SIANTAR, SENTERNEWS
Sebagai pusat pendidikan dan penelitian budi daya lebah madu yang selalu dikunjungi berbagai pihak, Flora Nauli, di Jalan Setia Negara, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar semakin dikenal luas.
Teranyar, utusan dari Pesantren Terpadu Al-Aqso Bunga Bondar, Sipirok Tapanuli Selatan, Fahma Yusmita Siregar SPd, Guru Bidang Studi IPA dan Puzi Pamungkas Harahap, Guru Bidang Studi PAI, melakukan pelatihan budi daya lebah madu.
Pelatihan yang dibimbing Instruktur Aam Hasanuddin S Hut (59) dan Rohman (49) itu berlangsung selama empat hari mulai, Minggu (05/06/2026) sampai Rabu (09/06/2026).
“Kedatangan kedua guru itu, kita sambutan dengan tangan terbuka,” kata Aam Hasanuddin, penerima penghargaan dari Asosiasi Perlebahan Indonesia sebagai intruktur Andalan Nasional untuk Budi Daya Lebah Apis dan Lebah Kelulut tahun 2024.

Dijelaskan, kedua guru yang menjalani pelatihan itu rencannya akan mengembangkan budi daya lebah madu di Pesantren Terpadu Al-Aqso Bunga Bondar Bondar dengan ketua yayasan Yuriandi Siregar dan digagasi Ita Siregar, putri dari mantan Gubernur Sumut H Raja Inal Siregar.
Materi yang disampaikan, selain teori tentang bagaimana berbudi daya lebah madu, juga melakukan praktek. Mulai dari pemindahan koloni lebah bersengat dan tidak bersengat, serta berburu lebah di luar kompleks Flora Nauli.
“Kalau berburu lebah itu memang permintaan masyarakat. Misalnya, ada sarang lebah di dalam loudspekear di Masjid Muhajirin dan dari rumah warga juga. Dipindahkan ke kotak atau koloni yang kita persiapkan,” kata Aam Hasanuddin didampingi Rohman.
Selain itu, terkait perawatan sarang, panen madu langsung dari sarang mengunakan alat khusus sampai pengemasan yang juga menggunakan alat-alat khusus.
“Berbudi daya lebah madu itu tidak sulit dan mudah dicerna seperti yang dilakukan kedua utusan dari Pesantren Terpadu Al-Aqso Bunga Bondar itu,” kata Aam Hasanuddin.
Usai pelatihan, utusan Pesantren Terpadu Al-Aqso itu membawa sejumlah alat untuk budi daya lebah madu. Diantaranya, pengasap lebah (Smoker), alat pengaman diri seperti Masker Baju Lebah dan Topi masker.

Selain itu, Alat Panen Madu trigona, koloni lebah madu Heterotrigona itama hasil praktek lapangan, stup kosong untuk lebah Apis cerana, toping untuk lebah Heterotrigona itama dan glodogan untuk memancing lebah Apis cerana.
“Kalau dikelola dengan baik dan telaten, Pesantren Terpadu Al-Aqso dapat mengembangkan budi daya lebah madu untuk dikembangkan lagi kepada yang lain termasuk melakukan pelatian kepada kader-kadr yang baru,” ujar Aam Hasanuddin.
Pada dasarnya, Flora Nauli, siap melakukan pembinaan kepada semua pihak yang ingin mengembangkan budi daya lebah madu seperti yang sudah dilakukan kepada berbagai elemen lainnya.
Diinformasikan, berbagai pihak juga telah mengunjungi Flora Nauli. Selain sebagai edukasi dan pendidikan juga melakukan penelitian. Baik dari masyarakat umum dari berbagai kabupaten dan kota, pelajar dan mahasiswa.
Bahkan, ada mahasiswa S3 IPB menjadikan Flora Nauli Group sebagai bahan desertasi meraih gelar doktor. Pernah juga dikunjungi akademisi dalam negeri dan luar negeri. Salah satu diantaranya, Rektor Universitas Diponegoro dan peneliti dari Singapura. (In)






