SIANTAR, SENTERNEWS
Pasca kebakaan Pasar Dwikora Parluasan Kota Siantar, Kamis (18/06/2026), Pemko Siantar melalui dinas terkait dan Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) harus bekerja melakukan pembangunan sesuai kebutuhan pedagang.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi II Hendra TP Pardede Ketua Komisi II DPRD Siantar. Didampingi sejumlah personel lainnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PD-PHJ,, Senin (06/07/2026).
Pada RDP yang berlangsung di ruang Komisi II DPRD Siantar, dari Komis I| dihadiri, Aprial Rizaldi Ginting, Alfonso Sinaga, Hj Sabariah Harahap, Anto Leo dan Metro B Hutagaol,. Sedangkan dari PD PHJ, Direktur Utama Bolmen Silalahi, Direktur Operasional Evra Sasky Damanik dan Direktur Umum M Lubis serta lainnya.
“Mari serius membangun kios dan lainnya sesuai kebutuhan pedagang, Jangan dulu berbisnis di tengah musibah kebakaran,” kata Hendra.
Sebelumnya, Bolmen Silalahi sebagai Direktur Utama PD PHJ memaparkan, ada 272 kios yang terbakar. Baik itu penyewa maupun pemilik kios. Pada tahap pertama telah disalurkan bantuan sosial Rp10 juta kepada 41 pedagang. Tahap kedua yang sudah dipersiapkan sebanyak 225 pedagang dan tahap ketiga enam pedagang.
Tahapan yang sedang dilakukan saat ini, perataan lokasi kebakaran dengan membongkar kios. Kemudian, pengorekan lahan untuk drainase.
“Awalnya ada pedagang meminta supaya membangun kiosnya sendiri. Tetapi, ada meminta Pemko yang membangun. Untuk itu, diambil jalan tengah. Atap, lantai, jaringan listrik dan air akan dibangun Pemko. Sedangkan pedagang membangun dinding untuk skat-skat antar kios. Itu sudah disepakati bersama,” beber Bolmen Silalahi.
Terkait kapan dimulai pembangunan kios, pihak PD PHJ lebih dulu melaporkan tentang rencana infrastruktur kepada Sekda karena struktur bangunan dan lainnya sudah ada, tinggal penyesuaian di lapangan.
“Kalau soal anggaran, kita jelas butuh masukan dari DPRD dan anggarannya tentu cukup besar. Sedangkan untuk itu, Ranperda PD PHJ menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) sedang dalam proses,” kata Bolmen.
Selanjutnya, Komisi II DPRD Siantar melalui Metro B Hutagaol memberi saran dan masukan. Antara lain, di lokasi Pasar Dwikora dibuat hidrant atau jaringan air mengantisipasi kebakaran dan alat pemadaman ringan.
“Kita minta Pemko membuka kerja sama dengan PT Bank Sumut untuk pengadaan modal pedagang yang kehilangan barang karena musibah kebakaran,” kata Metro yang juga menyinggung soal sampah agar menjadi perhatian.
Sementara, kondisi Jalan Mufakat harus dibersihkan dari pedagang kaki lima dan dibuat menjadi arena parkir. Perbaikan drainase dan badan jalan yang sudah rusak parah.Karenanya, perlu dibentuk Tim Khusus demi kepentingan umum dan kenyamanan para pedagang yang berjualan di bagian dalam.
Bolmen Silalahi menyatakan, apa yang disampaikan melalui RDP itu menjadi bagian untuk disampaikan kepada Sekda sebelum dilakukan pembangunan kios dan soal anggaran tentu dapat dipercepat karena Pasar Dwikora masuk status Tanggap Darurat.
Sementara, Kesimpulan yang disampaikan antara lain, terkait perubahan status perubahan PD PHJ menjadi Perumda PHJ yang belum disahkan menjadi Perda melalui rapat paripurna, harus segera ditinaklanjuti. Sehingga penyertaan modal yang sudah ada dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
Kemudian terkait Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di seluruh Gedung Pasar Dwikora termasuk Pasar Horas harus jadai perhatian.
“Kita apresiasi Pemko melakukan kerja cepat memproses pembangunan pasca kebakaran. Termasuk soal penyaluran bantuan sosial,” kata Ketua Komisi II Hendra TP Pardede menutup RDP. (In)






