SIANTAR, SENTERNEWS
Puluhan kaum ibu berterik-teriak dan menjerit di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Minta agar kasus Koperasi Swadharma PT BNI Pematangsiantar dituntaskan dan uang mereka sebesar Rp4,2 miliar seger dibayarkan, Senin (27/04/2026).
Fakta berlangsung melalui unjukrasa puluhan kaum ibu, korban “Koperasi Bodong” yang sudah tutup tahun 2016. Turut didampingi sejumlah aktifis dari Gerakan Pemuda Barisan Negeri.
“Kami datang untuk mengadu kepada Pengadilan supaya menerima kami korban dari Koperasi Bodong BNI. Karena sudah sepuluh tahun kasusnya berlangsung dan sudah ada putusan inkrah dari Mahkamah Agung,” kata koordinator aksi Frafda Saragih.
Orasi itu disampaikan melalui pengeras suara di pintu gerbang PN Siantar yang tertutup dan mendapat pengawalan dari personel Polres Siantar.”Ada apa dengan BNI yang tidak juga mengembalikan uang korban koperasi bodong?” katanya.
Karena tidak juga diterima pihak PN dan kaum ibu menjerit sambil menangis, akhirnya pihak PN melalui Ristianto Siagian menemui pengunjukrasa dan mengatakan, hari ini, Senin (27/04/2026), seyogianya ada mediasi. Namun, karena kepala PN tidak berada di tempat, ditunda sampai tanggal 4 Mei 2026.
Mendengara keterangan itu, pengunjukrasa tidak terima dan bertanya dengan kritis mengapa mediasi ditunda sampai tanggal 4 Mei 2026. Untuk menjawab itu, pihak PN mengatakan akan bertanya kepada pimpinan dan meninggalkan pengunjukrasa.
Jelang sejam lebih, pihak PN akhirnya menemui pengunjukrasa lagi dan melakukan pertemuan di ruang mediasi PN Siantar.
Namun, pertemuan diduga berlangsung alot dan sampai berita ini dilansir sekira pukul 17.55 WIB, pertemuan belum juga selesai dan hasilnya juga belum jelas.
“Kita masih melakukan dialog dengan pihak PN,” kata Daulat Sihombing pengacara korban Koperasi melalui pesan Whats APP.
TUTUP JALAN
Sebelumya,puluhan kaum ibu korban Koperasi Bodong bersama Gerakan Pemuda Barisan Negeri berunjukrasa di depan Kantor BNI Jalan Merdeka Kota Siantar. Melalui orasinya menyatakan, BNI itu menipu sekitar 57 orang nasabah koperasi Swadharma PT BNI yang rata-rata berusia lanjut.
Aksi tersebut sempat menutup badan jalan. Sehingga arus lalulintas sempat macet sekitar 15 menit. Setelah melakukan orasi dan tidak ada yang menerima, massa aksi akhirnya meninggalkan kantor BNI yang pintu gerbangnya ditutup dengan pengawalan para Satpam dan personel Polres Siantar. Kemudian, bergerak ke Kantor PN Siantar. (Tim)






