SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih lakukan kunjungan ke Museum Simalungun di Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar barat Kota Kota Pematangsiantar, Rabu (8/7/2026).
Bupati turut didampingi Kaban Kesbangpol Eka Candra Barus dan Kadis Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Frengki Purba bersama Kabid Kebudayaan, Masrah dan staf.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati beserta rombongan melihat langsung berbagai koleksi peninggalan sejarah, artefak budaya, serta dokumentasi yang menggambarkan perjalanan panjang peradaban masyarakat Simalungun yang tersimpan rapi di museum.
“Keberadaan Museum Simalungun memiliki nilai strategis sebagai pusat edukasi yang tak tergantikan bagi generasi sekarang maupun mendatang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya,” ujarnya.
Menurutnya, masih banyak warga belum memahami sejarah daerahnya secara utuh. Sehingga, museum dapat dijadikan sebagai ruang belajar yang sangat berharga. Untuk itu,
Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan generasi muda, untuk menjadikan Museum Simalungun sebagai destinasi kunjungan edukasi.
“Mengenal sejarah daerah akan menumbuhkan rasa bangga, kecintaan pada budaya sendiri, sekaligus memperkuat identitas kita sebagai masyarakat Simalungun. Luangkanlah waktu untuk berkunjung, menambah wawasan, dan memahami akar jati diri kita,”pungkasnya.
Tokoh masyarakat Simalungun Dr. Sarmedi Purba menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian pemerintah daerah terhadap museum. “Museum adalah pondasi peradaban. Budaya adalah dasar berdirinya sebuah peradaban, dan tanpa budaya yang kuat, kemajuan tidak akan berjalan kokoh,” ujarnya.
Sarmedi berharap, Pemkab Simalungun dapat menjembatani komunikasi dengan Kementerian Pariwisata. Sehingga museum mendapat dukungan pembangunan dan renovasi agar setara dengan museum representatif di daerah lain.
Sementara, Tim Ahli Cagar Budaya, Ari Sinaga menjelaskan museum tersebut merupakan pusat dokumentasi penting yang mencatat asal-usul serta dinamika kehidupan masyarakat Simalungun dari masa ke masa melalui benda-benda bernilai tinggi.
“Keberadaannya harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja,” jelasnya.
Diinformasikan, Pemkab Simalungun bertekat untuk terus mendorong pelestarian warisan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan seluruh masyarakat Tanoh Habonaron do Bona.(Rm)






