SIANTAR, SENTERNEWS
Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang seyogianya berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Walikota Siantar berlangsung kisruh, Minggu (05/07/2026).
Pantauan di lokasi, seyogianya pelantikan yang dilakukan Pengurus Besar (PB) HMI melalui Wakil Sekretaris, Abdul Halim itu, berlangsung pukul 10.00 WIB,. Bahkan, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Hamdani Lubis tampak hadir bersama pengurus yang dilantik dan anggota HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun.
Namun saat acara pelantikan akan dimulai, sejumlah anggota HMI melakukan protes. Menyatakan, pelantikan tersebut ilegal atau tidak resmi. Pasalnya, Ketua yang akan dilantik atas nama Muhammad Khairul kalah dalam Konferensi Cabang pertengahan Desember 2025 lalu. Dan, Ketua terpilih, Raja Doli Lubis.
Untuk mendinginkan situasi, dilakukan pertemuan terbatas antara PB HMI, diwakili Abdul Halim, didampingi panitia pelantikan dan sejumlah pengurus yang akan dilantik dengan anggota HMI yang minta pelantikan dibatalkan. Berlangsung di Masjid An Nur Kompleks Kantor Walikota.
Pertemuan itu diperkirakan berlangsung alot karena baru selesai sekitar pukul 12.30 WIB karena waktu sholat Zuhur tiba.
Namun, saat pelantikan akan dilakukan kembali dan pihak PB HMI masih membacakan pengurus yang dilantik dengan ketua Muhammad Khairul dan Sekretaris Nurmasil, anggota yang menolak pelantikan, merangsek kebagian depan dan menyatakan, pelantikan itu ilegal.
“Apa ini , masak yang mau kalian lantik yang kalah dalam Konfercab. Ada apa ini, batalkan, batalkan, ” teriak salah seorang anggota HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun yang juga diamini anggota lainnya.
Pada saat itu sempat terjadi adu argumen yang nyaris mengarah kontak fisik. Karena situasi seperti tak terkendali, pelantikan akhirnya dibatalkan. Namun, antara kelompok yang pro dan kontra pelantikan tetap bersitegang. Bahkan, personel kepolisian yang berada di lokasi berusaha meredakan situasi.
Berkisar pukul 14.40 WIB, sejumlah PB HMI keluar dari ruangan pelantikan. Bahkan meninggalkan kompleks Kantor Walikota.
Ketika ditanya kemana penguruss tersebut, dikatakan ingin ngopi di luar. “Ngopi bang,” kata salah seorang panitia.
Sampai berita ini dilansir ke Redaksi sampai pukul15. 30 WIB, puluhan anggota HMI yang menolak pelantikan masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. “Kita masih tetap bertahan disini. Jangan pula kita pergi dilakukan pelantikan, ” ujar salah seorang anggota HMI yang menolak pelantikan.
Jelang beberapa saat, sejumlah panitia dan anggota HMI lainnya semakin sepi. Sementara, belum ada pihak panitia yang berhasil dikonfirmasi bagaimana tindaklanjut dari pelantikan yang batal itu. (In)






