SIANTAR, SENTERNEWS
Putri kandung yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), bunuh ibu kandungnya Barinim Sirait (75) di rumahnya sendiri, Lingkungan II, Kelurahan Tomuan Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Rabu (08/07/2026).
Kapolsek Siantar Timur, Iptu Edy JJ Manalu mengatakan, pihaknya tiba di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat dan jenazah sudah dievakuasi kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar.
“Kita sudah melakukan olah TKP dan turut mengevakuasi jenazah ke rumah sakit,” kata Kapolsek yang membenarkan bahwa pelaku diinformasikan memang mengalami gangguan jiwa ”Pelaku sudah diamankan untuk mengikuti proses lebih lanjut,” imbuh Kapolsek.
Sementara sejumlah warga yang mengaku masih tetangga korban mengatakan, korban diketahui merupakan pensiunan ASN dan sehari-harinya memiliki kegiatan sebagai penenun di rumahnya sendiri.
“Pelaku ini putri paling besar, kalau dua lagi anaknya laki-laki sering mandah untuk bekerja ke luar kota. Saat kejadian itu, hanya pelaku dan korban yang berada di rumah itu,” kata warga di sekitar ruang jenazah RSUD sekira pukul 11.00 WIB.
Masih dari keterangan warga, pada malam hari menjelang subuh, ada tetangga korban mendengar suara orang seperti memukul-mukul. Tapi, saat itu dikatakan tidak ada rasa curiga terkait dengan kasus yang disebut tragis tersebut,
“Tadi tetangganya bilang kepada kami, pagi hari dia datang ke rumah itu dan yang membuka pntu adalah pelaku sendiri. Waktu ditanya dimana ibunya kepada pelaku, pelaku bilang sudah kuhabisi,” ujar boru Sirait yang juga di sekitar ruang jenazah RSUD .
Masih dari informasi yang dihimpun, korban diduga dihabisi dengan menggunakan senjata tajam dan alat tumpul. Sehingga, kondisi korban cukup mengenaskan. Bahkan, saat kepolisian tiba di lokasi, darah masih tampak jelas di lantai rumah korban.
”Putrinya itu memang pernah direhabilitasi. Bahkan, masih sering makan obat. Tak taulah kenapa bisa begitu,” ujar warga lainnya boru Ambarita sembari mengatakan bahwa korban memang cukup aktif mengikuti arisan keluarga.
Sampai berita ini dilansir, sekira pukul 12.20 WIB, pihak Polres Siantar masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara, warga terus berdatangan ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih. (In)






