Pematangsiantar dengan Walikota Wesly Silalahi, sangat pantas menyatakan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan peningatan SDM di Kota Pematangsiantar.

Apalagi visi dan misi pada RPJMD Kota Pematangsiantar Tahun 2025-2029 mendukung peningkatan pendidikan masyarakat.
Untuk itu, Pemko Pematangsiantar yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada dasarnya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan dan pengembangan pembangunan kota Pematangsiantar secara utuh.
SEGERAKAN !
Agar tidak hanya di atas kertas, saatnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyusun dokumen perencanaan yang berkaitan dengan Kesepakatan Bersama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan SDM yang sudah ditandatangani.
Berkoordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Darah (OPD) Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk menggali potensi masing-masing dan dikembangkan sesuai kebutuhan. Jangan tunggu lama-lama, Harus disegerakan! (***)






